Geometry And Algebra In Traditional Sabu Ei Ledo Ikat Weaving Motifs

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/proximal.v9i2.8959

Keywords:

Etnomatematika, Tenun Ei Ledo, Grup Simetri, Logika Boolean, Pemodelan Matematis, Fungsi Periodik, Matematika Indigenous

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur geometri dan aljabar yang terkandung dalam kain tenun tradisional Ei Ledo milik klan Hubi Iki di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, melalui perspektif Ethnomathematics. Kajian mengenai tenun tradisional selama ini umumnya lebih berfokus pada aspek simbolik budaya dan nilai estetika, sementara analisis terhadap rasionalitas matematis dan struktur komputasional yang mendasari praktik menenun masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi kualitatif yang dipadukan dengan analisis geometri, pemodelan aljabar, dan interpretasi grup simetri untuk mengidentifikasi pola-pola matematis pada motif dan proses produksi tenun. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan algoritma tradisional “Mane” dengan rasio presisi satu kaki terhadap empat urat benang dengan total 144 urat benang, serta penggunaan logika Boolean dalam proses pewarnaan. Secara matematis, motif zig-zag dimodelkan sebagai fungsi periodik linear yang menyerupai gelombang segitiga, sedangkan motif lengkung “Hebe” menunjukkan karakteristik kurva polinomial berderajat tinggi. Selain itu, analisis struktur aljabar memperlihatkan bahwa motif mikro mengikuti grup simetri C2v yang menghasilkan efisiensi kognitif penenun sebesar sekitar 75% dalam proses produksi. Temuan ini membuktikan adanya penalaran matematis tingkat tinggi, komputasi mental iteratif, dan optimasi spasial dalam praktik tenun tradisional masyarakat Sabu meskipun tanpa penggunaan alat ukur modern. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori etnomatematika, pembelajaran matematika berbasis budaya, serta pendekatan interdisipliner yang menghubungkan pengetahuan lokal dengan pemodelan matematika kontemporer.

References

Ashari, N. W., & Suradi, S. (2025). Tinjauan Sistematis Pengembangan Smart Digital Learning Berbasis Masalah PISA dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Matematika SMP. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 4(3), 474-480.

Ely Goro Leba. (2024Makna Motif Sarung Sabu dan Sejarah Ada Hubi Ae dan Hubi Iki di Kalangan Wanita Suku Sbu Raijua. https://www.kompasiana.com/pegiatliterasi9661/65f7cc111470936e6719b212/makna-motif-sarung-sabu-dan-sejarah-ada-hubi-ae-dan-hubi-iki-di-kalangan-wanita-suku-sbu-raijua

Armstrong, M. A. (1988). Groups and symmetry. Springer-Verlag.

D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its place in the history and pedagogy of mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.

Gallian, J. A. (2016). Contemporary abstract algebra (9th ed.). Cengage Learning.

Gerdes, P. (1999). Geometry from Africa: Mathematical and educational explorations. Mathematical Association of America.

Gittinger, M. (1990). Splendid symbols: Textiles and tradition in Indonesia. The Textile Museum.

Kreyszig, E. (2011). Advanced engineering mathematics (10th ed.). Wiley.

Maxwell, R. (1990). Textiles of Southeast Asia: Tradition, trade and transformation. Periplus Editions.

Museum Negeri Propinsi NTT. (1995). Koleksi tenun ikat Museum Negeri Propinsi Nusa Tenggara Timur. Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Stewart, J. (2015). Calculus: Early transcendentals (8th ed.). Cengage Learning.

Talo, D. D. (2004). Pergeseran kebudayaan orang Sawu pada fungsi kain tenun ikat di Desa Limaggu-Kupang NTT (Master’s thesis). Universitas Indonesia

Washburn, D. K., & Crowe, D. W. (1988). Symmetries of culture: Theory and practice of plane pattern analysis. University of Washington Press.

Weyl, H. (1952). Symmetry. Princeton University Press.

Zill, D. G. (2018). Advanced engineering mathematics (7th ed.). Jones & Bartlett Learning.

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Geometry And Algebra In Traditional Sabu Ei Ledo Ikat Weaving Motifs. (2026). Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(2), 530-538. https://doi.org/10.30605/proximal.v9i2.8959