Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis STEM Melalui Proyek Jembatan Mini untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Siswa SD Inpres 3/77 Bukaka
DOI:
https://doi.org/10.30605/rkn74j44Keywords:
STEM, Minat Belajar, Pembelajaran IPA, Proyek Jembatan Mini, Sekolah DasarAbstract
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar IPA siswa melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis STEM dengan proyek rancang bangun jembatan mini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis STEM melalui proyek jembatan mini mampu meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPA. Siswa menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran melalui kegiatan merancang, membuat, dan menguji produk secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan kerja sama siswa. Di sisi lain, guru memperoleh peningkatan kompetensi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis STEM. Dengan demikian, pemanfaatan media pembelajaran berbasis STEM melalui proyek rancang bangun jembatan mini dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam meningkatkan minat belajar dan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
References
Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House., 83(2), 39–43.
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunities. NSTA Press.
Capraro, R. M., Capraro, M. M., & Morgan, J. (2013). STEM project-based learning: An integrated science, technology, engineering, and mathematics (STEM) approach. Sense Publishers.
Council, N. R. (2012). A framework for K–12 science education: Practices, crosscutting concepts, and core ideas. National Academies Press.
Kemdikbud. (2020). Panduan pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kemdikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Kerangka dasar dan struktur kurikulum. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Krajcik, J., & Blumenfeld, P. (2006). Project-based learning. In: Sawyer RK, editor. The Cambridge handbook of the learning sciences. In Cambridge University Press.
Lou, S.-J., Shih, R.-C., Diez, C. R., & Tseng, K.-H. (2011). The impact of problem-based learning strategies on STEM knowledge integration and attitudes. Int J Technol Des Educ, 21(4), 517–533.
Oktaviani, W., & Nugraha, M. (2020). Pembelajaran STEM berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 356–364.
Paramita, A. R. (2024). Permasalahan Dalam Pembelajaran Kurangnya Minat Belajar. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 2(3).
Permanasari, A. (2016). STEM education: Inovasi dalam pembelajaran sains. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA, 1(1), 23–34.
Pratiwi, N., & Suryani, N. (2019). Pengaruh project-based learning terhadap minat belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 145–153.
Thomas, J. (2000). A review of research on project-based learning. Autodesk Foundation.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Trisnasari, E. (2025). Pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan pada pembuatan proyek miniatur jembatan. Journal Genta Mulia, 15(2), 80–90.
Zubaidah, S. (2019). STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics): Pembelajaran untuk memberdayakan keterampilan abad ke-21 [STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics): Learning to Empower 21st Century Skills]. Seminar Nasional Matematika Dan Sains, 1–18.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ikhsan Sukaria, Awaluddin Muin, Achmad Shabir, Abdul Hafid, Sri Wahyuni Mu'mang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





3.jpg)



.png)
