Edukasi Pencegahan Anemia pada Wanita Usia Subur di Desa Tarembang

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/849ms934

Keywords:

anemia, experiential learning, behaviour change communication, health education

Abstract

Anemia among women of reproductive age remains a public health problem that affects quality of life and reproductive health risks. This community service activity aimed to improve the understanding and awareness of women of reproductive age regarding anemia prevention through a participatory educational approach in Tarembang Village. The method integrated behavior change communication and experiential learning through mini workshops, group discussions, simulations, and practice in preparing iron-rich menus based on local foods, without using pre-test and post-test assessments. The participants consisted of 20 women. Evaluation was conducted qualitatively through participatory observation and group reflection. The results showed an increase in participants’ understanding, awareness, and attitudes toward anemia prevention, indicated by their ability to re-explain the material, active involvement during the activities, and commitment to implementing healthy lifestyle behaviors. The peer education approach also supported the potential sustainability of information dissemination within the community. Therefore, participatory and experience-based education proved effective in strengthening anemia prevention efforts among women of reproductive age.

References

Abbas, A., Jayanti, K. D., Utomo, A. P., Harliana, E. A., & Sub, J. (2025). Gambaran pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap kejadian anemia. Jenggala: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan, 4(2), 83–90.

Ariwati, V. D. (2024). Promosi kesehatan dalam upaya penurunan anemia pada wanita usia subur. Jurnal Abdi Bhamada.

Handayani, L., & Wulandari, R. (2022). Hubungan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada wanita usia subur. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(2), 120–128.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pencegahan anemia pada wanita usia subur melalui suplementasi tablet tambah darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 101–110.

Nasution, I. S., Situmeang, M., Alhaq, N., Pulungan, F. S., Dani, R. R., & Widarsa, A. (2025). Pencegahan dan faktor risiko anemia pada wanita usia subur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 3353–3359.Nurrohmah, A. (2026). Studi kejadian anemia pada wanita usia subur berdasarkan data global dan regional. Jurnal Kebidanan Indonesia.

Putri, R. A., & Sari, D. M. (2022). Efektivitas edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 45–52.

Rahmawati, N., & Hidayat, T. (2023). Peran komunikasi perubahan perilaku dalam pencegahan anemia pada wanita usia subur. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 12–20.

Sari, M. P., & Lestari, W. (2024). Pengaruh metode experiential learning terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 13(2), 78–86.

Simbolon, O., Simamora, R. D. F., Debataraja, F., & Gaol, C. L. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan anemia. Jurnal Kebidanan.

Umar, M. Y. (2025). Penyuluhan dampak anemia terhadap kesehatan ibu dan janin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aisyah.

World Health Organization. (2021). Anaemia in women and children: Global health estimates. WHO Journal of Public Health Reports, 36(4), 250–260.

Xaveria, A. (2025). Penyuluhan anemia pada remaja putri sebagai upaya pencegahan dini. Jurnal Edukasi Kesehatan.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Edukasi Pencegahan Anemia pada Wanita Usia Subur di Desa Tarembang. (2026). Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 1252-1261. https://doi.org/10.30605/849ms934