Resepsi Pembaca terhadap Representasi Kekerasan Masyarakat Adat Kajang dalam Novel Kalihara: Perspektif Teori Johan Galtung

DOI: https://doi.org/10.30605/n5p92b27

Authors

  • Aswati Asri Universitas Negeri Makassar
  • Hajrah Hajrah Universitas Negeri Makassar
  • Fitriansal Fitriansal Universitas Negeri Makassar
  • Andi fatimah Yunus Universitas Negeri Makassar

Resepsi Pembaca, Kekerasan, Masyarakat Adat, Kalihara, Johan Galtung

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap representasi kekerasan pada masyarakat adat Kajang dalam novel Kalihara karya Jusiman Dessirua berdasarkan teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data berupa kutipan naratif novel dan respons tertulis pembaca terhadap kekerasan, trauma, resistensi, serta relasi agama, adat, dan identitas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, pembacaan cermat, dan kuesioner terbuka, lalu dianalisis berdasarkan kategori kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca meresepsi kekerasan dalam Kalihara sebagai kekerasan berlapis. Kekerasan langsung tampak melalui pembantaian, penembakan, pemerkosaan, pembakaran, dan pembunuhan. Kekerasan struktural dipahami melalui kerentanan masyarakat Kajang akibat ketimpangan kuasa dan lemahnya perlindungan terhadap adat, tanah, dan hutan. Kekerasan kultural dimaknai melalui fanatisme, pemaksaan keyakinan, dan delegitimasi budaya lokal. Novel ini memperluas kesadaran pembaca tentang trauma kolektif, martabat masyarakat adat, toleransi, dan keberagaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asri, A., Nurhayati, N., Armin, M. A., & Faisal, A. (2024). Violence in the Novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam” by Dian Purnomo: (Johan Galtung’s Theory of Violence Perspective). In M. Hasyim (Ed.), Proceedings of the 4th International Conference on Linguistics and Culture (ICLC-4 2023) (Vol. 839, pp. 63–74). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-251-4_10

Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research. https://doi.org/10.1177/002234336900600301

Galtung, J. (1990). Cultural violence. Journal of Peace Research. https://doi.org/10.1177/0022343390027003005

Hillesund, S., & Østby, G. (2026). Inequality, Culture, and Violence: Assessing the Legacy of Johan Galtung. Journal of Global Security Studies, 11(2), ogag008. https://doi.org/10.1093/jogss/ogag008

Jauss, H. R. (1982). Toward an Aesthetic of Reception (T. Bahti, Trans.; P. de Man, Intro.). University of Minnesota Press.

Kerneža, M. (2024). Horizon of Expectation in Contemporary Literary Education. Futurity Research Publishing, 354–359. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.02357

Kurdi, Yamin, & Dadek, T. A. (2025). Tinjauan Yuridis RUU Masyarakat Hukum Adat: Melihat Implikasi Pengakuan Hak Adat Terhadap Perlindungan Lingkungan. Unes Journal of Swara Justisia. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:282046255

Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D. I. S., Adawiyah, R., & Lubis, A. H. (2025). Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat. Tunas Agraria, 8(2), 143–158. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401

Yuan, R., Qi, F., Zhou, J., Zhu, Q., Liu, Q., Zhang, H., & Wang, Y. (2025). The impact of reading trauma literature on Chinese undergraduates’ PTSD: The mediating roles of social support and empathy. BMC Psychology, 13(1), 997. https://doi.org/10.1186/s40359-025-03356-x

Yusnani, I., & Kamilah, I. (2025). Readers’ Lived Experiences and Meaning-Making of Collective Trauma in Literary Narratives. Humanexus: Journal of Humanistic and Social Connection Studies, 1(10). https://journals.ai-mrc.com/humanexus

Published

2026-06-08

How to Cite

Resepsi Pembaca terhadap Representasi Kekerasan Masyarakat Adat Kajang dalam Novel Kalihara: Perspektif Teori Johan Galtung. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 1643-1661. https://doi.org/10.30605/n5p92b27