Respon Pertumbuhan Bawang Merah Terhadap Perbedaan Media Tanam dan Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

Growth Response of Shallots on Different Planting Media and Application PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/hc4v8x15

Keywords:

Bawang merah, PGPR, tanah rotasi, tanah intensif

Abstract

Upaya peningkatan produksi untuk usahatani bawang merah terus dilakukan secara intensif yang menyebabkan tanah lelah, salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah penggunaan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan dan hasil bawnag merah terhadap aplikasi berbagai konsentrasi PGPR pada asal media taman yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama media tanam yang berbeda T1 : Tanah dari lahan Rotasi dan T2 : Tanah dari lahan Intensif  dan faktor kedua adalah dosis pemberian PGPR yang terdiri dari P0 : Kontrol tanpa Pupuk; P1 : Pupuk Anorganik (dosis sesuai rekomendasi); P2 : PGPR 5 ml/L; P3 : PGPR 10 ml/L dan P4 : PGPR 15 ml/L diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman 3,4 dan 5 MST, Jumlah daun 3,4 dan 5 MST, Jumlah anakan 3,4 dan 5 MST jumlah umbi dan juga berat umbi pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dari lahan rotasi memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun dan aplikasi PGPR pada dosis 5 ml/L dan 10 ml/L, memberikan hasil tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol maupun pupuk anorganik dan kombinasi Tanah intensif  dengan PGPR 5 ml/L memberikan hasil terbaik pada jumlah anakan.

Efforts to increase production for shallot farming continue to be carried out intensively which causes soil fatigue, One measure that can be implemented is the use of PGPR. This study aims to analyze the growth and yield responses of shallots to the application of various PGPR concentrations using different planting media. This study was conducted from October to December 2025 using 2-factor Completely Randomized Design. The first factor of different planting media T1: Soil from Rotation land and T2: Soil from Intensive land and the second factor is the dose of PGPR administration consisting of P0: Control without Fertilizer; P1: Inorganic Fertilizer (dose according to recommendations); P2: PGPR 5 ml / L; P3: PGPR 10 ml / L and P4: PGPR 15 ml / L repeated 3 times. The parameters observed were plant height 3, 4 and 5 WAP, Number of leaves 3, 4 and 5 WAP, Number of tillers 3, 4 and 5 WAP number of bulbs and also the weight of bulbs per plant. The results of the study showed that the soil from the rotation land gave the best results in plant height, number of tillers and number of leaves and the application of PGPR at doses of 5 ml/L and 10 ml/L, gave better results in plant height, number of leaves, number of tillers compared to the control or inorganic fertilizer and the combination of intensive soil and PGPR 5 ml/L gave the best results in the number of tillers.

References

Aprianti, R., Laili, N., & Handayanto, E. (2018). Pengaruh aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada pertumbuhan tanaman kacang hijau dengan media tanam yang berbeda. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(1), 819–827.

Badan Pusat Statistik. (2026). Produksi Tanaman Sayuran dan Buah–Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/VFV4MmQxaG9kakZrVUdWeEx6aDFUMnN6WmpocVp6MDkjMyMwMDAw/produksi-tanaman-sayuran-dan-buah-buahan-semusim-menurut-jenis-tanaman.html?year=2025

Cahyani, C. N., Nuraini, Y., & Pratomo, A. G. (2018). Potensi pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR ) dan berbagai media tanam terhadap populasi mikroba tanah serta pertumbuhan dan produksi kentang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2), 887–899.

Chariroh, N. I., & Maghfoer, M. D. (2026). Pengaruh dosis kombinasi pupuk nitrogen dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra (Abelmoschus esculantus L . Moench). Jurnal Produksi Tanaman, 14(6), 420–429. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.protan.2026.014.6.07

Duha, F. A., Waruwu, P. Z. F., Laoli, A., Zebua, J. S., Zebua, T. W., & Larosa, Y. M. (2025). Efektivitas rotasi tanaman terhadap produksi jagung dilahan kering. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 2(2), 92-97.

Ehinmitan, E., Losenge, T., Mamati, E., Ngumi, V., Juma, P., & Siamalube, B. (2024). BioSolutions for green agriculture : unveiling the diverse roles of Plant Growth-Promoting Rhizobacteria. International Journal of Microbiology, 6181491, 23 pages. https://doi.org/10.1155/2024/6181491 DOI: https://doi.org/10.1155/2024/6181491

Elvira, M., Nathalia, V., Nabila, A. K., & Barat, S. (2021). Bawang merah menurunkan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Perintis, 7(2), 21–27. DOI: https://doi.org/10.33653/jkp.v7i2.475

Fadiji, A. E., Adeniji, A., Lanrewaju, A. A., Adedayo, A. A., Chukwuneme, C. F., & Nwachukwu, B. C. (2025). Key challenges in plant microbiome research in the next decade. Microorganisms, 13(11), 1–35. DOI: https://doi.org/10.3390/microorganisms13112546

Harefa, O., Trisman, D., Zega, J., & Harefa, N. (2025). Pengaruh rotasi tanaman terhadap kesuburan tanah dan pengendalian hama. Flora: Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan, 2(1), 199–207. https://doi.org/https://doi.org/10.62951/flora.v2i1.267 DOI: https://doi.org/10.62951/flora.v2i1.267

Howu, D., Zendrato, H., Waruwu, A. L., Rahmat, P., Zega, Y., Larosa, Y. M., S (2025). Pengaruh rotasi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap kesuburan tanah dalam mendukung aktivitas mikroba tanah : tinjauan. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 2(2), 140–145.

