Resiliensi Petani Kemiri di Desa Kaseralau Kecematan Batulappa Kabupaten Pinrang: Adaptasi Terhadap Tantangan di Era Modern
Resilience of Candlenut Farmers in Kaseralau Village, Batulappa District, Pinrang Regency: Adapting to Chalengesin the Modern Era
DOI:
https://doi.org/10.30605/perbal.v14i1.8029Keywords:
Petani Kemiri, Adaptasi, Ketahanan Ekonomi, Perubahan Sosial, ResiliansiAbstract
Petani Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa konversi lahan, dominasi petani kecil, kerugian pascapanen, krisis regenerasi pemuda, dan dampak ekstrem perubahan iklim. Penelitian ini menganalisis resiliensi petani kemiri (Aleuritas maluccana) di Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang melalui pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data November 2025–Januari 2026 menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan petani kemiri aktif, tokoh masyarakat, pejabat desa, serta penyuluh pertanian. Hasil menunjukkan petani memiliki pengalaman bertani 31 tahun dengan pengetahuan lokal yang kuat, namun pendapatan rumah tangga bulanan rata-rata Rp1,2 juta tidak mencukupi kebutuhan dasar sehingga strategi adaptasi utama dilakukan melalui diversifikasi tanam jagung yang menghasilkan Rp10 juta per musim. Tantangan utama meliputi fluktuasi harga, perubahan iklim berupa kenaikan suhu 0,4–0,8 °C dan pola curah hujan tidak menentu, serta keterbatasan teknologi pengupas kulit kemiri manual. Resiliensi sosiokultural yang berbasis transmisi pengetahuan antargenerasi dan solidaritas komunitas terbukti tangguh, namun resiliensi ekonomi masih lemah signifikan. Praktik pengolahan manual di Kaseralau serupa dengan petani kemiri lainnya. Penguatan institusi, adopsi teknologi tepat guna, peningkatan akses pasar, dan kemitraan pengolahan menjadi prasyarat esensial transformasi resiliensi petani menuju kemakmuran rumah tangga berkelanjutan dan kemajuan sistem pertanian kemiri.
Indonesian farmers face multidimensional challenges, including land conversion, smallholder dominance, post-harvest losses, youth regeneration crisis, and extreme climate change impacts. This study analyzes resilience dynamics of candlenut (Aleuritas maluccana) farmers in Kaseralau Village, Batulappa District, Pinrang Regency using a qualitative case study approach with data collection from November 2025 to January 2026 through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving active candlenut farmers, community leaders, village officials, and agricultural extension workers. Findings reveal farmers possess 31 years farming experience with strong local knowledge systems yet average monthly household income of IDR 1.2 million proves insufficient for basic needs, prompting primary adaptation strategy through corn diversification, yielding IDR 10 million per season. Major challenges encompass price volatility, climate change effects, evidenced by 0.4-0.8°C temperature increase and erratic rainfall patterns, and limitations in manual candlenut peeling technology. Sociocultural resilience based on intergenerational knowledge transmission and community solidarity has proven resilient, but economic resilience remains significantly weak. Manual processing practices in Kaseralau are similar to those of other candlenut farmers. Strengthening institutions, adopting appropriate technology, improving market access, and developing processing partnerships are essential prerequisites for transforming farmer resilience toward sustainable household prosperity and advancing the candlenut farming system.
Downloads
References
Ainina, S., Mutisari, R., Koerniawati, T., & Meitasari, D. (2025). Pengaruh strategi adaptasi perubahan iklim terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 9(3), 899–918.
Armas, H., Rahim, M., & Sari, D. (2020). Adaptasi petani terhadap sistem agroforestri berbasis kemiri di wilayah tropis. Jurnal Penelitian Sosial dan Pertanian, 12(3), 211–224.
Damanhuri, Muspita, R. M. D. U., & Setyohadi, D. P. S. (2017). Pengembangan diversifikasi usaha tani sebagai penguatan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro, Tulungagung, dan Ponorogo. Jurnal Cakrawala, 11(1), 33–47.
Gulo, G. B., Harefa, R. A., Sihotang, J., & Tampubolon, J. (2023). Analisis Fluktuasi Harga dan Elastisitas Transmisi Harga Bawang Merah di Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 4(1), 17–26.
Hammada, M. A. S. (2024). Tantangan pertanian berkelanjutan di Indonesia : suatu tinjauan lingkungan hidup. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(2).
Harahap, A. A., Tambun, I. F., Siregar, F. P., & Al-Syafiq, M. Z., & Arika, T. D. (2025). Analisa faktor yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam diversifikasi usaha tani. Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian, 8, 112–120.
Haslinda, H., Irmayani, I., Ambar, A. A., & Putera, R. (2024). Strengthening local values of arabica coffee farming in the rural area of Mount Latimojong, South Sulawesi. Jurnal Agrikan: Kajian Ilmu-Ilmu Pertanian, 6(2), 330–338.
Husaini, Ishar, Arrozi, A. M., Andriani, R., & Rahly, F. (2024). Resiliensi komunitas petani kopi arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh pada masa pandemi Covid-19. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(2), 161–170. https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.161-170
Marzuki, M.Busrah, & Mirwan. (2022). Peqguruang: Conference Series. Journal Penggurang : Conference Series, 4(1).
Muspida. (2008). Kearifan lokal dalam pengelolaan hutan kemiri rakyat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 3(2), 111–234.
Nurwenda, B. (2024). Analisis dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan petani jagung lokal di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. INNOVATIVE : Journal Of Social Science Research, 4(4), 8550–8566.
Pranowo, S., Hidayat, R., & Wulandari, N. (2016). Pengembangan komoditas kemiri di Indonesia: Tantangan dan prospek. Jurnal Pembangunan Pertanian Berkelanjutan, 8(2), 133–142.
Raisa, D. M., Fadilah Nurdin, Astaman, P., Sirajuddin, S. N., & Abdullah, A. (2022). Faktor-faktor yang menghambat adopsi teknologi pupuk organik padat (POP) pada peternak sapi potong. Jurnal Peternakan Lokal, 4(1), 28–34.
Rismiyati, R. (2016). Strategi diversifikasi usaha tani dalam peningkatan ketahanan ekonomi petani. Jurnal Agribisnis Indonesia, 4(1), 44–53.
Wajdi, M., Ashar, & Nurdiyanti. (2023). Diversifikasi kemiri (Aleurites moluccanus) dalam rangka peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Bone. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 628–634.
Waliyullah. R. A. I., Putri, K. M., Ihsan, M. N., & Wati, D. R. (2025). Tren dan dampak penelitian diversifikasi pertanian di Indonesia: Analisis bibliometrik. AGRITECH: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 27(1), 30–41. https://doi.org/10.30595/agritech.v27i1.24749
Wisnawa, I. K., Suardana, I., & Laksmi, A. A. (2025). Kepercayaan petani terhadap inovasi teknologi pertanian di Indonesia Timur. Jurnal Sosiohumaniora Pertanian, 14(2), 89–102.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sukmawati Sukmawati, Irmayani Irmayani, Abd Rahim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.










