Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Pangan Fungsional Berbasis Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain): Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Ekonomi di Wilayah Sapaya

Authors

  • Fanny Dewi Sartika Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa
  • Khumaidi Arief
  • Didin Wahyudi

DOI:

https://doi.org/10.30605/5sa91d80

Keywords:

Porang;, Pemberdayaan masyarakat;, Teknologi tepa guna;, Pangan fungsional;, Kemandirian ekonomi.

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengolahan pangan fungsional berbasis porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi kelompok masyarakat Porang Botlem di Desa Bontolempangang, Kabupaten Gowa. Permasalahan utama mitra adalah pemanfaatan porang yang masih terbatas pada penjualan umbi mentah atau chip kering sehingga nilai ekonominya rendah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan, pelatihan, diversifikasi produk, serta penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengiris porang dan timbangan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengirisan dari 10 kg/jam secara manual menjadi 25 kg/jam menggunakan mesin, atau meningkat sebesar 150%, dengan efisiensi waktu kerja mencapai 60%. Selain peningkatan produktivitas, mitra telah mampu mengolah porang menjadi produk pangan fungsional berupa keripik porang yang dikemas secara higienis dan memiliki identitas merek. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna disertai pendampingan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mendorong pengembangan nilai tambah komoditas porang di tingkat masyarakat.

References

Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2021). Rencana Induk Riset Nasional 2017–2045. Jakarta: BRIN.

Chairul A, Rahayu S. (2015). Budidaya dan pengembangan porang (Amorphophallus oncophyllus) sebagai komoditas unggulan nasional. Jurnal Agronomi Indonesia. 48(1):12–20.

Harmayani E, Aprilia V, Marsono Y. (2014). Characterization of glucomannan from Amorphophallus oncophyllus and its functional properties. Food Hydrocolloids. 35:226–234.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku panduan indikator kinerja utama perguruan tinggi negeri. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pertanian RI. (2021). Prospek dan pengembangan komoditas porang nasional. Jakarta: Kementan.

Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Asta Cita pembangunan nasional. Jakarta: Bappenas.

Nugroho B, Santoso H. (2018). Strategi peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui agroindustri perdesaan. Jurnal Agro Ekonomi. 36(2):101–113.

Sudaryanto T, Simatupang P. (2017). Revitalisasi pertanian dan penguatan ekonomi kerakyatan. Analisis Kebijakan Pertanian. 15(1):1–14.

Sudaryanto T, Simatupang P. (2017). Revitalisasi pertanian dan penguatan ekonomi kerakyatan. Analisis Kebijakan Pertanian. 15(1):1–14.

Suryanto E, Santoso U. (2019). Penanganan pascapanen porang untuk peningkatan mutu. Jurnal Teknologi Pertanian. 20(3):189–198.

Tester RF, Al-Ghazzewi FH. (2017). Glucomannans and nutrition. Food Hydrocolloids. 68:246–254.

United Nations. (2015). Transforming our world: the 2030 agenda for sustainable development. New York: UN

Widjanarko SB, Nugroho A. (2018). Potensi porang sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Pangan. 27(2):75–84.

Widodo T, Hidayat R. (2019). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dalam pengembangan ekonomi desa. Jurnal Sosiologi Pedesaan. 7(1):45–58.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Pangan Fungsional Berbasis Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain): Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Ekonomi di Wilayah Sapaya. (2026). Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 304-317. https://doi.org/10.30605/5sa91d80