Jejak Budaya di Balik Nama Toko di Wilayah Tuparev, Karawang

DOI: https://doi.org/10.30605/hyxesa20

Authors

denotasi, konotasi, papan nama toko, semiotika Barthes, lanskap linguistik, Karawang

Abstract

Kajian lanskap linguistik di Indonesia umumnya berhenti pada deskripsi distribusi bahasa dan belum banyak membedah lapisan makna ideologis di balik pilihan nama toko, terutama di kawasan perdagangan skala menengah seperti Karawang; celah inilah yang mendasari penelitian ini. Penelitian ini mengkaji makna denotatif dan konotatif tanda-tanda kebahasaan pada papan nama toko di kawasan Jalan Tuparev, Karawang. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dua tingkat (denotasi dan konotasi), penelitian ini menganalisis 34 papan nama toko yang dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pemilik toko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mendominasi penggunaan bahasa pada papan nama (55,88%), diikuti oleh campur kode Indonesia–Inggris (26,47%), bahasa Inggris murni (8,82%), bahasa Tionghoa (5,88%), dan campur kode Indonesia–Angka (2,94%). Pada tataran denotatif, papan nama berfungsi sebagai penanda produk, lokasi, dan identitas pemilik. Pada tataran konotatif, ditemukan nilai-nilai yang lebih kompleks, meliputi: (1) identitas etnis dan kultural, khususnya pada toko Tionghoa dan toko dengan nama berbahasa asing; (2) aspirasi sosial dan ekonomi melalui penggunaan metafora kemewahan seperti “Istana” dan “Boss”; (3) nilai religiositas dan doa melalui pemilihan nama yang mengandung harapan; (4) dinamika budaya pop dan pengaruh era yang tercermin pada nama-nama yang terinspirasi peristiwa viral pada masanya; serta (5) strategi pemasaran berbasis ideologi bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa papan nama toko bukan sekadar penanda komersial, melainkan merupakan ruang semiotis yang merekam ideologi, memori sosial, dan negosiasi identitas komunitas pedagang di Karawang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artawa, K., Mulyanah, A., Atmawati, D., Paramarta, I. M. S., Satyawati, M. S., & Purnawati, K. W. (2023). Language Choice and Multilingualism on Restaurant Signs: A Linguistic Landscape Analysis. International Journal of Society, Culture and Language, 11(3), 258–271. https://doi.org/10.22034/ijscl.2023.2007382.3106

Azzahra, A. Y., & Sugiharti, D. R. (2026). Exploring the Linguistic Landscape of Public Signs in Jalan Tunjungan Surabaya. Journal of Communication in Scientific Inquiry (JCSI), 8(1), 11–23. https://ejournal.unimap.edu.my/index.php/jcsi/article/view/2859

Barthes, R. (1968). Elements of Semiology. Hill and Wang.

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.

Ben-Rafael, E., Shohamy, E., Amara, M. H., & Trumper-Hecht, N. (2006). Linguistic Landscape as Symbolic Construction of the Public Space: The Case of Israel. International Journal of Multilingualism, 3(1), 7–30. https://doi.org/10.1080/14790710608668383

Birnie-Smith, J. (2022). Investigating Structure and Agency in Chinese Indonesians’ Identity Work. Journal of Linguistic Anthropology, 32(3), 561–584. https://doi.org/10.1111/jola.12375

Buang, B. bin. (2000). Pop Yeh Yeh music in Singapore, 1963–1971 [Academic exercise]. National University of Singapore; dikutip dalam National Library Board Singapore, Pop Yeh Yeh. https://www.nlb.gov.sg/main/api/MusicDetailPage/ViewPdf?resourceUuid=134d0357-edd8-49b9-b0e8-5784bb4c2546

Davari, A., Iyer, P., & Guzmán, F. (2017). Determinants of Brand Resurrection Movements: Why Consumers Want Dead Brands Back? European Journal of Marketing, 51(11/12), 1896–1917. https://doi.org/10.1108/EJM-02-2016-0096

Eliza, A. N., Hadiutomo, D. A., & Faiza, E. (2025). A Linguistic Landscape Study in Kya Kya Surabaya, Indonesia. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 8(1), 36–45. https://doi.org/10.34050/els-jish.v8i1.42833

Hosain, M. S. (2021). Branding ``Halal’’: Application of a Certain Religious Emotion to Attract a Specific Customer Segment. PSU Research Review, 5(3), 195–200. https://doi.org/10.1108/PRR-12-2020-0043

Khazanah, D., Sampurna, H., Kusumaningputri, R., Setiarini, R., & Supiastutik, S. (2021). A Linguistic Landscape Study of English in Yogyakarta: Its Representation of Power in Commercial Boards. English Language, Literature, and Teaching (ELLITE), 6(2), 92–102. https://doi.org/10.32528/ellite.v6i2.6380

Kompaspedia. (2021, 30 September). Neil Armstrong, Apollo 11, dan pijakan kaki pertama di Bulan. https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/neil-armstrong-apollo-11-dan-pijakan-kaki-pertama-di-bulan

Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic Landscape and Ethnolinguistic Vitality: An Empirical Study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002

Ramadhan, B. (2020, 3 April). Flashback Bandung Raya juara Liga Indonesia 1995–1996: Momen keemasan yang berakhir getir. Bola.com. https://www.bola.com/indonesia/read/4217796/

Shang, G., & Zhao, S. (2017). Bottom-up Multilingualism in Singapore: Code Choice on Shop Signs. English Today, 33(3), 8–14. https://doi.org/10.1017/S026607841600047X

Sudarmanto, B. A., Wahyuni, T., Aji, E. N. W., Murdowo, D. A., Hendrastuti, R., Artawa, K., & Benu, N. N. (2023). The Languages on the Border of Indonesia and Timor Leste: A Linguistic Landscape Study. Cogent Arts & Humanities, 10(2), 2273145. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2273145

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Duta Wacana University Press.

Sumarlam, Purnanto, D., & Ardhian, D. (2020). Linguistic Landscape of Food Stall and Restaurant Names: A Supply Chain Management of Halal Food in Malang City, Indonesia. International Journal of Supply Chain Management, 9(2), 700–705. https://ojs.excelingtech.co.uk/index.php/IJSCM/article/view/4680

Published

2026-08-01

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Jejak Budaya di Balik Nama Toko di Wilayah Tuparev, Karawang. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 2272-2284. https://doi.org/10.30605/hyxesa20