Etika Jawa dalam Video Animasi Cerita Rakyat Jawa Timur di Saluran YouTube Gromore Studio Series
DOI: https://doi.org/10.30605/c6nqvh65
Etika Jawa, Cerita Rakyat, Prinsip Hormat, Prinsip Rukun
Abstract
Cerita rakyat Jawa Timur yang saat ini banyak disajikan dalam bentuk video animasi di YouTube, khususnya pada saluran Gromore Studio Series, menjadi salah satu media penyampai nilai-nilai etika Jawa kepada generasi muda di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan representasi prinsip kerukanan dan prinsip hormat dalam etika Jawa dalam video animasi cerita rakyat Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berlandaskan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis serta teori etika Jawa Magnis-Suseno. Korpus penelitian terdiri atas tiga video animasi cerita rakyat Jawa Timur pada saluran YouTube Gromore Studio Series, yaitu Ande-Ande Lumut, Cindelaras, dan Aji Saka, dengan total dua puluh unit data yang dianalisis. Data audiovisual berupa ekspresi dan gestur tokoh, serta data verbal berupa narasi dan tuturan tokoh, dipilih berdasarkan indikator prinsip-prinsip etika Jawa yang telah ditetapkan dalam instrumen penelitian, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Satu unit data dimungkinkan memperoleh lebih dari satu kode apabila menggambarkan lebih dari satu indikator etika sekaligus, dengan penetapan kode didasarkan pada kesesuaian data terhadap deskriptor pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kerukunan direpresentasikan melalui tiga indikator, yaitu penghindaran konflik terbuka, keselarasan dalam komunikasi, dan semangat kebersamaan, sedangkan prinsip hormat direpresentasikan melalui indikator ngajeni, unggah-ungguh, dan mengayomi, dengan representasi unggah-ungguh ditemukan sebagai indikator paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa satu adegan dalam cerita rakyat dapat menggambarkan beberapa nilai etika sekaligus yang saling berkaitan, sesuai dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menempatkan keselarasan dalam hubungan sosial dan kematangan batin sebagai unsur yang saling mendukung dalam membentuk perilaku yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra digital sekaligus berpotensi menjadi alternatif sumber belajar nilai etika Jawa bagi generasi muda.
Downloads
References
Achmad, S. W. (2018). Etika Jawa : Pedoman Luhur dan Prinsip Hidup Orang Jawa. Araska.
Alamsyah, F. F. (2020). Representasi, Ideologi dan Rekonstruksi Media. Al-I’lam; Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3, 92–99.
Arikunto, S. (2009). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
Barker, C. (2004). Cultural Capital. In The SAGE Dictionary of Cultural Studies. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781446221280.n47
Bascom, W. R. (1965). The Forms of Folklore: Prose Narratives. The Journal of American. Folklore.
Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-Lain (1st ed.). Grafiti Pers.
De Jong, S. (1976). Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Yayasan Kanisius.
Eduar, E. (2024). Representasi Budaya Sumatera Selatan dalam Film Pendek “Lenget.” Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 8(1), 65. https://doi.org/10.30872/jbssb.v8i1.13542
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. SAGE Publications.
Haviland, W. (1993). Antropologi Jilid 2 (Edisi 4). Erlangga.
Isnain. (n.d.). Analisa Cerita Rakyat Bangka Belitung. Dinas Kebudayaan Dan Parawisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kristanto, M. (2014). Pemanfaatan Cerita Rakyat Sebagai Penanaman Etika Untuk Membentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Mimbar Sekolah Dasar, 1.
Magnis-Suseno, F. (1984). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. PT Gramedia.
Magnis-Suseno, F. (1989). Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Mora. Kanisius.
Mayer, R. E., & Moreno, R. (2002). Animation as an Aid to Multimedia Learning. Educational Psychology Review, 14(1), 87–99. https://doi.org/10.1023/A:1013184611077
Miles, M., & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia (UI Press).
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja.
Ni’mah, N. K., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Unggah-Ungguh Sebagai Etika Jawa: Analisis Sosiologi Sastra Dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo . Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 14(1).
Panggelo, M. T. (2023). Kerukunan Dan Hormat Dalam Etika Jawa. Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, Dan Pendidikan Agama Katolik, 2.
Permatasari, R. P., Tristanti, R., & Ayuani, K. D. (2026). Representasi Etika Jawa Dan Pendidikan Karakter Dalam Upacara Adat Ceprotan Di Pacitan: Sebuah Kajian Etnopedagogi. Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 10(1), 1. https://doi.org/10.20961/sabpbj.v10i1.114979
Pradana, S. (2025). Efektivitas Penggunaan Video Animasi sebagai Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Dasar. Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar, 1.
Purwadi. (2009). Folklor Jawa. Pura Pustaka.
Purwadi. (2011). Etika Komunikasi dalam Budaya Jawa. Jurnal Ilmu Komunikas.
Suhardi, T. (2025). Nilai-Nilai Etika Jawa dalam Para Priyayi sebagai Bahan Pembelajaran Sastra (I. Sa’diyah, Ed.). Penerbit Thalibul Ilmi Publishing & Education.
Sukiyasa, K., & Sukoco, S. (2013). Pengaruh media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa materi sistem kelistrikan otomotif. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1). https://doi.org/10.21831/jpv.v3i1.1588
Sumayana, Y. (2017). Pembelajaran Sastra Di Sekolah Dasar Berbasis Kearifan Lokal (Cerita Rakyat). Mimbar Sekolah Dasar, 4(1), 21–28. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v4i1.5050
Sumiyardana, K., Shintya, Istiana, I. I., & Sutarsih. (2016). Etika Jawa Dalam Novel Indonesia. Balai Bahasa Jawa Tengah.
Urbaningrum, D. H., & Anggraini, P. (2019). Javanese Ettiquete in The Novel Dua Tanda Kurung by Handoko F Zainsam. Jurnal KATA, 3(1), 23. https://doi.org/10.22216/kata.v3i1.3891
Yaza, J. N. A., & Prasetyo, A. (2025). Representasi Etika Jawa Dalam Film Pendek Tanah Kalurahan Karya Paniradya Kaistimewan. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Syafinaz Amalia Putri Sunardi, Djoko Saryono, Didin Widyartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







