Citra Perempuan pada Puisi Laa Tuhsabina Jamilah dan Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57: Kajian Sastra Bandingan

DOI: https://doi.org/10.30605/jcpr0103

Authors

citra perempuan, sastra bandingan, puisi cinta, Nizar Qabbani, WS Rendra

Abstract

Penelitian ini mengkaji citra perempuan dalam dua puisi cinta, “Laa Tuhsabina Jamilah” karya Nizar Qabbani dan “Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57” karya WS Rendra, dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Kedua penyair secara konsisten mengeksplorasi tema perempuan dan cinta, menghadirkan sosok perempuan yang menyimpang dari standar kecantikan konvensional namun memiliki daya tarik yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif melalui tiga tahap yaitu deskripsi, komparasi, dan sintesis, dengan fokus pada citra perempuan dari segi aspek fisik, psikis, dan social. Data dikumpulkan melalui pembacaan cermat terhadap kedua puisi, mengidentifikasi unsur unsur tekstual yang merepresentasikan citra perempuan, kemudia mengklasifikasikannya ke dalam ketiga aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, kedua penyair menolak standar kecantikan konvensional dengan secara jujur mengakui ketidaksempurnaan perempuan sekaligus menemukan daya tarik sejatinya yang tercermin dalam metafora sensoris abstrak Qabbani seperti aroma anggur dan wangi jeruk, dibandingkan dengan penggambaran konkret Rendra atas kelemahan kelemahan fisik. Secara psikologis, kedua penyair sama sama mengakui kompleksitas kepribadian perempuan yang berlapis dan paradoksal, menggambarkan sifat sifat yang saling bertentangan serta dualitas antara keanggunan lahiriah dan kerapuhan batiniah. Secara sosial keduanya menolak stereotip patriarkal, Qabbani menolak konstruksi femme fatale, sementara Rendra menolak idealisme yang tidak realistis sekaligus mengangkat perempuan dari sekadar objek cinta menjadi subjek pemaknaan yang melampaui kehidupan individu. Meskipun berakar pada tradisi budaya yang berbeda, kedua penyair memiliki visi yang serupa mengenai citra perempuan dengan perbedaan utama terletak pada gaya ekspresi, yakni Qabbani melalui pendekatan yang sensual dan bernuansa sufistik mengikuti tradisi puisi Arab, sedangkan Rendra melalui gaya yang reflektif dan filosofis yang berakar pada tradisi puisi modern Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggradinata, L. P. (2020). Model Kajian Sastra Bandingan Berperspektif Lintas Budaya (Studi Kasus Penelitian Sastra Di Asia Tenggara). Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Indonesia, 2(2).

Asqi, N., & Febriani, V. (2021). Kondisi Perempuan Dalam Bait Puisi“ Kitab Al-hubb” Karya Nizar Qabbani (Analisis Semiotika Riffaterre). Al-Fathin: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.32332/al-fathin.v4i01.3028

Basyayif, S., & Tasnimah, T. M. (2025). Makna Cinta dalam Puisi Nizar Qabbani dan Chairil Anwar: Kajian Sastra Bandingan. Middle Eastern Culture & Religion Issues, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/mecri.v4i1.21015

Damayanti, S. (2016). Perempuan dalam Puisi Cinta Shuntaro Tanikawa dan W.S. Rendra: Sebuah Kajian Sastra Bandingan. Jurnal Triton Pendidikan, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.30862/JTP.V1I1.791

Damono, S. D. (2005). Pegangan penelitian sastra bandingan. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS (center for academic publishing service).

Fatimah, D. S., Sadiah, S. H., & Pramandhika, R. B. (2019). Analisis Makna Pada Puisi “Kamus Kecil” Karya Joko Pinorbo Menggunakan Pendekatan Semiotika. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(5).

Hayati, D. L., & Syafaah, D. (2022). Sosok Perempuan Dalam Puisi “Asyhadu An Lâ Imra’ata Illâ Anti” Karya Nizar Qabbani. Tsaqofiya : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.21154/tsaqofiya.v4i1.84

Hizbullah, A., & Tasnimah, T. M. (2024). Potret Perempuan dalam Puisi Cinta W.S. Rendra dan Nizar Qabbani: Sebuah Kajian Sastra Bandingan. `A Jamiy : Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 13(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.13.1.164-177.2024

Laila, N. (2025). Citra Perempuan Dalam Puisi Innaha Mar’ah Karya Nizar Qabbani (Analisis Semiotika Michael Riffaterre).

Margareta, B., Effendy, C., & Martono, M. (2022). Citraan Dalam Antologi “Puisi-Puisi Cinta” Karya W.S. Rendra. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(3). https://doi.org/https://doi.org/10.26418/jppk.v11i3.53282

Mayasari, G. H. (2016). Meneropong Teori Sastra Bandingan pada Buku Metodologi Penelitian Sastra Bandingan. Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra, 4(2). https://doi.org/10.26610/metasastra.2011.v4i2.208-2011

Mulyadi, B. (2018). Menyibak Citra Perempuan Dalam Cerpen “Maria “ ( Sebuah Kajian Sastra Feminisme ). HUMANIKA, 25(2). https://doi.org/https://doi.org/10.14710/humanika.v25i2.20761

Pujiati, H., Usia, K. F., & Herdianti, I. A. (2018). Makna Cinta Dalam Kumpulan Puisi W.S Rendra. Asas: Jurnal Sastra, 7(2). https://doi.org/10.24114/ajs.v7i2.10015

Qabbani, N. (2018). Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau. Diterjemahkan oleh Musyfiqur Rahman. Yogyakarta: Basabasi.

Rahim, A. A. (2022). Puisi Asyhadu An Lā Imroatan Illa Anti Karya Nizar Qabbani (Analisis Semiotik Riffaterre). Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 28(2). https://doi.org/10.30631/nazharat.v28i2.62

Remak, H. (1961). Comparative Literature: Its Definition and Function. In Comparative Literature: Method and Perspective (P. S. Newton & F. Horst, eds.). Carbondale: Southern Illinois University Press.

Rendra, W. (2015). Potret Pembangunan dalam Puisi. Jakarta: Pustaka Jaya.

Srineni, S., & Sulastri, A. (2023). Makna Romansa pada Antologi “Puisi-Puisi Cinta” Karya W.S. Rendra dengan Pendekatan Semiotika. Literature Research Journal, 1(1).

Sugihastuti. (2000). Wanita Di Mata Wanita; Perspektif Sajak-Sajak Toeti Heraty Sugiharti. Bandung: Nuansa Cendekia.

Suryaningsih, I., & Sugito, M. S. (2023). Sastra Arab Bandingan: Potret Karya Antar Negara, Budaya Dan Peradaban.

Vana, J. (2020). Theorizing The Social Through Literary Fiction: For a New Sociology of Literature (Vol. 14). Sage Journals.

Wandira, A., Rokhmansyah, A., & Hanum, I. S. (2021). Citra Perempuan Dalam Kumpulan Puisi Ibu Mendulang Anak Berlari Karya Cyntha Hariadi. Kandai, 17(1).

Published

2026-08-21

How to Cite

Citra Perempuan pada Puisi Laa Tuhsabina Jamilah dan Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57: Kajian Sastra Bandingan. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 2469-2484. https://doi.org/10.30605/jcpr0103