Strategi Ketidaksantunan dalam Konfrontasi Verbal: Debat Isu Ijazah Palsu Jokowi YouTube iNews

DOI: https://doi.org/10.30605/j8bsvr53

Authors

ketidaksantunan, konfrontasi verbal, sosiopragmatik, debat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan tujuan penggunaan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam debat isu Ijazah Palsu Jokowi di kanal YouTube Official iNews. Penelitian ini penting untuk dilakukan guna memahami fenomena degradasi etika komunikasi dalam diskursus politik di ruang digital yang berpotensi memicu polarisasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori ketidaksantunan dari Jonathan Culpeper dalam kerangka sosiopragmatik. Data penelitian ini merupakan transkrip argumen para tokoh dalam debat yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 305 tuturan, terdapat 107 yang tergolong dalam 5 jenis ketidaksantunan, dengan persentase kemunculan pada ketidaksantunan langsung 19%, ketidaksantunan positif 34%, ketidaksantunan negatif 19%, sarkasme dan ejekan 10%, dan ketidaksantunan tidak langsung 18%. Tujuan penggunaan strategi tersebut didominasi oleh upaya meruntuhkan kredibilitas lawan secara terbuka, mempertahankan argumen, dan mendelegitimasi otoritas pihak lawan dalam konfrontasi verbal.  Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi pragmatik mengenai ketidaksantunan dalam konfrontasi verbal dan menjadi sumber referensi masyarakat dalam menjaga etika komunikasi di ruang publik digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Teguh Setiawan, Yogyakarta State University

    Prof. Dr. Teguh Setiawan, M.Hum. adalah Guru Besar (Profesor) di bidang Linguistik pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebagai seorang akademisi dan peneliti, beliau memiliki kepakaran yang mendalam dalam ranah pragmatik, sosiolinguistik, dan analisis wacana. Dedikasi ilmiah beliau secara konsisten dituangkan dalam berbagai bimbingan riset akademik tingkat lanjut serta publikasi ilmiah kontemporer yang berfokus pada dinamika penggunaan bahasa di masyarakat, termasuk analisis kritis terhadap konfrontasi verbal, siber-pragmatik, dan penegakan etika komunikasi di ruang publik digital

  • Setyawan Pujiono, Yogyakarta State University

    Dr. Setyawan Pujiono, M.Pd. adalah seorang akademisi dan dosen di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Beliau memiliki kepakaran dan fokus penelitian yang mendalam pada metodologi pembelajaran bahasa dan sastra, pengembangan bahan ajar serta media pembelajaran inovatif, serta keterampilan menulis kreatif. Dedikasi ilmiah beliau secara konsisten tecermin dalam pengembangan model-model pengajaran aktif yang adaptif, bimbingan riset akademik, serta berbagai publikasi ilmiah yang berorientasi pada peningkatan kualitas literasi, kompetensi berbahasa, dan penguatan nilai-nilai edukatif dalam diskursus wacana di masyarakat.

References

Abbasova, A. A. (2024). The Role Of Irony In Expressing Impoliteness. International Journal of Innovative Technologies in Social Science, (2(42)). https://doi.org/10.31435/rsglobal_ijitss/30062024/8164

Aminuddin, M., & Musfiroh, T. (2025). Ketidaksantunan Dalam Komentar Publik Pada Video Pidato Perdana Presiden Prabowo: Kajian Sosiopragmatik. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 25–48. https://doi.org/10.14421/ajbs.2025.090102

Benenowska, I. (2017). Impoliteness in the media and its reception. In A. Baczkowska (Ed.), Impoliteness in Media Discourse (pp. 179–205). Peter Lang AG. https://doi.org/10.3726/978-3-653-03511-7

Bousfield, D. (2008). Impoliteness. In The International Encyclopedia of Communication. wiley. https://doi.org/10.1002/9781405186407.wbieci098

Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using Language to Cause Offence. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511975752

Culpeper, J., Haugh, M., & Kádár, D. Z. (Eds.). (2017). The Palgrave Handbook of Linguistic (Im)politeness. Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/978-1-137-37508-7

Fadlilah, A., Khuzaemah, E., Zuhdi, I., & Rahmawati, R. (2023). Ketidaksantunan Berbahasa di Indonesia: Kajian Sosiolinguistik (Impoliteness in Language in Indonesia: A Sociolinguistic Study). Indonesian Language Education and Literature, 8(2), 290–304.

Graham, S. L., & Hardaker, C. (2017). (Im)politeness in Digital Communication (J. Culpeper, M. Haugh, & D. Z. Kádár, Eds.; pp. 785–814). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/978-1-137-37508-7_30

Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (2014). Cohesion in English. Routledge.

