Representasi Kondisi Ekonomi dan Sosial dalam Iklan Toko Elektronik Gentong Mas: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

DOI: https://doi.org/10.30605/dabggd12

Authors

Analisis Wacana Kritis, Ekonomi, Flexing, Iklan, Media Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kondisi ekonomi dan sosial direpresentasikan dalam wacana iklan Toko Elektronik Gentong Mas di Instagram dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan dan konteks yang terdapat dalam satu iklan Gentong Mas yang dipublikasikan pada Maret 2025 dan menampilkan Yu Murdi sebagai figur iklan. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi Fairclough, yaitu teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Pada dimensi teks ditemukan penggunaan bahasa Jawa dialek Temanggungan, ungkapan evaluatif mengenai mahalnya kebutuhan, ungkapan humor, serta imperatif yang berkaitan dengan pembelian dan pemameran barang. Pada dimensi praktik diskursif, iklan menunjukkan produksi wacana promosi melalui penggabungan kepentingan komersial toko, figur lokal, dan distribusi melalui Instagram. Pada dimensi sosiokultural, iklan merepresentasikan persepsi tentang tekanan ekonomi melalui keluhan mengenai harga dan penjualan serta merepresentasikan pencarian pengakuan sosial melalui ajakan memamerkan mesin cuci kepada tetangga. Temuan penelitian tidak dimaksudkan untuk mengukur kondisi ekonomi masyarakat Temanggung secara langsung, melainkan untuk menjelaskan cara pengalaman ekonomi dan relasi sosial dikonstruksi melalui satu wacana iklan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abhishek, & Srivastava, M. (2021). Mapping the influence of influencer marketing: A bibliometric analysis. Marketing Intelligence & Planning, 39(7), 979–1003.

Andrianto, T., Ariyanti, F., et al. (2019). Analisis wacana kritis pada iklan rokok Djarum 76. The 10th University Research Colloqium 2019.

Baroroh, H. E. (2023). Ideologi bentuk tubuh perempuan: Sebuah analisis wacana kritis iklan televisi WRP. Journal of Comprehensive Science, 2(6).

Direktorat Jenderal Pajak. (2025). PMK 131/2024: Tarif PPN sebelas-dua belas. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://pajak.go.id/id/artikel/pmk-1312024-tarif-ppn-sebelas-dua-belas

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fairclough, N. (2019). Political discourse analysis: A method for advanced students. Routledge.

Fairclough, N. (2020a). Critical discourse analysis: The critical study of language. Routledge.

Fairclough, N. (2020b). Language and power (3rd ed.). Routledge.

Hariyono, M., & P. P., H. H. (2024). Fenomena flexing pada media sosial: Persepsi Generasi Z. Psycho Aksara, 2(1). https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v2i1.1341

Hidayat, Z., Hidayat, D., & Novriansyah, Y. (2022). Instagram techno-entrepreneurial innovation: Gen Z self-learning motives in social media. International Journal of Innovation in Education, 7(3–4), 162–182. https://doi.org/10.1504/IJIIE.2022.125462

Jenkins, H. (2020). Convergence culture: Where old and new media collide (2nd ed.). NYU Press.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Lapangan kerja baru bagi 3,59 juta orang tercipta di masa transisi: Modal penguatan ketenagakerjaan 2025. Media Keuangan.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Konstantopoulou, A., Rizomyliotis, I., Konstantoulaki, K., & Badahdah, R. (2019). Improving SMEs’ competitiveness with the use of Instagram influencer advertising and eWOM. International Journal of Organizational Analysis, 27(2), 308–321.

Kress, G., & van Leeuwen, T. (2020). Reading images: The grammar of visual design (3rd ed.). Routledge.

Ledin, P., & Machin, D. (2021). Introduction to multimodal analysis (2nd ed.). Bloomsbury.

Munfarida, E. (2014). Analisis wacana kritis dalam perspektif Norman Fairclough. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1). https://doi.org/10.24090/komunika.v8i1.746

Nurhayat, E., & N. D., R. (2022). Flexing: Perilaku pamer kekayaan di media sosial dan kaitannya dengan self-esteem. Journal Flourishing, 2(5), 368–374. https://doi.org/10.17977/um070v2i52022p368-374

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Laporan Survei Perbankan Triwulan II 2025.

Potter, W. J. (2018). Media literacy (9th ed.). SAGE Publications.

Richadinata, K. R. P., & S. A., N. L. P. (2021). Pengaruh iklan sosial media terhadap keputusan pembelian konsumen di lingkungan Universitas Bali Internasional. E-Jurnal Manajemen, 10(2), 188–208. https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2021.v10.i02.p05

Salman, Y. S. (2018). Perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia dan perkembangan teknologi komunikasi. Jurnal Al-Bayan, 24(1), 29–46.

Solikhah, P. (2023). The effect of flexing and personal branding on social media on the lifestyle of millennial Islamic students in Yogyakarta Indonesia, 2, 54–65.

Published

2026-09-18

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Representasi Kondisi Ekonomi dan Sosial dalam Iklan Toko Elektronik Gentong Mas: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(4), 2582-2592. https://doi.org/10.30605/dabggd12