Pengaruh Tingkat Naungan Terhadap Karakter Agronomis Berbagai Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) Dataran Rendah

Effect of Shading Levels on Agronomic Characteristics of Various Shallot Varieties (Allium cepa L.) in Lowland Area

Authors

  • Ega Novitriyani Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Miftakhlul Bakhrir R.K Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Devie Rienzani Supriadi Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.30605/perbal.v14i1.8071

Keywords:

naungan, varietas, bawang merah, karakter agronomis

Abstract

Karakter agronomis bawang merah di dataran rendah sangat dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat, khususnya intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara tingkat naungan dan varietas terhadap karakter agronomis bawang merah serta menentukan interaksi perlakuan terbaik di dataran rendah Karawang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tingkat naungan sebagai petak utama (0%, 40%, dan 65%) dan varietas sebagai anak petak (Bima Brebes, Bauji, dan Tajuk), masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara tingkat naungan dan varietas terhadap tinggi tanaman umur 30 HST serta bobot basah dan bobot kering umbi. Naungan 65% pada varietas Tajuk menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dengan nilai rerata 29,30 cm pada usia 30 hst, sedangkan perlakuan tanpa naungan pada varietas Bauji memberikan hasil umbi tertinggi pada bobot basah umbi 10,79 g per petak dan bobot kering umbi 4,25 g per petak. Hasil ini menunjukkan bahwa respons agronomis bawang merah terhadap naungan sangat dipengaruhi oleh varietas.

The agronomic characteristics of shallot in lowland areas are strongly influenced by microclimatic conditions, particularly light intensity. This study aimed to examine the interaction between shading levels and varieties on the agronomic characteristics of shallot and to determine the best treatment interaction under lowland conditions in Karawang. The experiment was conducted from October to December 2025 using a split-plot design, with shading levels as the main plots (0%, 40%, and 65%) and varieties as subplots (Bima Brebes, Bauji, and Tajuk), each replicated three times. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed significant interactions between shading levels and varieties on plant height at 30 days after planting (DAP) as well as on fresh and dry bulb weight. Shading at 65% combined with the Tajuk variety produced the highest plant height, with an average value of 29.30 cm, while the treatment without shading combined with the Bauji variety resulted in the highest bulb yield, with a fresh bulb weight of 10.79 g per plot and a dry bulb weight of 4.25 g per plot. These findings indicate that the agronomic response of shallots to shading is strongly dependent on varietal differences.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, R., & Santri, I. P. (2025). Produksi bawang merah tumpangsari dengan cabai pada beberapa jarak tanam. Mesada: Journal of Innovative Research, 2(2), 993–999. https://doi.org/10.61253/JQ2Y3R15

Adetya, A., & Sidqi, I. F. (2024). Strategi kebijakan untuk mendukung stabilitas harga bawang merah. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 6(3), 1026–1031. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0603.1026-1031

Adinda, N. P. (2022). Viabilitas dan Vigor Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Pada Berbagai Konsentrasi Air Kelapa. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Afaf, S., Qadir, A., & Maharijaya, A. (2024). Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada berbagai jarak tanam dan dosis pupuk NPKMg: Jurnal Hortikultura Indonesia, 15(2), 62–69. https://doi.org/10.29244/jhi.15.2.62-69

Amalia, A. C., Mubarok, S., & Nuraini, A. (2022). Respons anggrek dendrobium terhadap perbedaan naungan dan aplikasi zat pengatur tumbuh. Kultivasi, 21(2), 127–134. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i2.35029

Alemu, D., Kitila, C., Garedew, W., Jule, L. T., Badassa, B., Nagaprasad, N., Seenivasan, V., Saka, A., & Ramaswamy, K. (2022). Growth, yield, and yield variables of onion (Allium cepa L.) varieties as influenced by plantspacing at DambiDollo, Western Ethiopia. Scientific Reports, 12(1), 20563-. https://doi.org/10.1038/s41598-022-24993-x

Ariska, N., Taufiq, T., Putra, I., & Latief, A. (2024). Efektivitas intensitas naungan dan POC air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascolonicum L.). Jurnal Pertanian Agros, 26(2), 811–820. https://doi.org/10.37159/JPA.V26I2.465

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Produksi Tanaman Sayuran - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia. (n.d.). Retrieved January 26, 2026, from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjEjMg==/production-of-vegetables.html

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Rata-Rata Konsumsi per Kapita Seminggu Beberapa Macam Bahan Makanan Penting, 2007-2024 - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia. (n.d.). Retrieved January 26, 2026, from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/OTUwIzE=/rata-rata-konsumsi-per-kapita-seminggu-beberapa-macam-bahan-makanan-penting--2007-2022.html

Daulay, A.G.R., Zainal, A., Satria, B., & Arnelio, R. (2025). Pengaruh tingkat intensitas cahaya matahari melalui naungan terhadap pertumbuhan bibit gambir (Uncaria gambir Roxb) Varietas Cubadak. Jagur Jurnal Agroteknologi, 7(2), 74–80. https://doi.org/10.25077/jagur.7.2.74-80.2025

Dewi, M. K. (2018). Pengaruh Tingkat Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bayam Merah (Amaranthus tricolor). Skripsi. Universitas Brawujaya. Malang.

Ekawati, R., Lestari, D., & Saputri, H. (2020). The effect of different shading level on growth and plant biomass character of dayak union (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI), 11(3), 221–230. https://doi.org/10.29244/JHI.11.3.221-230

Fitriansa, A. (2020). Pengaruh Kapur dan Rhizobium Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Skripsi. Universitas Islam Riau.

