Strategi Ketidaksantunan Berbahasa dalam Kolom Komentar Akun X @Idextratime: Kajian Sosiopragmatik

DOI: https://doi.org/10.30605/rjzwvh39

Authors

ketidaksantunan berbahasa, jenis ketidaksantunan, platform X, akun extra time, sosiopragmatik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis strategi ketidaksantunan berbahasa dalam kolom komentar akun X (Twitter) @idextratime berdasarkan teori Culpeper (1996) dalam kerangka sosiopragmatik. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui alasan mengapa penggemar sepak bola sering melakukan ketidaksantunan dalam interaksi di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa komentar yang dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik lanjutan rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 32 komentar yang dianalisis, ditemukkan 3 strategi ketidaksantunan yang digunakan, yaitu ketidaksantunan positif (19 tuturan), kesantunan semu atau sarkasme (11 tuturan), dan strategi ketidaksantunan ganda yang mengunakan 2 strategi berbeda (2 tuturan). Adapun 3 strategi ketidaksantunan yang tidak ditemukkan adalah strategi ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan negatif, dan menahan kesantunan. Selain itu, penggunaan strategi ketidaksantunan tersebut ditandai dengan fungsi tindak tutur, yakni menyindir, menghina, mencela, mengejek, merendahkan, meremehkan, dan melarang. Tujuan dari penggunaan strategi ketidaksantunan ini adalah sebagai bentuk solidaritas terhdap kelompok sendiri dan rivalitas terhadap kelompok lain yang tentunya merupakan bagian dari budaya banter atau olok-olokan di dunia sepak bola. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi sosiopragmatik dan menjadi acuan untuk penelitian sosiopragmatik selanjutnya mengenai interaksi kelompok atau fandom di media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Advento, Z. P. M. (2025). Domesticating Football Rivalry Through Participatory Culture: The Derby Jateng Case. Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences, 5(2), 262–277. https://doi.org/10.32509/mirshus.v5i2.138

Ahmad, H., & Yahmun, Y. (2017). Pemahaman tentang Budaya Supporter Sepakbola (Kajian Fenomenologi Berdasarkan Kasus Supporter Sepakbola Aremania Malang). Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 23(1), 33–46. https://doi.org/https://doi.org/10.33503/paradigma.v23i1.367

Baryadi, I. P. (2020). Logika Penelitian Bahasa. Mega Cakrawala.

Beden, S., & Rosly, N. J. (2022). Strategi Ketidaksantunan Culpeper (1996) sebagai Tanda Keprihatinan Netizen Semasa Penularan Wabak Covid-19. Jurnal Melayu Sedunia, 5(1), 35–54. https://ejournal.um.edu.my/index.php/jurnalmelayusedunia/article/view/40301

Bogdan, R. C., & Bilken, S. K. (1992). Quality Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Allyn and Bacon.

Cambridge University Press. (n.d.). Lose face. Cambridge Dictionary. Retrieved https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/lose-face

Charness, G., & Chen, Y. (2020). Social Identity, Group Behavior, and Teams. Annual Review of Economics, 12, 691–713. https://doi.org/https://doi.org/10.1146/annurev-economics-091619-032800

Cheng, Y., & Wu, Y. (2025). The formation mechanism of “sports fandom circle” in the digital media era: An analysis from the perspective of fan emotional dynamic development. PLOS ONE, 20(9), 1–29. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0330900

Culpeper, J. (1996). Towards an anatomy of impoliteness. Journal of Pragmatics, 25, 349–367. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0378-2166(95)00014-3

Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using Language to Cause Offence. Cambridge University Press.

Dixon, K., Cleland, J., & Cashmore, E. (2024). Banter and the rise of LGBTQ+ awareness in football cultures: a bourdieusian approach. Soccer & Society, 25(7), 872–884. https://doi.org/10.1080/14660970.2023.2288835

File, K., & Worlledge, T. (2023). Fan identity and football culture: locating variation in the discursive performance of football fan identities in a UK stadium. Soccer and Society, 24(7), 974–989. https://doi.org/10.1080/14660970.2023.2250662

Gustiani, T., Aslinda, A., & Usman, F. (2022). Strategi Ketidaksantunan dalam Video Debat Pemilihan Presiden Tahun 2019. SeBaSa, 5(1), 104–119. https://doi.org/https://doi.org/10.29408/sbs.v5i1.5501

Hanif, A. (2021). Penggunaan Strategi Ketidaksantunan Julukan Tak Pantas dalam Siniar Deddy Corbuzier. Mahakarya, 2(1), 35–43. https://doi.org/https://doi.org/10.22515/mjmib.v2i1.3866

Husein, A, N. (2026). 10 Website Berita dan Informasi Paling Banyak Dikunjungi Warga Indonesia 2026. Good Stats.Id. https://data.goodstats.id/statistic/10-website-berita-dan-informasi-paling-banyak-dikunjungi-warga-indonesia-2026-AncPq

Indriyono, F., & Simatupang, E. C. (2025). Conteptual Metaphor in Manchester United Chants: A Semantics Study. JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy), 9(2), 255–265. https://doi.org/10.25157/jall.v9i2.20866

Inkasari, D, A., Widodo, F, R., & Setyarahajoe, R. (2024). Dampak Media Sosial Twitter Akun @FiersaBesari pada Gaya Komunikasi Remaja. Kinesik, 11(2), 172–189. https://doi.org/doi.org/10.22487/ejk.v11i2.1377

Irawati, R. A., Sujatna, E. T. S., & Yuliawati, S. (2023). Strategi Ketidaksantunan Sarkasme Warganet pada Kolom Komentar Instagram Ganjar Pranowo. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(3), 911–930. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.739

Keraf, G. (1997). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Nusa Indah.

