Media Sosial sebagai Arena Kontestasi Makna: Representasi, Cancel Culture, dan Citra Selebritas dalam Kasus #BoikotAbidzar

DOI: https://doi.org/10.30605/czhbfd82

Authors

cancel culture, media sosial, selebritas, representasi, industri hiburan Indonesia

Abstract

Dalam era digital, cancel culture telah menjadi fenomena sosial yang meluas secara global, termasuk di Indonesia. Fenomena ini muncul kuat di media sosial dan berpengaruh besar dalam menentukan bagaimana identitas selebritas dibentuk, diperdebatkan, bahkan dihancurkan. Penelitian ini membahas dinamika cancel culture melalui tagar #BoikotAbidzar, yang ramai diperbincangkan setelah Abidzar Al Ghifari diumumkan sebagai pemeran utama dalam film remake A Business Proposal. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kesenjangan antara maksud personal Abidzar dan interpretasi publik yang memicu wacana negatif di media sosial hingga membentuk gerakan pemboikotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana wacana tersebut terbentuk dan bagaimana publik menegosiasikan nilai-nilai sosial dalam menilai kelayakan selebritas. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Fairclough (2013) terhadap komunikasi daring di platform X (Twitter) periode Januari–Maret 2025, serta kerangka representasi Stuart Hall (1980) untuk menelaah proses encoding dan decoding makna. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kontroversi terjadi karena apa yang dimaksud Abidzar berbeda dengan apa yang dipahami publik. Kedua, media sosial berperan sebagai ruang di mana makna diperebutkan dan citra selebritas dibentuk secara kolektif. Ketiga, kendali atas representasi selebritas tidak lagi sepenuhnya berada di tangan selebritas, melainkan telah beralih ke tangan publik digital. Cancel culture dalam konteks ini tidak hanya menjadi bentuk hukuman, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang profesionalisme dan etika selebritas di industri hiburan Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Altamira, M. B., & Movementi, S. G. (2023). Fenomena Cancel Culture Di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur. 10(1). https://doi.org/10.7454/jvi.v10i1.1177

Amalia, W., Untari, F. I., & Arafah, S. N. (2023). Mengungkap Cancel Culture : Studi Fenomenologis tentang Kebangkitan dan Dampaknya di Era Digital. 3, 10384–10402.

Clark, M. D. (2020). DRAG THEM : A brief etymology of so-called “ cancel culture .” https://doi.org/10.1177/2057047320961562

Effendi, A. O. A., & Febriana, P. (2023). Fenomena Cancel Culture Sebagai Kontrol Sosial pada Kasus KDRT Rizky Billar Terhadap Lesti Kejora. 1, 21–33.

Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Second Edition. Routledge. (Original work published 1950).

Hall, S. (1980). Encoding/Decoding. In S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, Media, , Language: Working Papers in Cultural Studies, 1972–79 (hlm. 128–138). London: Hutchinson, UK: Hutchinson University Library. 163–173.

Lavesia, S. C., & Kurdaningsih, D. M. (2025). Resepsi Penonton Terhadap Statement Abidzar Al Ghifari pada Pemeran Utama Film Bussines Proposal. 1(4), 1086–1094.

Mauidunnajah, H., Fitrianti, R., Suryasuciramdhan, A., Susilawati, E., & Laksana, A. (2026). Jurnal Netnografi Komunikasi ( JNK ) Analysis Of Netizen Reception On Social Media X Regarding Actor Abidzar ’ S Statement In The Promotion Of The Film Adaptation A Business. 5(1), 53–70.

Michell, C. (2024). Cancel Culture in the Film Industry & Its Representation Within Media. April.

Putri, V. M., Octavia, I., Nuryanto, H. T., & Nurhajati, L. (2024). Comparison Study on Cancel Culture as an Impact and Public Figure Scandal in Indonesia and Overseas. 11(1), 120–133.

Yustina, A., Apyunita, D., Aritiastary, & Putri, S. M. M. (2025). Narasi Kebencian di Era Digital : Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K- Drama Business Proposal. 5(4), 4934–4945.

Liputan6.com. (2021, 9 Juni). Gofar Hilman Tak Lagi Jadi Bagian Lawless Jakarta Usai Isu

Pelecehan Seksual Merebak. Liputan6.

https://www.liputan6.com/showbiz/read/4577724/gofar-hilman-tak-lagi-jadi-bagian-lawless-jakarta-usai-isu-pelecehan-seksual-merebak

Popbela.com. (2022, 27 Oktober). Kronologi Arawinda Kirana Disebut Pelakor. Popbela.

https://www.popbela.com/relationship/dating/windari-subangkit/kronologi-arawinda-kirana-dituding-jadi-pelakor

Liputan6.com. (2023, 29 April). Virgoun Ngaku Selingkuh dan Berbuat Asusila, Warganet

Singgung Kehidupan Suami Inara Rusli Tak Sesuai Lirik Lagu Ciptaannya.

https://www.liputan6.com/health/read/5269579/virgoun-ngaku-selingkuh-dan-berbuat-asusila-warganet-singgung-kehidupan-suami-inara-rusli-tak-sesuai-lirik-lagu-ciptaannya

JPNN.com. (2025, 18 November). Rumor Memanas, Azizah Salsha Buka Suara, Lalu

Minta Maaf. JPNN.

https://www.jpnn.com/news/rumor-memanas-azizah-salsha-buka-suara-lalu-minta-maaf

Kompas.com. (2025, 14 April). Abidzar Layangkan Somasi Terbuka untuk Dua Netizen

yang Diduga Hina Umi Pipik. Kompas.com.

https://www.kompas.com/hype/read/2025/04/14/075137266/abidzar-layangkan-somasi-terbuka-untuk-dua-netizen-yang-diduga-hina-umi

Parapuan.co. (2025, 27 Oktober). Isu Perselingkuhan Mencuat, Sejumlah Brand

Putuskan Kerja Sama dengan Jule. Parapuan.

https://www.parapuan.co/read/534312319/isu-perselingkuhan-mencuat-sejumlah-brand-putuskan-kerja-sama-dengan-jule

Published

2026-07-30

How to Cite

Media Sosial sebagai Arena Kontestasi Makna: Representasi, Cancel Culture, dan Citra Selebritas dalam Kasus #BoikotAbidzar. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(3), 2210-2227. https://doi.org/10.30605/czhbfd82