Matematika Sebagai Penemuan: Perspektif Platonisme Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Matematika

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/proximal.v8i4.8951

Keywords:

Platonisme, filsafat matematika, ontologi matematika, pembelajaran matematika, berpikir kritis

Abstract

Artikel ini mengkaji pandangan Platonisme dalam filsafat matematika serta implikasinya terhadap pembelajaran matematika. Kajian berangkat dari persoalan ontologis mengenai status keberadaan objek-objek matematika, apakah merupakan ciptaan manusia atau realitas objektif yang telah ada secara independen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi konseptual-filosofis melalui analisis literatur primer dan sekunder yang relevan dengan filsafat matematika, khususnya Platonisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Platonisme memandang objek matematika sebagai entitas abstrak yang bersifat universal, abadi, dan independen dari pikiran manusia. Pandangan ini memberikan implikasi pedagogis yang signifikan, yaitu mendorong pembelajaran berbasis eksplorasi, pengembangan apresiasi terhadap kedalaman dan keindahan matematika, penumbuhan rasa kagum terhadap keteraturan alam semesta, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan koneksi filosofis dalam proses belajar. Selain itu, relevansi Platonisme masih terlihat dalam praktik matematika modern melalui kemampuannya menjelaskan objektivitas matematika dan efektivitasnya dalam memahami fenomena alam. Dengan demikian, integrasi perspektif Platonisme dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya landasan filosofis pendidikan matematika dan mendukung pembentukan peserta didik yang berpikir kritis, reflektif, serta mampu menghargai kebenaran dan keindahan pengetahuan matematis.

References

Albar, M., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2023). Hubungan matematika dan filsafat. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1393–1396. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i3.1417

Alya, A., & Harisman, Y. (2024). Analisis pemahaman siswa SMP terhadap perkembangan filsafat matematika. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 9(2), 329–338. https://doi.org/10.25157/teorema.v9i2.13257

Atmaja, I. D. D. (2020). Filsafat ilmu sebagai pembentuk karakteristik pengembangan media pembelajaran matematika. Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP), 10(1). https://doi.org/10.36733/jsp.v10i1.693

Bagchi, S. (2025). Philosophy of revitalising mathematics education in society: A historical discourse. Pythagoras – Journal of the Association for Mathematics Education of South Africa, 46(1), 1–10. https://doi.org/10.4102/pythagoras.v46i1.820

Damayanti, C. (2025). Teachers as moral agents: The ethics of care and educational responsibility. Jurnal Filsafat, 35(2), 287–314. https://doi.org/10.22146/jf.97185

Dethan, N. K. F., & Nelloe, M. K. (2025). Why mathematics shapes reality: A philosophical inquiry. Jurnal Filsafat, 35(2), 342–373. https://doi.org/10.22146/jf.106411

Ismail, H. H., Dewi, I., & Simamora, E. (2025). Keterkaitan antara filsafat matematika dengan model pembelajaran berbasis budaya. PARADIKMA: Jurnal Pendidikan Matematika, 15(2), Article 40922. https://doi.org/10.24114/paradikma.v15i2.40922

Lubis, R. A., Hasratuddin, H., & Dewi, I. (2025). Filsafat matematika dan relevansinya terhadap topik pembelajaran di tingkat prasekolah hingga menengah. Continuous Education: Journal of Science and Research, 6(3), 704–719. https://doi.org/10.51178/ce.v6i3.2878

Makarow, Z., & Radzyniak, T. (2023). On the problem of origin of science: The antiquity context. Filosofija Sociologija, 34(3), 300–309. https://doi.org/10.6001/fil-soc.2023.34.3.10

Mrugalsky, D. (2019). Plato read Moses and (mis-)understood: The Middle Platonic context in which the creatio ex nihilo doctrine was devised. Studia Historii Filozofii, 4(10), 7–30. https://doi.org/10.12775/szhf.2019.033

Nilawati, S., Marjuni, A., & Achruh, A. (2024). Hubungan antara filsafat dan pendidikan. Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 157–163. https://doi.org/10.33627

Peck, F. A. (2018). Rejecting Platonism: Recovering humanity in mathematics education. Education Sciences, 8(2), 43. https://doi.org/10.3390/educsci8020043

Samosir, K., Gultom, R. C., Nainggolan, R. S., & Simbolon, R. S. (2025). Integrasi filsafat pendidikan dan sejarah matematika: Implikasinya terhadap kurikulum kontemporer. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4), Article 39389. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i4.39389

Setyaningrum, E., Damayanti, D., & Andini, D. P. (2025). Jejak kebenaran matematika menurut Platonisme. PEDAGOGY: Journal of Multidisciplinary Education, 2(1), 66–72. https://doi.org/10.61220/pedagogy.v2i1.260

Simanjuntak, J., Simangunsong, M. I., Tiofanny, T., & Naibaho, T. (2021). Perkembangan matematika dan pendidikan matematika di Indonesia berdasarkan filosofi. SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied, 2(2), 32–39.

Zulmaulida, R., Maulizar, H., & Saputra, E. (2024). Filsafat matematika: Kedudukan, peran, dan perspektif permasalahan dalam pembelajaran matematika. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 10(1), 269. https://doi.org/10.35450/jip.v10i01.269

Zulmaulida, R., Maulizar, H., & Saputra, E. (2024). Asimetris: Jurnal pendidikan matematika dan sains. Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 5(1), 11–21.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Matematika Sebagai Penemuan: Perspektif Platonisme Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Matematika. (2025). Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 8(4), 1350-1357. https://doi.org/10.30605/proximal.v8i4.8951