Metafora Konseptual dan Pelanggaran Maksim dalam Album Berdamai Karya Ghea Indrawari: Kajian Semantik dan Pragmatik
DOI: https://doi.org/10.30605/wcvpfs18
berdamai, metafora konseptual, pelanggaran maksim
Abstract
Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dan pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Dilatarbelakangi oleh penggunaan metafora dalam lirik lagu yang secara literal melanggar prinsip komunikasi (maksim Grice), namun secara kognitif merupakan strategi untuk menyampaikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis dan makna ungkapan metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. 2) menginterpretasikan pelanggaran maksim pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual berbentuk kata dan frasa yang mengandung metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Peneliti sebagai instrumen utama (human instrument) dengan keabsahan data menggunakan teknik intra rater dan inter rater (triangulasi sumber). Teknik analisis data dilakukan melalui dua tahap utama. Pertama, menggunakan metode padan referensial untuk menghubungkan unsur bahasa dengan kenyataan di luar bahasa (ranah sumber ke ranah sasaran) berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Kedua, menggunakan metode agih dengan teknik ganti untuk menguji konstansi makna metafora dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian mengenai jenis dan makna ungkapan metafora konseptual serta bentuk pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) jenis dan makna ungkapan metafora konseptual yang ditemukan ialah 16 data metafora struktural, 15 data metafora orientasional, serta 22 data metafora ontologis. Mekanisme pemetaan ranah dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari didominasi oleh metafora ontologis dan struktural yang memetakan entitas fisik pada ranah sasaran emosi. (2) pelanggaran maksim pada ungkapan metafora konseptual ditemukan kuantitas, kualitas, dan pelaksanaan secara konsisten menghasilkan beberapa makna yang tersirat seperti; bahagia, sedih, lelah, empati, motivasi, optimis, kerinduan, dan keterpurukan. Makna yang dihasilkan bukan sekadar estetika puitis, melainkan sebuah strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan keberterimaan diri (self-aceptance). Maksim kualitas paling signifikan dilanggar dalam lirik lagu.
Downloads
References
Aisah, S. (2010). Metafora Dalam Lagu Iwan Fals Yang Bertemakan Kritik Sosial.
Cristy, N, S., Mulyadi., & Syarfina, T. (2024). Metafora Dalam Bahasa Batak Toba. Jurnal Genre, I(2), 96–100. https://doi.org/10.26555/jg.v6i2.10839
Hasbi., Kalila., Ghafary, M., Najma., & Nugraha, T. (2023). Analisis Semantik Kognitif Metafora Konseptual “Quranun Quran’ Karya Mesut Kurtis-Ibrahim Dardasawi. Journal of Linguistic Phenomena, 2(1), 30. https://doi.org/10.24198/jlp.v2i1.48372
Indrawari, G. (2024). Berdamai. [Video] Youtube. https://youtu.be/dIe7Z-jBOFY?si=qZQtizH8tZqL0vJo
Indrawari, G. (2024). Malaikat. [Video] Youtube. https://youtu.be/cl2ndMOu9mA?si=nGjVrUZZifjR8lBd
Indrawari, G. (2024). Manusia Paling Bahagia. [Video] Youtube. https://youtu.be/50fX6oUz6uI?si=puQx0lN5BWTo5cBo
Indrawari, G. (2023). Jiwa Yang Bersedih. [Video] Youtube Hits Records. https://youtu.be/t9VWICGOD90?si=UL-upVmqTbpM079c
Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors we live by. In Journal of Philosophy. London: The university of Chicago press.
Libriananda, R., Nur, T., Suherman, A., & Mahdi, S. (2024). Metafora Konseptual dan Skema Citra dalam Lirik Kumpulan Lagu Sal Priadi: Kajian Semantik Kognitif. Prasasti: Journal Of Linguistics, 80–90.
Nuryadin, T., & Nur, T. (2021). Metafora Konseptual Bertema Rihlah ( Jalan-Jalan ) pada Majalah Gontor : Analisis Semantik Kognitif. 4, 91–100.
Sabrina, A. F., Nur, T., Mahdi, S., & Suryadimulya, R. A. S. (2023). Metafora Konseptual Pada Album Sentimental (2020) Karya Juicy Luicy: Kajian Semantik Kognitif. Basastra, 12(1), 94. https://doi.org/10.24114/bss.v12i1.41488
Semi, M. (1988). Anatomi Sastra. Padang:Angkasa Raya.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana Universitas Press.
Sudjiman, P. (1986). Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.
Sugianto, R. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V [Aplikasi Mobile].
Suparno, D., Rohman, R., Maulana, A., Hifni, A., Helmanita, K., & Attih, D. (2025). Kalamuna : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Penggunaan Metafora Konseptual dalam Terjemahan Kitab Al-Hikam. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 06(1), 43–61.
Susanti, C. B. (2022). Metafora Konseptual Dalam Lirik Lagu Album Sinestesia Karya Efek Rumah Kaca Catri Budi Susanti Universitas Sebelas Maret. 24(November), 192–203.
Taturia, D., & Wibiasty, P. (2024). Metafora “Beranjak Dewasa" Dalam Lirik Lagu Takut Karya Idgitaf: Kajian Linguistik Kognitif. 21(2), 100–114.
Trisiana, D., Ansas, V. N., & Lubis, A. H. (2024). Analisis metafora konseptual dalam puisi Indonesia dan Korea karya Chairil Anwar dan Seo Jeong-ju. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(3), 465–476. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i3.1001
Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-Dasar Pragmatik. ANDI: Yogyakarta.
Yazid, M. H., & Rumilah, S. (2024). Pelanggaran Maksim pada Lirik " Gala Bunga Matahari " Sal Priadi : Kajian Pragmatik Gricean. 200–210.
Zain, F. R. (2021). Memahami Hakikat Kehidupan Melalui Lirik Lagu Karya Banda Neira (Tinjauan Semantik: Metafora). Kajian Linguistik Dan Sastra, 6(2), 164–175. https://doi.org/10.23917/kls.v6i2.9589
Zakiyah, N. S., & Nur, T. (2021). Ungkapan Metaforis Teks Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Sunda Surat Al-Baqarah: Analisis Semantik Kognitif. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 11(1), 18–29. https://doi.org/10.23969/literasi.v11i1.3512
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Ade Rahma Yunita Siregar, Pratomo Widodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







