KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DAN SMA: TINJAUAN LITERATURE SISTEMATIS

DOI: https://doi.org/10.30605/hh9fnw21

Authors

  • Dewani Roro Rengganis UIN Sunan Kalijaga
  • Mulin Nu'man UIN Sunan Kalijaga

Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Pembelajaran Matematika, Systematic Literature Review, Pendidikan Matematika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis dalam pembelajaran matematika, terutama untuk mendukung penalaran, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penyusunan argumen matematis secara logis. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa Indonesia masih relatif rendah, khususnya dalam menyelesaikan soal non-rutin, masalah kontekstual, dan tugas yang menuntut analisis tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan tahapan perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kualitas artikel, pengumpulan data, analisis data, serta penyesuaian protokol. Data diperoleh dari artikel ilmiah terindeks yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2025 melalui Google Scholar. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 18 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren publikasi penelitian tentang kemampuan berpikir kritis matematis mengalami penurunan, dengan jumlah publikasi tertinggi pada tahun 2021. Berdasarkan desain penelitian, metode kualitatif deskriptif paling dominan digunakan, diikuti oleh Research and Development (R&D), sedangkan mixed methods dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masih terbatas. Penelitian lebih banyak dilakukan pada tingkat SMP dibandingkan SMA/SMK. Dari aspek materi, sebagian besar artikel tidak mencantumkan materi matematika secara spesifik, tetapi aljabar menjadi topik yang paling sering digunakan. Secara umum, kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih berada pada kategori sangat rendah hingga sedang. Meskipun demikian, beberapa temuan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif, pendekatan berbasis masalah, dan pemanfaatan teknologi digital berpotensi meningkatkan kemampuan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran matematika perlu dirancang secara lebih kontekstual, reflektif, berbasis masalah, serta berorientasi pada aktivitas berpikir tingkat tinggi agar siswa mampu menganalisis, mengevaluasi, dan mengomunikasikan ide matematis secara kritis. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen atau mixed methods yang lebih kuat, perluasan konteks penelitian pada jenjang SMA/SMK, serta eksplorasi materi matematika yang lebih beragam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfaruqi, A. Z. (2025). Reflection on indonesia’s pisa scores and the 2024 madrasah teacher competency assessment results: Challenges in enhancing teacher competence. Jurnal Pendidikan IPS, 15(1), 11–19. https://doi.org/https://doi.org/10.37630/jpi.v15i1.2559.

Ali, M., Istofany, B., Ratu, H., Negara, P., & Santosa, F. H. (2024). Analisis penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa. 28(1), 1–14.

Basri, H., Purwanto, P., As’ari, A. R., & Sisworo. (2019). Investigating critical thinking skill of junior high school students in solving mathematical problems. International Journal of Instruction, 12(3), 745–758.

Budgen, D., & Brereton, P. (2006). Performing systematic literature reviews in software engineering.

Callingham, R., & Watson, J. (2017). The development of statistical literacy at school. Statistics Education Research Journal, 16(1), 181–201. https://doi.org/10.52041/serj.v16i1.223.

Damayanti, S. D., Hartoyo, A., Suratman, D. (2020). Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika tipe higher order thinking skills. Jurnal Alphaeuclidedu, 1(2). https://doi.org/10.26418/ja.v1i2.51565.

Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking. University of Illinois.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts.

Fadhila, N. K. A., & Azhar, E. (2023). Analisis kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1689–1693. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i3.1610.

Folson, D., & Swanzy, P. (2024). Assessing cognitive alignment in pre-tertiary tvet core mathematics: a ghanaian case study of curriculum and exit examination. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-5711559/v1.

Harzing, A. W. (2007). Publish or perish. Tarma Software Research Pty Ltd. https://harzing.com/resources/publish-or-perish

Herdiman, I., Nurismadanti, I. F., Rengganis, P., & Maryani, N. (2018). Kemampuan berpikir kritis matematik siswa smp pada materi lingkaran. Prisma, 7(1), 1. https://doi.org/10.35194/jp.v7i1.213.

Indartiningsih, D., Nursalim, M., & Rahmasari, D. (2023). Kemampuan berpikir kritis matematis dengan brain based learning: systematic literature review. Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 7(2), 183–198. https://doi.org/10.36526/tr.v7i2.3243.

Kitchenham, B. (2004). Procedures for performing systematic literature reviews.

Lame, G. (2019). Systematic literature reviews: An introduction.

Lestari, S. Z. D., & Roesdiana, L. (2021). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Jurnal Pendidikan Matematika.

Mahrunnisya, D. (2023). Keterampilan Pembelajar Di Abad Ke-21. 2(1), 101–109.

Marzuki, M., Wahyudin, W., Cahya, E., & Juandi, D. (2021). Students’ critical thinking skills in solving mathematical problems: A systematic procedure of grounded theory study. International Journal of Instruction, 14(4), 529–548.

Nababan, R., & Manurung, A. D. C. (2025). Pengaruh problem-based learning ( PBL ) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8, 8362–8367.

Nurmalia, N. R., & Sari, C. K. (2023). Pengembangan game edukasi berbasis Android untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Matematika.

Oktaviani, A. D., Shoffa, S., & Kristanti, F. (2023). Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan contextual teaching and learning. Journal of Education and Teaching (JET), 4(2), 276–282. https://doi.org/10.51454/jet.v4i2.234.

Page, M. J., McKenzie, J. E., & Bossuyt, P. M. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71.

Rokhim, D. A., Rahayu, B. N., Alfiah, L. N., Peni, R., Wahyudi, B., Wahyudi, A., Sutomo, S., & Widarti, H. R. (2021). Analisis kesiapan peserta didik dan guru pada asesmen nasional (asesmen kompetensi minimum, survey karakter, dan survey lingkungan belajar. JAMP: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 4(1), 61. https://doi.org/10.17977/um027v4i12021p61.

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375.

Wasqita, R., Rahardi, R., & Muksar, M. (2022). Model learning cycle 5E untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika. Jurnal Pendidikan Matematika.

Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971.

Yasinta, P., Meirista, E., & Taufik, A. R. (2020). Studi literatur: peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pendekatan contextual teaching and learning (CTL). Asimtot Jurnal Kependidikan Matematika, 2(2), 129–138. https://doi.org/10.30822/asimtot.v2i2.769.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DAN SMA: TINJAUAN LITERATURE SISTEMATIS. (2026). Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 1155-1173. https://doi.org/10.30605/hh9fnw21