Lanskap Linguistik Plang Usaha Kuliner di Kawasan Bisnis Manado

DOI: https://doi.org/10.30605/0gcm0x41

Authors

Lanskap Linguistik, plang usaha kuliner, Manado

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa pada plang usaha kuliner di kawasan bisnis Megamas Manado melalui pendekatan Lanskap Linguistik atau studi mengenai penggunaan bahasa pada ruang publik. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa gambar atau foto plang usaha kuliner. Data tersebut diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dengan cara mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Data yang terkumpul diklasifikasikan berdasarkan variasi atau pola kombinasi bahasa yang terdapat pada plang tersebut. Data dianalisis berdasarkan bentuk aspek lingual, yakni kata dasar, kata berimbuhan, frasa, dan klausa. Selanjutnya dideskripsikan makna denotatif, konotatif, dan diakhiri dengan penjelasan fungsi informasional dan fungsi simbolik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 95 tanda bahasa yang terdiri atas 46 tanda variasi monolingual, 29 tanda variasi bilingual, dan 20 tanda variasi multilingual. Tanda-tanda bahasa tersebut terdiri atas kata dasar dan kata berimbuhan yang membentuk frasa dan klausa. Beberapa tanda bahasa memperlihatkan permainan bahasa seperti abreviasi, gabungan kata, serta plesetan bunyi. Adapun tanda-tanda bahasa tersebut memperlihatkan fungsi informasional dan simbol identitas serta kebudayaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, H. Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Alfien, M., & Rakhmawati, A. (2024). Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Wilayah Indramayu: Kajian Lanskap Linguistik. Indonesian Language Education and Literature, 10, 213. https://doi.org/10.24235/ileal.v10i1.17999

Asmawati, A. Z., Tahira, N., Putri, L. S., Hartani, M., & Fajriani, S. W. (2025). Komodifikasi Identitas di Era Digital: Studi Literatur tentang Personal Branding di Media Sosial: J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 1344–1354. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11947

Ayatrohaedi. (1979). Dialektologi: Sebuah Pengantar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ben-Rafael, E., Shohamy, E., Hasan Amara, M., & Trumper-Hecht, N. (2006). Linguistic Landscape as Symbolic Construction of the Public Space: The Case of Israel. International Journal of Multilingualism, 3(1), 7–30. https://doi.org/10.1080/14790710608668383

Crystal, D. (1998). Language Play. Penguin Books.

Faridah, F., Harahap, H. F., Fithriani, R., & Mukminin, A. (2026). Politics, economics, and identity: Mapping a virtual linguistics landscape in Indonesia. Power and Education, 17577438261430823. https://doi.org/10.1177/17577438261430823

Hariyanto, D., Dharma, F. A., & Amalia, F. P. (2025). Komodifikasi Bahasa Lokal Sebagai Simulakra: Studi Kasus Pojok Kampung JTV. ETTISAL : Journal of Communication, 10(1), 45–61.

Herliana, M., & Sudaryanto, M. S. M. (2026). Tanda Linguistik Lanskap Pecinan: Studi Kasus pada Artefak Budaya Kota Semarang. SPHOTA: Jurnal Linguistik Dan Sastra, 18(1), 60–78. https://doi.org/10.36733/sphota.v18i1.13017

Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic Landscape and Ethnolinguistic Vitality: An Empirical Study. 16(1), 23–49.

Makasambe, J., Pandean, M. L. M., & Ranuntu, G. (2024). Lanskap linguistik di kelurahan Bahu kota Manado. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7, 637–654. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1028

Martins, A., & Gomes, A. (2025). Multilingualism In Advertising: A Linguistic Landscape Study At Timor Plaza, Dili, Timor-Leste. Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching, 9(2), 1065–1075. (Advertising signs at Timor Plaza; Shop owners and managers; Multilingual urban community). https://doi.org/10.30743/ll.v1i1.12066

Muniroh, S. (2016). Analisis Praktik Komodifikasi Bahasa Motivator Dalam Acara Seminar Motivasi Berbayar. Paradigma, 4(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/16425

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Harfa Creative.

Parengkuan, D. K. S., Imbang, D., & Ranuntu, G. C. (2024). Penggunaan Tanda Bahasa dalam Ruang Publik Pusat Perbalanjaan di Kota Manado. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 2717–2726. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3922

Pennycook, A. (2017). Translanguaging and Semiotic Assemblages. International Journal of Multilingualism. International Journal of Multilingualism, 14(3), 269–282. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/14790718.2017.1315810

Putikadyanto, A. P. A., Alatas, M. A., Albaburrahim, A., & Junjunan, M. I. (2024). Multilingualisme dan Kesetiaan Berbahasa Indonesia: Studi Lanskap Linguistik di Ruang Publik Pamekasan, Madura. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 13(1), 58–70. https://doi.org/10.26499/rnh.v13i1.4584

Putri, A. Y., Purnomo, M. E., Sholikhah, H. A., & Salsabila, N. (2025). Dinamika Multibahasa di Ruang Publik Kota Palembang sebagai Cerminan Identitas dan Globalisasi: Kajian Lanskap Linguistik. Linguistik Indonesia, 43(2), 361–375. https://doi.org/10.26499/li.v43i2.832

Puzey, G. (2016). Linguistic Landscapes. Dalam C. Hough (Ed.), The Oxford Handbook of Names and Naming (hlm. 395–411). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199656431.013.16

Riandi, R., & Nupus, H. (2022). Kebijakan Bahasa dalam Lanskap Linguistik di Era Super-Diversity: Bahasa Asing (Bahasa Inggris) di Ruang Publik. MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2), 278–283. https://doi.org/10.30653/003.202282.238

Rohmah, Z., & Widya Nur Wijayanti, E. (2023). Linguistic landscape of Mojosari: Language policy, language vitality and commodification of language. Cogent Arts & Humanities, 10(2), 2275359. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2275359

Rosendal, T., & Amini Ngabonziza, J. de D. (2023). Amid signs of change: Language policy, ideology and power in the linguistic landscape of urban Rwanda. Language Policy, 22(1), 73–94. https://doi.org/10.1007/s10993-022-09624-5

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan, Lembaran Negara (2009). http://peraturan.bpk.go.id/Details/38661/uu-no-24-tahun-2009

Wahyuni, S., Istriwati, E., Ulinsa, U., & Hidayah, A. M. N. (2023). Lanskap Linguistik Lembaga Pemerintah dan Swasta di Kota Surakarta. SAWERIGADING, 29(2), 301–316. https://doi.org/10.26499/sawer.v29i2.1047

Wulansari, D. W. (2020). Linguistik Lanskap Di Bali: Tanda Multilingual Dalam Papan Nama Ruang Publik. Kredo : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 3(2), 420–429. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4600

Yan, X. (2024). A Study of The Commodification of Multilingualism in Four Cafés in China. Chinese Semiotic Studies, 20(1), 39–69. https://doi.org/10.1515/css-2024-2004

Zaman, S., Rahmawati, A., & Kurniawan, K. (2023). Konsep Ideal Lanskap Linguistik di Ibu Kota Negara Baru (Ideal Concept of Linguistic Landscape in New State Capital). Indonesian Language Education and Literature, 9(1), 222–237. https://doi.org/10.24235/ileal.v9i1.13049

Published

2026-07-19

How to Cite

Lanskap Linguistik Plang Usaha Kuliner di Kawasan Bisnis Manado. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 2053-2072. https://doi.org/10.30605/0gcm0x41