The Penggunaan Pupuk Organik Hayati Padat Pembenah Tanah Terhadap Hasil Panen Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) di Tanjungsari Kabupaten Sumedang

The Application of Solid Bio-Organic Fertilizer as a Soil Conditioner on the Yield of Basil (Ocimum basilicum L.) in Tanjungsari, Sumedang Regency

Authors

  • Dewi Nurma Yanti Ningtyas Universitas Sali Al-Aitaam
  • Sheli Mustikasari Dewi Universitas Sali Al-Aitaam
  • Fahri Rijal Giffari Universitas Sali Al-Aitaam
  • Fauziah Zahra Ash Shidiq Universitas Sali Al-Aitaam
  • Adhi Irianto Mastur Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.30605/perbal.v14i1.8168

Keywords:

Bahan Pembenah Tanah, Efisiensi Pupuk Anorganik, Pupuk Hayati, Tanaman Sayur Kemangi

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sayuran segar yang banyak dikonsumsi. Di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, budidaya kemangi menghadapi hambatan berupa penurunan kualitas tanah dan rendahnya efisiensi pemupukan, sehingga hasil panen tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik hayati (POH) padat sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan bobot panen kemangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan: kontrol (A), 100% POH (B), POH + 25% dosis rekomendasi anorganik (C), POH + 50% dosis rekomendasi anorganik (D), POH + 100% dosis rekomendasi anorganik (E), dan 100% pupuk anorganik (F),masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan bobot panen. Hasil menunjukkan kombinasi POH dengan 50% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan optimal (tinggi 30,41 cm; bobot 27,32 g), lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol. Efektivitas ini terkait kontribusi mikroorganisme POH dalam meningkatkan ketersediaan hara, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, stimulasi fitohormon, serta perbaikan struktur tanah. Studi menyimpulkan penggunaan POH padat dengan 50% pupuk anorganik dapat meningkatkan hasil kemangi, efisiensi pemupukan, dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Basil (Ocimum basilicum L.) is an economically valuable crop widely consumed as a fresh vegetable. In Tanjungsari, Sumedang Regency, basil cultivation faces challenges including declining soil quality and low fertilizer use efficiency, resulting in suboptimal yields. This study aimed to evaluate the effect of solid Bio-Organic Fertilizer (BOF) as a soil conditioner on the growth and yield of basil. The experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments: control (A), 100% BOF (B), BOF + 25% recommended inorganic fertilizer (C), BOF + 50% recommended inorganic fertilizer (D), BOF + 75% recommended inorganic fertilizer (E), and 100% inorganic fertilizer (F), each replicated four times. Observed parameters included plant height and fresh weight. Results indicated that the combination of BOF with 50% inorganic fertilizer produced the highest growth and yield (30.41 cm height; 27.32 g fresh weight), outperforming other treatments and the control. This effectiveness is attributed to the contribution of BOF microorganisms in enhancing nutrient availability, nitrogen fixation, phosphate solubilization, phytohormone stimulation, and soil structure improvement. The study concludes that applying solid BOF with 50% inorganic fertilizer can increase basil yield, improve fertilizer use efficiency, and support sustainable agriculture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriliya, I., & Mulyawan, R. (2022). Utilization of Azotobacter as Bio-Fertilizer to Support Sustainable Agriculture. International Journal of Chemical and Biochemical Sciences, 21, 197–206.

Chaudhary, D., Narula, N., & Sindhu, S. S. (2013). Plant growth stimulation of wheat (Triticum aestivum L.) by inoculation of salinity tolerant Azotobacter strains. Physiol Mol Biol Plants, 19(December), 515–519. https://doi.org/10.1007/s12298-013-0178-2

Cruz-Hernández, M. A., Mendoza-Herrera, A., Bocanegra-García, V., & Rivera, G. (2022). Azospirillum spp. from plant growth-promoting bacteria to their use in bioremediation. Microorganisms, 10(5), 1057. https://doi.org/10.3390/microorganisms10051057.

Dewi, S. M., Ningtyas, D. N. Y., Septianugraha, R., Haqia, T. M., & Giffari, F. R. (2025). Pengaruh kombinasi penggunaan pupuk organik dan pupuk organik daun hayati terhadap produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L.). Bio Sains: Jurnal Ilmiah Biologi, 5(2), 1-11.

Dule, B. R., & Murdaningsih. (2017). Penggunaan auksin alami sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap pertumbuhan stek bibit jambu air (Syzygium samarangense). Agrica, 10(2), 52–61.

Gubali, H., Bahua, M. I., & Muasa, N. (2015). Uji efektivitas pupuk organik hayati (bioorganic fertilizer) untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Penelitian Dasar Keilmuan. Universitas Negeri Gorontalo.

