Antara Kagum dan Rintihan Alam pada Antologi Puisi Sajak dari Bumi dalam Perspektif Sad Kerthi

DOI: https://doi.org/10.30605/kzmry562

Authors

ekologi sastra, sad kertih, antologi puisi

Abstract

Lingkungan dan alam merintih kesakitan karena ulah manusia. Lingkungan telah dicabik-cabik hingga bencana kian terjadi. Manusia terus melakukan ekploitasi tanpa melihat dan mendengar keluhan alam. Terjadinya banjir bandang dan efek rumah kaca yang kian meluas. Pencemaran air, udara, dan laut semakin merajalela. Bencana telah terjadi. Entah siapa yang salah? Ataukah ada yang keliru? Perlu dicermati melalui penelitian yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji antologi puisi Sajak dari Bumi dalam perspektif sad kerthi, serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran, dan untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya lingkungan dan alam. Adapun teori yang digunakan adalah teori sad kerthi, yakni jagat kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, giri kerthi, serta swi kerthi yang terdapat pada Lontar Kuttara Kanda Purana Dewa Bangsul dan teori pemilihan bahan pembelajaran sastra oleh Rahamanto. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan kuesioner. Teknik yang digunakan adalah teknik baca, catat, dan kartu data. Dalam analisis data digunakan metode deskriptif analisis. Ada dua teknik analisis data yang digunakan. Pertama, teknik analisis isi model Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kedua, teknik analisis statistik deskriptif. Pada penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antologi puisi Sajak dari Bumi mengandung ekokritik dalam upaya menjaga alam seperti lingkungan, hutan, air tawar, laut, gunung, dan sawah. Selain itu, antologi puisi ini memiliki relevansi apabila dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil responden diperoleh persentase pakar sebesar 95%, guru bahasa Indonesia sebesar 92%, dan siswa sebesar 89%. Hasil responden menunjukkan bahwa antologi puisi Sajak dari Bumi karya Ni Luh Putu Ayu Nitasasri dkk sangat relevan bila dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amri Komarudin, N., Anam Afgan, C., & Nova Ardiantoro, G. (2024). Pengetahuan dan Persepsi Rumah Tangga Tani di Perdesaan Terhadap Dampak Perubahan Iklim Pada Sektor Pertanian. In Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan (Vol. 15, Number 2). https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2

Bajra, Ida Bagus. (2023). Kuthara Kanda Dewa Purana Bangsul. Gianyar: Yayasan Budaya Dharma Kawisastra

Creswell, Jhon W. (2023). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Dwi Artini, N. K., Perni, N. N., & Saputra, I. M. D. (2023). Aktualisasi Sad Kerti Dalam Kumpulan Puisi Ombak Raré Bali Karya I Putu Gede Raka Prama Putra. Dharma Sastra: Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Daerah, 3(1), 78–94. https://doi.org/10.25078/ds.v3i1.2367

Endraswara, Suwardi. (2016). Ekokritik Sastra (Konsep, Teori, dan Terapan). Yogyakarta: Morfalingua

Endraswara, Suwardi. (2016). Metodelogi Penelitian Ekologi Sastra (Konsep, Langkah, dan Penerapan). Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service)

Ganti Ritauli Sianturi , Asni Susanti, Yulisna, H. (2024). Peran Pendidikan Berbasis Lingkungan Dalam Membentuk Generasi Berkelanjutan. 09. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.21553

Greg Garrad. (2012). Ecocriticsm. New York: Routledge

I Ketut Eriadi Ariana. (2020). Sadkṛti Dan Kesadaran Ekologis Masyarakat Bali: Catatan Dari Kuttara Kaṇḍa Dewa PurᾹṇa Bangsul. 21(1), 1–9. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/Juwitra/article/view/101

Jannah, A., & Efendi, A. N. (2024). Kajian Ekologi Sastra (Ekokritik) dalam Antologi Puisi Negeri di atas Kertas Karya Komunitas Sastra Nusantara: Perspektif Lawrence Buell. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, (3), 77–90. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17182

Ngurah dkk. (2023). Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Implementasinya dalam Sad Kertih. Denpasar: Kerta Bali Saguna

Nitasari, Ni Luh Putu Ayu. 2024. Sajak dari Bumi. Surakarta: PT Nyala Masadepan Indonesia

Rahmanto, B. (2005). Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Ristiani, Iis. (2012). Kajian dan Apresiasi Puisi dan Prosa. Sleman: Aswaja

Sahir, Syafrida Hafni. (2021). Metodologi Penelitian. Jogjakarta: KBM Indonesia

Toni, Agus; Susilowati, Rini; Sartipa, D. (2020). Analisis Konteks Pada Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia Sebagai Alternatif Bahan Ajar Di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Griya Cendikia, 6(2), 130–154. https://juma.umko.ac.id/index.php/griya-cendikia/article/download/730/175/1391

Yarsama, K. (2025). Representasi Tri Hita Karana Dalam Wayang Kulit Inovatif Cenk Blonk Seri 55:” Manusia Maklhuk Paling Utama”. 5(1), 159–168. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/pedalitra/article/view/5831/3372

Published

2026-05-12

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Antara Kagum dan Rintihan Alam pada Antologi Puisi Sajak dari Bumi dalam Perspektif Sad Kerthi. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(2), 1432-1452. https://doi.org/10.30605/kzmry562