Gao, S., Liu, X., Liu, Y., Cao, B., Chen, Z., & Xu, K. (2020). Photosynthetic characteristics and chloroplast ultrastructure of welsh onion (Allium fistulosum L.) grown under different LED wavelengths. BMC Plant Biology, 20(1), 78. https://doi.org/10.1186/S12870-020-2282-0

Gedam, P. A., Shirsat, D. V., Arunachalam, T., Ghosh, S., Gawande, S. J., Mahajan, V., Gupta, A. J., & Singh, M. (2022). Screening of onion (Allium cepa L.) genotypes for waterlogging tolerance. Frontiers in Plant Science, 12, 727262. https://doi.org/10.3389/FPLS.2021.727262/BIBTEX

Gustiar, F., Ria, R. P., Marlina, M., Dedik, B., Anggraini, Y. (2024). Pengaruh naungan berlebih pada pertumbuhan dan hasil varietas kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Agrikultura, 35(3), 426–434. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v35i3.55563

Harahap, A. S., Luta, D. A., Sri, D., & Sitepu, M. B. (2022). Karakteristik agronomi beberapa varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) dataran rendah. Proseding, 287–296. http://www.journal.uniba.ac.id/index.php/PSD/article/view/372

Izdiha, F. V., & Herlina, N. D. (2025). Kajian tingkat naungan paranet dan jumlah pemberian air terhadap lingkungan mikro, pertumbuhan, dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) di dataran menengah. Plantropica: Journal of Agricultural Science, 10(2), 160–169. https://doi.org/10.21776/

Karo, B. (2020). Observasi dan adaptasi 10 varietas bawang merah (Allium cepa) di berastagi dataran tinggi basah. Jurnal Agroteknosains, 4(2), 1–9. https://doi.org/10.36764/JA.V4I2.379

Maghfiratika, M., Suriyanti, S., & Haris, A. (2023). Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas tajuk pada berbagai dosis pupuk kandang ayam dan dosis KNO3. AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Peranian, 4(3), 309–316. https://doi.org/10.33096/AGROTEKMAS.V4I3.399

Maulana, Y. R., Purnawanto, A. M., & Budi, P. G. (2023). Pengaruh bobot bibit dan perbedaan dosis pupuk nitrogen pada umur yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 135–142. https://doi.org/10.30595/pspfs.v5i.714

Maulana, F., Azizah, E., & Supriadi, D. R. (2024). Pengaruh beberapa varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) di dataran rendah Kabupaten Karawang. Jurnal Agrotech, 14(2), 70–75. https://doi.org/10.31970/AGROTECH.V14I2.171

Nurhermawati, R., Supena, N., & Arif, M. (2023). Partisi asimilat pada buah kelapa sawit dan kaitannya dengan kapasitas source dan sink. Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 28(3), 132–145. https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v28i3.121

Prathama, M., Santosa, E., & Dinurrohman Susila, A. (2025). Efektivitas dan efisiensi mulsa polyethylene terhadap produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Lahan Kering. Jurnal Hortikultura Indonesia, 16(1), 9–16. https://doi.org/10.29244/jhi.16.1.9-16

Pulungan, A. S., Lahay, R. R., & Purba, E. (2018). Pengaruh waktu pemberian dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Jurnal Agroteknologi, 6(1), 1–6. https://doi.org/10.32734/JA.V6I1.2516

Rosmiati, R., Dasipah, E., Permana, N. S., & Permana, N. S. (2024). Analisis tingkat elastisitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan komoditas bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kota Bandung (Suatu kasus pada konsumen bawang merah di Pasar Induk Caringin). OrchidAgri, 4(2), 32–45. https://doi.org/10.35138/ORCHIDAGRI.V4I2.815

Sartika, D. (2023). Pengaruh Trichokompos dan Waktu Tanam Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dan Terung Ungu (Solanum melongena L.) Secara Tumpang Sari. Skripsi. Universitas Islam Riau.

Shalihah, W. D., Subardja, V. O., & Agustini, R. Y. (2024). Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada tanah ultisol akibat kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair dan NPK. Jurnal Agrotech, 14(1), 35–42. https://doi.org/10.31970/AGROTECH.V14I1.159

Sianipar, V. N. (2022). Respons pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap limbah solid (CPO) serta pupuk NPK organik. Tesis. Universitas Islam Riau.

Widia, W., Balaningrum, R. I. F., Wahyuni, S., Utami, K. J., & Saksono, H. (2024). Pengembangan bisnis sektor pertanian melalui pemanfaatan data produksi bawang merah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi, 1(1), 31–39. https://doi.org/10.63892/aletheia.1.2024.31-39

Yufdy, P. (2015). Efektivitas pengelolaan pupuk organik, NPK, dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Jurnal Hortikultura, 25(3), 208–221. https://doi.org/10.21082/JHORT.V25N3.2015.P208-221

Yustiningsih, M. (2019). Intensitas cahaya dan efisiensi fotosintesis pada tanaman naungan dan tanaman terpapar cahaya langsung. Bio-Edu: Jurnal Pendidikan Biologi, 4(2), 44–49. https://doi.org/10.32938/JBE.V4I2.385

Zebua, H. P., Halawa, H. J., Hulu, S. A. K., Zebua, S. N., Mendrofa, P. Z. (2026). Pengaruh naungan terhadap aktivitas fotosintesis dan hasil produksi tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Ilmu Agroteknologi Indonesia, 2(1), 33–38.

Downloads

Published

2026-02-16