Strategi Adaptif dan Kolaboratif Berbasis Nilai Lokal dalam Penguatan Resiliensi Agribisnis Kopi di Desa Latimojong

Adaptive and Collaborative Strategies Based on Local Values in Strengthening Coffee Agribusiness Resilience in Latimojong Village

Authors

  • Putriani Putriani Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Irmayani Irmayani Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Abd Rahim Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.30605/perbal.v14i1.8028

Keywords:

agribisnis kopi, resiliensi, nilai lokal, ADAPT-ASIST, perubahan iklim

Abstract

Agribisnis kopi merupakan subsektor strategis yang menopang perekonomian pedesaan, khususnya di wilayah pegunungan. Namun, sistem agribisnis kopi di daerah terpencil masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, bencana alam, fluktuasi harga, serta keterbatasan kelembagaan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai lokal yang dapat dioptimalkan dalam penguatan resiliensi agribisnis kopi serta mengidentifikasi tingkat kerentanan sistem agribisnis kopi terhadap ancaman perubahan iklim di Desa Latimojong, Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka ADAPT-ASIST yang mencakup dimensi agroekologi, sosial, institusional, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti gotong royong (Sikombongan), solidaritas komunitas, serta pengetahuan turun-temurun dalam pembibitan dan penentuan waktu tanam menjadi modal sosial utama dalam menopang resiliensi agribisnis kopi. Namun demikian, agribisnis kopi di Desa Latimojong masih memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan iklim dan bencana alam, yang diperparah oleh lemahnya kelembagaan formal dan keterbatasan akses teknologi pertanian adaptif. Berdasarkan kerangka ADAPT-ASIST, dimensi sosial merupakan aspek terkuat, sementara dimensi agroekologi, institusional, dan teknologi masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, pengembangan agribisnis kopi memerlukan strategi adaptif dan kolaboratif yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan dukungan kelembagaan dan teknologi guna mewujudkan sistem agribisnis kopi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Coffee agribusiness is a strategic subsector supporting rural economies, particularly in mountainous areas. However, coffee agribusiness systems in remote regions face multiple challenges, including climate change, natural disasters, price volatility, and limited institutional and technological capacity. This study aims to analyze local values that can be optimized to strengthen coffee agribusiness resilience and to identify the level of vulnerability of the coffee agribusiness system to climate change threats in Latimojong Village, Enrekang Regency. A qualitative approach with an intrinsic case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), participatory observation, and documentation involving 15 purposively selected informants. Data analysis followed the Miles and Huberman model using the ADAPT-ASIST framework, encompassing agroecological, social, institutional, and technological dimensions. The results indicate that local values such as mutual cooperation (Sikombongan), community solidarity, and inherited knowledge in seedling management and planting time determination serve as key social capital in supporting coffee agribusiness resilience. Nevertheless, the coffee agribusiness system remains highly vulnerable to climate change and natural disasters, exacerbated by weak formal institutions and limited access to adaptive agricultural technologies. Based on the ADAPT-ASIST framework, the social dimension is the strongest, while agroecological, institutional, and technological dimensions require further strengthening. Therefore, adaptive and collaborative strategies integrating local values with institutional and technological support are essential to achieve a more resilient and sustainable coffee agribusiness system.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul, R., & Ali, M. (2023). Climate risk management and adaptive capacity of rural farming communities. Journal of Rural Development Studies, 15(2), 45–58.

Afni, R., Rahman, A., & Yusuf, M. (2022). Infrastruktur pedesaan dan kesejahteraan petani kopi di wilayah terpencil. Jurnal Pembangunan Wilayah, 10(1), 33–42.

Ahmad, S., Kurniawan, H., & Lestari, P. (2023). Adaptive strategies for climate-resilient agriculture systems. International Journal of Agricultural Sustainability, 21(4), 389–401.