Kosseff, J. (2022). The United States of Anonymous: How the First Amendment Shaped Online Speech. Cornell University Press.

Kunjana, R. (2009). Sosiopragmatik. Penerbit Erlangga.

Kunjana, R. (2013). Reinterpretasi ketidaksantunan pragmatik. Kajian Linguistik Dan Sastra, 25(1), 58–70. https://journals.ums.ac.id/index.php/KLS/article/view/85

Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik (Edisi Terj). UI Press.

Lillo, A. (2020). A bit o ’ footy rabbit : Some notes on football rhyming slang. Lebende Sprachen, 65(1), 20–48. https://doi.org/https://doi.org/10.1515/les-2020-0002

Mangan, J. A. (2021). Tribal Identities Nationalism, Europe, Sport. Routledge.

Matrood, D. T. (2025). Language and Digital Identity: A Sociolinguistic Study of Online Communities. Frontiers in Global Research, 1(2), 1–3. https://doi.org/10.55559/fgr.v1i2.1

Nurfitri, R., Anwar, M., & Sulistyaningrum, S, D. (2026). Ketidaksantunan Berbahasa dalam Interaksi Netizen dan Grok AI pada Platform X : Kajian Pragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7357

Panjaitan, L. L., & Patria, A. N. (2024). International Journal of Linguistics, Literature and Translation Social Media and Language Evolution: The Impact of Digital Communication on Language Change. International Journal of Linguistics, Literature and Translation, 7(12), 53–57. https://doi.org/https://doi.org/10.32996/ijllt.2024.7.12.8

Prayudi, S., & Nasution, W. (2020). Ragam Bahasa dalam Media Sosial Twitter: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Metamorfosa, 8(2), 269–280. https://doi.org/https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v8i2.1140

Sakroni, Subardhini, M., & Riyadi, S. (2024). Pelaku Bullying Ditinjau Dari Perspektif Teori Identitas Sosial Sebuah Systematic Review Literature. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora, 8(1), 1042–1051. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.3926

Seles, S., Astuti, D. P. J., Sandi, A. T., & Siregar, N. S. (2026). Kesantunan Berbahasa Masyarakat Seginim dalam Komentar Instagram: Kajian Teori Brown dan Levinson. Jurnal Cakrawala Indonesia, 11(1), 89–101. https://jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2786

Simanjuntak, A, M, O., & Santosa, R, P. (2024). Analisis Peran Anonimitas Terhadap Manifestasi Agresi Pada Pengguna Media Sosial Twitter. Jurnal Psikologi Wijaya Putra (Psikowipa), 5(2), 123–140. https://doi.org/10.38156/psikowipa.v5i2.147

Smutradontri, P., & Gadavanij, S. (2020). Fandom and identity construction: an analysis of Thai fans’ engagement with Twitter. Humanities and Social Sciences Communications, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.1057/s41599-020-00653-1

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.

Syahputra, I. (2016). Terbentuknya Identitas Fans Sepak Bola Sebagai Budaya Massa dalam Industri Media. Jurnal Informasi, 46(2), 205–214. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/informasi.v46i2.11377

Syapriani, I., Putriana, D., Pebri Aula, R., Stefani Sembiring, G., Aulia, V., Khoiria Ramadhani Pulungan, S., & Rosadi, M. (2025). Strategi Komunikasi Pengguna Media Sosial Dalam Mengelola Bahasa, Etika, Dan Resistansi Sosial Di Ruang Komentar Platform Digital X(Twitter). Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6), 360–368. https://padangjurnal.web.id/index.php/menulis/article/view/348

Tajfel, H. (1981). Human Groups & Social Categories Study in Social Psychology. Cambridge University Press.

Tarigan, H. G. (2013). Pengajaran Gaya Bahasa. CV. Angkasa.

Triana, H., Indriyani, V., & Zakarya, Z. B. (2026). Paronomasia in Humorous Discourse on Instagram @ Queteryo : A Syntagmatic Perspective. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 556–575. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i2.21198

Utomo, G. Y., & Kristianingsih, S. A. (2023). Hubungan Fanatisme Dengan Perilaku Agresif Verbal Suporter Sepak Bola di Media Sosial Menanggapi Kebijakan PSSI Pada Masa Pandemi. 5(2), 219–232. https://doi.org/10.33024/jpm.v5i2.8319

Wenger, E. (2000). Communities of practice and social learning systems. Organization, 7(2), 225–246. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/135050840072002

Widiatmika, K. P. (2024). Seeking answers in the shadows: The use of auto-based accounts on Twitter/X as a platform for social Q&A. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 53–60. https://doi.org/https://doi.org/10.30997/jsh.v15i1.12884

Wirawanda, Y. (2019). Fanatisme Fans Sepakbola terkait Flaming dan Netiquette. Komuniti : Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 10(2), 123–132. https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i2.6755

Yin, W., & Zubiaga, A. (2022). Hidden behind the obvious: Misleading keywords and implicitly abusive language on social media. Online Social Networks and Media, 30, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.osnem.2022.100210

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Strategi Ketidaksantunan Berbahasa dalam Kolom Komentar Akun X @Idextratime: Kajian Sosiopragmatik. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(4), 2622-2637. https://doi.org/10.30605/rjzwvh39