Jambak, M. K. F. A., Baskoro, D. P. T., & Wahjunie, E. D. (2017). Karakteristik sifat fisik tanah pada sistem pengolahan tanah konservasi (studi kasus : Kebun Percobaan Cikabayan . Buletin Tanah dan Lahan, 1(1), 44–50.

Krismiratsih, F., Fibriani, S., Sunaryanti, D. P., & Pranata, I. G. (2026). Status of nitrogen, phosphorus and potassium nutrient elements in rice fields in Rejosos District , Nganjuk Regency. BIO Web of Conferences 210, 02037, 1–10. DOI: https://doi.org/10.1051/bioconf/202621002037

Marom, N., Rizal, & Bintoro, M. (2017). Uji Efektivitas waktu pemberian dan konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap produksi dan mutu benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(2), 174–184. https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i2.43 DOI: https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i2.43

Mesele, E., Gebreslassie, G., Yaekob, A. T., & Semere, T. (2026). Molecular mechanisms of Plant Growth – Promoting Rhizobacteria (PGPR) in biofertilization and disease suppression of crops. International Journal of Agronomy, 1–15. https://doi.org/10.1155/ioa/9398708 DOI: https://doi.org/10.1155/ioa/9398708

Ngabito, A., & Gaib, Y. O. (2025). Dampak rotasi tanaman terhadap kesuburan tanah dan produksi tanaman di lahan pertanian subur tropis. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5(4), 3683–3691.

Novatriana, C & Hariyono, D. (2020). Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pengaruhnya pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Plantropica: Journal of Agricultural Science, 5(1), 1–8. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jpt.2020.005.1.1

Prakoso, T., Alpandari, H., & Abdullah, A. (2026). Respon jarak tanam dan konsentrasi PGPR (Plant Growth Prommoting Rhizobacteria) akar bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Nabitia Journal, 14(1), 74–84. DOI: https://doi.org/10.21070/nabatia.v14i1.1705

Prakoso, T., Alpandari, H., & Sridjono, H. H. H. (2022). Respon pemberian unsur hara makro essensial terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays). Muria Jurnal Agroteknologi, 1, 8–13. DOI: https://doi.org/10.24176/mjagrotek.v1i1.8217

Prasad, R., Kumar, M., & Varma, A. (2015). Role of PGPR in Soil Fertility and Plant Health. In Plant-GrowthPromoting Rhizobacteria (PGPR) and Medicinal Plants (pp. 247–260). springer cham. https://doi.org///doi.org/10.1007/978-3-319-13401-7 DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-319-13401-7_12

Rosmini, Lasmini, S. A., Pasaru, F., Hasriyanty, & Tangkesalu, D. (2022). Pembuatan dan aplikasi rizobakteri pemacu tumbuh tanaman untuk optimalisasi lahan marginal. Prosiding PKM-CSR, 5, 1–6. DOI: https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1541

Schreiner, O., & Sullivan, M. X. (1909). Soil fatigue caused by organic compounds. Journal of Biological Chemistry, 6(1), 39-50. DOI:10.1016/S0021-9258(18)91633-9 DOI: https://doi.org/10.1016/S0021-9258(18)91633-9

Shofiah, D. K., Rodhiyatus, & Tyasmoro, S. Y. (2018). APlikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan pupuk kotoran kambing pada pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum) Varietas Manjung. Jurnal Produksi Tanaman, 6(1), 76–82.

Subagyo. (2022). Guru Besar IPB ungkap 72 persen tanah pertanian di Indonesia “sakit.” Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/2907145/guru-besar-ipb-ungkap-72-persen-tanah-pertanian-di-indonesia-sakit

Sutardi, & Purwoninsih, H. (2018). Environment-friendly cultivation of shallot on sandy land as specified location in Yogyakarta. Jurnal Sumberdaya HAYATI, 4(1), 1–6. DOI: https://doi.org/10.29244/jsdh.4.1.1-6

Syafrina, D., Awidiyantini, R., & Kristina, L. (2026). Pengaruh konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan bibit padi (Oryza sativa L.) IPB 3S. Jurnal Agrosains, 11(1), 105–126. DOI: https://doi.org/10.31102/agrosains.2026.11.1.105-126

Tuhuteru, S., Sulistyaningsih, E., & Wibowo, A. (2019). Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dalam meningkatkan produktivitas bawang merah di lahan pasir pantai. J. Agron. Indonesia, 47, 53–60. DOI: https://doi.org/10.24831/jai.v47i1.22271

Tyasmoro, S. Y. (2023). Pertanian Organik : Penerapan pupuk Orgamik Menuju Pertanian Berkelanjutan. UB Press. DOI: https://doi.org/10.11594/ubpress9786232966772

Wahab, A., Bibi, H., Batool, F., Murad, M., Ullah, S., & Abdi, G. (2024). Plant growthpromoting rhizobacteria biochemical pathways and their environmental impact: a review of sustainable farming practices. Plant Growth Regulator (pp. 637–662). DOI: https://doi.org/10.1007/s10725-024-01218-x

Wahyuningsih, E., Herlina, N., & Tyasmoro, Y. (2017). Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan pupuk kotoran kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 5(4), 591–599.

Wiyono, S., & Khamidi, T. (2022). Kombinasi agens pengendali hayati untuk pengendalian penyakit bawang merah di lapangan. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 18(6) https://doi.org/10.14692/jfi.18.6. DOI: https://doi.org/10.14692/jfi.18.6

Wulandari, T., & Astiko, W. (2025). Kajian degradasi lahan dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Journal of Authentic Research, 4(2953), 1067–1080. DOI: https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecialIssue.2953

Downloads

Published

2026-10-15