Strategi Cercaan melalui Umpatan dalam Komentar Media Sosial: Tinjauan Pragmatik atas Isu Cultural Appropriation di Genshin Impact
DOI: https://doi.org/10.30605/3av68042
pragmatik; umpatan; strategi cercaan; cultural appropriation; Genshin Impact
Abstract
Media sosial menjadi ruang diskusi yang memungkinkan pengguna dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa berinteraksi, termasuk dalam membahas isu-isu kontroversial pada komunitas game. Salah satu perdebatan yang menarik perhatian publik muncul setelah artikel IGN mengenai tuduhan cultural appropriation dalam Genshin Impact, yang memicu munculnya berbagai komentar berisi umpatan sebagai bentuk dukungan maupun penolakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori umpatan yang digunakan serta menganalisis strategi cercaan yang muncul dalam kolom komentar terkait isu tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah komentar pada unggahan IGN tanggal 16 Juli 2024 dianalisis menggunakan klasifikasi tema umpatan Magnus Ljung (2011) dan strategi cercaan Nicolás Lo Guercio (dalam Orlando & Saab, 2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 225 tuturan umpatan yang ditemukan, sebanyak 56 data berkaitan langsung dengan isu cultural appropriation. Tema umpatan yang paling dominan adalah Sexual Activity Theme (37,5%), diikuti Scatological Theme (35,7%) dan Minor Theme (17,8%). Dari 56 data tersebut, 36 di antaranya berfungsi sebagai cercaan. Strategi yang paling banyak digunakan ialah Attack/Assault (44,4%), diikuti Authoritative Subordinating Speech (36,1%) dan Propaganda (19,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa umpatan dalam diskursus media sosial tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi emosi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai strategi pragmatik untuk menyerang, merendahkan, dan mendelegitimasi individu maupun kelompok dalam perdebatan mengenai cultural appropriation.
Downloads
References
Al Hakim, Z. A., & Aviandy, M. (2026). Dari 'Kaum Rahim Anget' hingga 'The Nuruls': Labeling Seksis terhadap Perempuan di Media Sosial. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 12(1), 100–117. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7690
Amalia, F., & Suhandano, S. (2023). Multimodalitas dalam unggahan di Twitter yang dianggap mengandung pelecehan seksual. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 781–794. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.682
Amin, N. M. (2021). English profanity on social media: Linguistic preferences and reasons for use (pp. 388–396). https://doi.org/10.15405/epsbs.2021.06.02.50
Augoustinos, M. (Ed.). (2002). Understanding prejudice, racism and social conflict. SAGE Publications.
Burhamzah, M., et al. (2026). Intercultural Communication: Tantangan dan Strategi dalam Era Globalisasi. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 12(1), 763–777. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7300
Dewi, C. F., & Saifullah, A. R. (2026). Analisis Kaidah Kebahasaan Utas (Thread) pada Media Sosial X sebagai Bentuk Pemanfaatan Bahan Ajar Teks Eksposisi. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 12(2), 1300–1311. https://doi.org/10.30605/ycxdgv39
Febriani, W. P., et al. (2025). Analisis Tindak Tutur pada Iklan Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial Twitter X. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 3218–3230. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.6206
Gauthier, M., & Guille, A. (2017). Gender and age differences in swearing: A corpus study of Twitter. In K. Beers Fägersten & K. Stapleton (Eds.), Pragmatics & Beyond New Series (Vol. 282, pp. 137–157). John Benjamins Publishing Company. https://doi.org/10.1075/pbns.282.07gau
Hasanah, U., et al. (2021). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial Instagram. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 7(2), 411–424. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i2.1255
Kasmantoni, K., & Putra, P. P. (2023). Analisis perspektif kritis generasi Z terhadap wacana pada media sosial. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 681–696. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.698
Laksita, T. P., Amilia, F., & Mijianti, Y. (2025). Penggunaan umpatan pada player game Mobile Legends.
Ljung, M. (2011). Swearing: A cross-cultural linguistic study. Palgrave Macmillan.
Love, R. (2021). Swearing in informal spoken English: 1990s–2010s. Text & Talk, 41(5–6), 739–762. https://doi.org/10.1515/text-2020-0051
Nabila, A. H. N., & Fatmawati. (2022). Kesantunan Tuturan Interogatif dalam Talkshow Kick Andy Ada Apa dengan Luhut di Youtube. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 8(2), 749–759. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1979
Ningsih, R., & Fatmawati, F. (2024). Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(1), 215–224. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3167
Nova, I. F., & Winarti, D. (2024). Ungkapan marah dalam komunitas marah-marah di media sosial X (Kajian sosio-pragmatik). Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(4), 749–760. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1124
Nurfitri, R., et al. (2026). Ketidaksantunan Berbahasa dalam Interaksi Netizen dan Grok AI pada Platform X: Kajian Pragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7357
Nurhawara, N., et al. (2022). Strategi Kesantunan Pemain Game dalam Saluran Youtube "Jess No Limit". Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 8(1), 63–76. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i1.1571
Orlando, E., & Saab, A. (2021). Slurs and expressivity.
Rahmayanti, I., & Fajar, A. (2020). Sosiopragmatik imperatif iklan pada media sosial. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1), 79–86. https://doi.org/10.30872/diglosia.v3i1.37
Sari, M., et al. (2025). Transformasi An-Naht dalam Identitas Linguistik Muslim Multibahasa: Studi Kasus Media Sosial. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(4), 4408–4425. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.7193
Triadi, R. B. (2017). Penggunaan makian bahasa Indonesia pada media sosial (Kajian sosiolinguistik).
Utoro, D. Y. S., Susetyo, S., & Ariesta, R. (2020). Kekerasan verbal dalam media sosial Facebook. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 3(2), 150–166. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2.1013
Young, J. O. (2008). Cultural appropriation and the arts. Blackwell Publishing.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Arif Rahman Ihsan, Prihantoro Prihantoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