Alfin, M., Rahim, S., & Nugroho, A. (2024). Contribution of coffee agribusiness to Indonesia’s economic growth. Indonesian Journal of Agribusiness, 12(1), 1–12.

Catharina, E., Prasetyo, D., & Widodo, S. (2023). Multi-stakeholder collaboration in rural agribusiness development. Journal of Community Development, 9(2), 77–89.

Deiby, R., Hasan, M., & Nurhayati, L. (2025). Collaborative governance for sustainable rural agribusiness. Sustainability Perspectives, 5(1), 14–26.

Fitriati, N., Laksmi, R., & Handayani, S. (2023). Resilience-based approaches in agricultural development. Journal of Environmental and Agricultural Studies, 11(2), 120–131.

Haritsah, H., Mataburu, I. B., Setianingsih, A. I. (2025). Pengaruh perubahan iklim terhadap produktivitas kopi arabika di Kabupaten Bandung. Jurnal Media Pertanian, 10(1), 78–88.

Haslinda, H., Irmayani, I., Ambar, A. A, Putera, M. I. (2024). Strengthening local values of arabica coffee farming in the rural area of Mount Latimojong, South Sulawesi. AGRIKAN - Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(2).

Hasnida, N., Arifin, Z., & Kadir, A. (2021). Social capital and collective action in rural agribusiness. Journal of Rural Sociology, 14(3), 211–223.

Hendra, F., Prabowo, T., & Sari, M. (2021). Global coffee price volatility and its impact on smallholder farmers. International Journal of Agricultural Economics, 6(4), 198–207.

Husaini, M., Anwar, S., & Yuliana, R. (2023). Integrated socio-economic resilience in agribusiness systems. Journal of Agribusiness Policy, 9(1), 1–13.

Irmayani, Salman, D., Ambar, A. A., Latifah, A., & Nur, R., Rahman, M. A., & Masnur. (2025). Strategy for strengthening arabica coffee agribusiness institutions through an interpretative structural modelling approach in South Sulawesi, Indonesia. Jurnal AGRISEP Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 24(1), 217-230

Ismet, A., Fadli, M., & Nuraini, R. (2024). Integrating ecological, economic, and socio-cultural dimensions in sustainable agribusiness. Journal of Sustainable Development, 18(2), 95–107.

Marlina, R., Basri, M., & Ilham, A. (2024). Multidimensional challenges in coffee agribusiness development. Jurnal Agribisnis Indonesia, 16(2), 88–101.

Nadja, R. A., Halimah, A. S., Agribisnis, D., Hasanuddin, U., & Pangan, D. T. (2023). Daya saing kopi arabika kalosi competitiveness of kalosi arabica coffee. Jurnal Pertanian Agros, 25(2), 1453–1457.

Rahim, A., & Qodri, S. N. (2025). Integral agritourism strategy through non-agricultural tourism – coffee agribusiness integration (Evidence from Latimojong Village Indonesia). Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 2748(105).

Rizsky, A., Putri, N., & Hamzah, A. (2025). Community-based adaptation strategies in climate-vulnerable areas. Climate and Society Journal, 7(1), 22–35.

Sigit, R., Wibowo, E., & Santoso, H. (2022). Indonesia’s coffee export performance in the global market. Journal of International Trade Studies, 14(1), 56–68.

Syahruni, S., Bahri, A., & Yusuf, M. (2015). Potensi pengembangan kopi Arabika di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan. Jurnal Pertanian Tropis, 3(2), 101–110.

Syecilia, N., Ayanda, R., & Virianita, R. (2025). Relasi sosial dan resiliensi rumah tangga petani terdampak bencana tanah longsor (kasus Kampung Nyungcung, Desa Malasari , Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 8(3), 67–82.

Wiyono, S., Suryaningsih, A. S., Wafa, A., & Tondok, E. T. (2019). Kanker batang : penyakit baru pada kopi di Lampung. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 15(1), 9–15. https://doi.org/10.14692/jfi.15.1.9

Downloads

Published

2026-02-15