Hansson, S. (2024). Coercive impoliteness and blame avoidance in government communication. Discourse, Context & Media, 58, 100770. https://doi.org/10.1016/j.dcm.2024.100770

Hardaker, C. (2010). Trolling in asynchronous computer-mediated communication: From user discussions to academic definitions. Journal of Politeness Research. Language, Behaviour, Culture, 6(2). https://doi.org/10.1515/jplr.2010.011

Hernández-Flores, N. (2008). Politeness and other types of facework: Communicative and social meaning in a television panel discussion. Pragmatics, 18(4), 681–706. https://doi.org/10.1075/prag.18.4.06her

Khoironi, H., Santosa, R., & Arifuddin, A. (2025). Peran Tahapan Naratif dalam Membangun Strategi dan Respons Ketidaksantunan Serial Omar: Kajian Sosiopragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(3), 3862–4874. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.6743

Leech, G. N. (2014). The pragmatics of politeness. Oxford University Press.

Levant, E., Kuzai, E., & Morin, C. (2026). Beyond mock politeness: Sarcastic interrogatives as tools for face-threatening acts. Journal of Politeness Research, 22(1), 103–131. https://doi.org/10.1515/pr-2024-0056

Martin, J. R., & White, P. R. R. (2007). The language of evaluation: Appraisal in English (Paperback ed., 1. publ). Palgrave Macmillan.

Mayrita, H., Rahmawati, S., Sholikhah, H. A., Wongprakob, W., Hidayat, M., Fortunasari, F., Masita, E., & Marzulina, L. (2025). Language Politeness In Digital Streaming: The Implications To Education And Ethics In Communications For The Technological Era. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 9(3), 1079–1090. https://doi.org/10.22437/jiituj.v9i3.44388

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Nurfitri, R., Anwar, M., & Sulistyaningrum, S. D. (2026). Ketidaksantunan Berbahasa dalam Interaksi Netizen dan Grok AI pada Platform X: Kajian Pragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7357

Rahardi, K. (2020). Konteks Pragmatik Dalam Perspektif Cyberpragmatics. Linguistik Indonesia, 38(2), 151–163. https://doi.org/10.26499/li.v38i2.132

Rahardi, R. K., Setyaningsih, Y., & Dewi, R. P. (2014). Kata Fatis Penanda Ketidaksantunan Pragmatik Dalam Ranah Keluarga. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(2), 149–175. https://doi.org/10.14421/ajbs.2014.13201

Şekerci, Ö. (2023). Culpeper’s Impoliteness Strategies in Neil Simon’s ‘Biloxi Blues.’ Baltic Journal of English Language, Literature and Culture, 13, 125–141. https://doi.org/10.22364/BJELLC.13.2023.09

Sikorskii, S., & Carrió-Pastor, M. L. (2026). Appraising impoliteness on X: A case study of Isabel Díaz Ayuso. Journal of Pragmatics, 254, 1–15. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2025.12.010

Simanjuntak, H. M., & Simatupang, E. C. (2024). Impoliteness Strategies In The Third Indonesia Presidential Debate 2024: Pragmatics Research. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 3064–3073. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.4080

Sriwati, S., Sudana, D., Gunawan, W., Agung, M., & Erwin, Y. (2026). Strategic Impoliteness In Televised Political Debates: Towards An Integrative Model Of Media-Mediated Political Communication. English Review: Journal of English Education, 14(2), 423–436. https://doi.org/10.25134/englishreview.v14i2.221

Sukmawati, N. N., Hakim, L. N., Hastomo, T., Taman, P., & Lia, H. (2022). (Im)politeness Strategies Used in Vice -Presidential Candidates Debate Between Mike Pence and Sen. Kamala Harris. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 10(2), 1735–1743. https://doi.org/10.24256/ideas.v10i2.2990

Taylor, C. (2015). Mock Politeness in English and Italian: A Corpus-assisted Study of the Metalanguage of Sarcasm and Irony. [Phd, Lancaster University]. https://eprints.lancs.ac.uk/id/eprint/133389/

Yamjirin, A. J. (2025). Culpeper’s Impoliteness Strategies in the Devil May Cry 3 Cutscenes: Analyzing the 'Chaos’ Warm Welcome’ Dialogues from Mission 13. JLA (Jurnal Lingua Applicata), 8(2), 72–88. https://doi.org/10.22146/jla.105000

Published

2026-08-06

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Strategi Ketidaksantunan dalam Konfrontasi Verbal: Debat Isu Ijazah Palsu Jokowi YouTube iNews. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 2285-2301. https://doi.org/10.30605/j8bsvr53