Hoque, N., Imran, S., Hannan, A., Paul, N. C., Mahamud, A., Chakrobortty, J., Sarker, P., Irin, I. J., Brestic, M., & Rhaman, M. S. (2022). Organic amendments for mitigation of salinity stress in plants : a review. Life, 12(10), 1–2.

Jaffar, N. S., Jawan, R., & Chong, K. P. (2023) The potential of lactic acid bacteria in mediating the control of plant diseases and plant growth stimulation in crop production - A mini review. Front. Plant Sci. 13:1047945. doi: 10.3389/fpls.2022.1047945

Kalay, A. M., Kesaulya, H., & Talahaturuson, A. (2020). Aplikasi pupuk hayati konsorsium strain Bacillus sp dengan berbeda konsentrasi dan cara pemberian terhadap pertumbuhan bibit pala (Myristica fragrans Houtt). Agrologia, 9(1), 30-38.

Kholida, F. T., & Zulaika, E. (2015). Potensi Azotobacter sebagai penghasil hormon IAA (Indole-3-Acetic Acid). Jurnal Sains dan Seni ITS, 4(2), 4–6.

Marlina, N., Asmawati, A., Meidelima, D., Kalasari, R., Nunilahwati, H., Marlina, M., Rompas, J.P., Aminah, I.S., & Rosmiah, R. (2021). Application of biofertilizer on rice plants in Pangkalan Gelebak Village, Banyuasin Regency. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 2(1), 18-25.

Marlina, N., Gofar, N., Halim A., dan Rohim, A.M. (2014). Improvement of rice growth and productivity through balance application of inorganic and biofertilizers in inceptisol soil of lowland swamp area. Journal of Agricultural Science Agrivita, 36(1). 48-56.

Mastur, Syafaruddin, & Syakir, M. (2015). Peran dan pengelolaan hara nitrogen pada tanaman tebu untuk peningkatan produktivitas tebu. Perspektif, 14(2), 73–86.

Ningtyas, D. N. Y., Dewi, S. M., Giffari, F. R., & Septianugraha, R. (2025). Pengaruh jenis konsorsium bakteri pupuk hayati terhadap efisiensi pupuk anorganik dan produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Biogenerasi Jurnal Pendidikan Biologi, 10(2), 968-977.

Pathak, H. K., Chauhan, P. K., Seth, C. S., Dubey, G., & Upadhyay, S. K. (2024). Mechanistic and future prospects in rhizospheric engineering for agricultural contaminants removal, soil health restoration, and management of climate change stress. Science of The Total Environment, 927, 172116. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2024.172116

Pramudi, M. I. (2021). Mikroorganisme dan Perannya di Bidang Pertanian. Nuta Media.

Pratama, R., Santoso, B., & Handoko, T. (2023). Dampak penggunaan pupuk kimia jangka panjang terhadap kesehatan tanah di Indonesia. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 25(1), 12-20.

Rahmawati, S. (2023). Peran pembenah tanah organik terhadap ketersediaan air dan pertumbuhan sayuran daun. Jurnal Agroteknologi, 15(2), 112-125.

Rahmi. (2014). Kajian efektivitas mikroba Azotobacter sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Galung Tropika, 3(2), 44–53.

Revillas, J. J., Rodelas, B., Pozo, C., Martínez-Toledo, M. V., González-López, J. (2020). Production of B-group vitamins by two Azotobacter strains with phenolic compounds as sole carbon source under diazotrophic and adiazotrophic conditions. J Appl Microbiol. 89(3), 486-493. doi: 10.1046/j.1365-2672.2000.01139.x. PMID: 11021581.

Sari, M. K., & Wijaya, A. (2021). Potensi dan pengembangan budidaya tanaman aromatik sebagai komoditas unggulan hortikultura. jurnal produksi tanaman, 9(4), 301-310.

Sari, V.I. (2013). Peran Pupuk Organik dalam Meningkatkan Efektivitas Pupuk NPK pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Xie, J., Shi, H., Du, Z., Wang, T., Liu, X., & Chen, S. (2016). Comparative genomic and functional analysis reveal conservation of plant growth promoting traits in Paenibacillus polymyxa and its closely related species. Scientific Reports, 6, 21329. https://doi.org/10.1038/srep21329.

Yun, S., Anty, K., & Siregar, R. (2019). The effect of biofertilizer and inorganic fertilizer toward nutrient uptake in maize plant (Zea mays L.). Journal of Applied Agricultural Science and Technology, 3(2), 213–225.

Downloads

Published

2026-02-20