Kecerdasan sebagai Senjata: Sarkasme dan Humor Verbal sebagai Retorika Politik dalam Debat Politik Televisi Indonesia

DOI: https://doi.org/10.30605/8bq80f43

Authors

  • Sriwati Sriwati Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dadang Sudana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Wawan Gunawan Universitas Pendidikan Indonesia
  • Agung Mulyana Universitas Pasundan
  • Erwin Yulianto Universitas Langlangbuana

humor verbal, sarkasme, retorika politik, debat politik, etos, logos, pathos

Abstract

Penelitian ini menyelidiki sarkasme dan humor verbal sebagai strategi retorika yang disengaja dalam debat politik televisi Indonesia, memperluas penelitian ketidaksopanan sebelumnya ke ranah teori humor politik. Jika studi terdahulu mengklasifikasikan sarkasme dan kesopanan pura-pura dalam taksonomi ketidaksopanan Culpeper, studi ini meneliti mekanisme spesifik di mana humor dan sarkasme berfungsi secara retorika sebagai instrumen dominasi, delegitimasi, dan pembangunan koalisi audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis pragmatik-retorika yang mengintegrasikan Teori Umum Humor Verbal (GTVH) Attardo, teori relevansi tentang sarkasme dari Wilson dan Sperber, serta kerangka retorika Aristoteles (ethos, logos, dan pathos). Data berupa 7 ujaran yang mengandung humor yang diambil dari acara bincang-bincang politik Indonesia, yaitu Indonesia Lawyers Club dan Mata Najwa. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: identifikasi mekanisme humor menggunakan GTVH, analisis sarkasme sebagai penyebutan gema, dan pemetaan fungsi retorika ujaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga mekanisme humor utama, yaitu humor resolusi ketidaksesuaian (28,6%), kecerdasan berbasis superioritas (42,9%), dan humor deflektif (28,6%). Ketiga mekanisme tersebut berfungsi membangun ethos pembicara sebagai sosok yang cerdas dan percaya diri, menumbangkan logos lawan melalui ejekan dan delegitimasi, serta memobilisasi pathos audiens melalui tawa dan solidaritas evaluatif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Model Antarmuka Humor-Retorika (Humor-Rhetoric Interface/HRI) yang memetakan hubungan antara mekanisme humor dan fungsi retorika dalam komunikasi politik. Temuan ini menunjukkan bahwa humor dan sarkasme bukan sekadar perangkat hiburan atau ketidaksantunan, melainkan sumber daya retoris yang berperan penting dalam pembentukan citra politik dan dinamika wacana demokratis di media televisi Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, M. (2022). Ethos, pathos, logos dan komunikasi publik: a systematic literature review. Jurnal Darma Agung, 30(3), 442–469.

Aristotle. (1991). On rhetoric: A theory of civic discourse (G. A. Kennedy, Trans.). University Press.

Attardo, S. (1994). Linguistic theories of humor. Mouton de Gruyter.

Attardo, S. (2001). Humorous texts: A semantic and pragmatic analysis. Mouton de Gruyter.

Bousfield, D. (2008). Impoliteness in interaction. John Benjamins.

Brown, P. , & L. S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. University Press.

Chankova, M. (2023). Evaluations of appropriateness through impoliteness in political discourse reframed for entertainment purposes. Lodz Papers in Pragmatics. Lodz Papers in Pragmatics, 19(2), 279–299.

Culpeper, J. (1996). Towards an anatomy of impoliteness. Journal of Pragmatics, 25(3), 349–367.

Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using language to cause offence. Cambridge University Press.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Anchor Books.

Goffman, E. (1967). Interaction ritual: Essays on face-to-face behavior. Anchor Books.

Gruner, C. R. (1978). Understanding laughter: The workings of wit and humor. Nelson-Hall.

Harris, S. (2011). Being politically impolite: Extending politeness theory to adversarial political discourse. Discourse & Society, 12(4), 451–472.

Ibrahim, I. A. A. and W. R. (2025). Strategi linguistik dalam kritik politik: Analisis wacana kritis bahasa kiasan pada stand-up comedy Indonesia. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(3), 851–870.

Indonesia Lawyers Club. (2016). Suhu politik makin panas: Sebenarnya Mega marah sama siapa? . TV One. https://www.youtube.com/watch?v=kduwkjjsca4

Indonesia Lawyers Club. (2023). Momen Rocky Gerung diganggu Ngabalin di ulang tahun tvOne ke-15 . TV One. https://www.youtube.com/watch?v=rvhdnkme2ci

Kuipers, G. (2015). Good humor, bad taste: A sociology of the joke. Mouton de Gruyter.

Mata Najwa. (2019). Ragu-ragu Perpu KPK. Trans7. https://www.youtube.com/watch?v=tet4zctga3c

McNair, B. (2011). An introduction to political communication (5th ed.). Routledge.

Novita, Y. , S. S. , & F. H. (2026). Kesantunan Berbahasa dalam Retorika Politik: Register Bahasa Mahyeldi dan Epyardi dalam Debat Publik Pemilihan Gubernur Provinsi Sumatera Barat pada Kanal Youtube KPU Sumbar. CENDEKIA: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, 3(2), 393–407.

Octastefani, T. , & K. B. M. A. (2020). Satu Dekade Stand-Up Comedy di Indonesia: Anak Muda, Kreativitas Humor, dan Kritik Politik.

Raskin, V. (1985). Semantic mechanisms of humor. D. Reidel.

Rossini, P. (2022). Beyond Incivility: Understanding Patterns of Uncivil and Intolerant Discourse in Online Political Talk. Communication Research, 49(3), 399–425. https://doi.org/10.1177/0093650220921314

Sriwati, S. D. , G. W. , M. A. , & Y. E. (2026). Strategic impoliteness in televised political debates: Towards an integrative model of media-mediated political communication. English Review: Journal of English Education, 14(3).

Tsakona, V. , & P. D. E. (2011). Studies in political humor: In between political critique and public entertainment. John Benjamins.

Wilson, D. , & S. D. (1992). On verbal irony. Lingua. Lingua, 87(1–2), 53–76.

Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press.

Published

2026-07-09

How to Cite

Kecerdasan sebagai Senjata: Sarkasme dan Humor Verbal sebagai Retorika Politik dalam Debat Politik Televisi Indonesia. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 1896-1916. https://doi.org/10.30605/8bq80f43