Babad dan Epos dalam Novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis Karya Setyo Wardoyo: Analisis Respons Estetik Wolfgang Iser

DOI: https://doi.org/10.30605/e40y6r34

Authors

  • Yustisia Melianasari Magister Sastra, Universitas Gadjah Mada

Babad Tanah Jawi, Kakawin Bharatayudha, Mahabharata, Ramayana, repertoire

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi babad dan epos dalam novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis karya Setyo Wardoyo berdasarkan teori respons estetik Wolfgang Iser. Sumber dan data penelitian adalah novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis karya Setyo Wardoyo serta teks babad dan epos terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data melalui tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra lama berupa babad (Babad Tanah Jawi) dan epos (Mahabharata, Kakawin Bharatayudha, dan Ramayana) merupakan repertoire yang menjadi dasar penciptaan novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis. Novel tersebut mencoba merekonstruksi citra negatif Ratu Kalinyamat yang tertulis dalam Babad Tanah Jawi maupun mitos terkait tapa wuda asinjang rikma. Babad Tanah Jawi hanya menceritakan sisi rohaniah saja, sedangkan pada novel Ratu Kalinyamat dihadirkan sebagai sosok yang lebih realistis. Ritual kramas dimaknai sebagai sarana penyucian yang terilhami dari tokoh Drupadi dalam wiracarita Mahabharata. Selain itu, formasi cakrabyuha terdapat dalam Kakawin Bharatayudha. Pertikaian antarsepupu terilhami dari kisah Mahabharata antara Pandawa dan Kurawa, sedangkan pertarungan menggunakan perantara diambil dari kisah Rama dan Bali dalam Ramayana. Selain kronik tanah Jawa, novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis juga menceritakan tentang perjuangan Ratu Kalinyamat melawan kolonialisme. Portugis menjuluki Ratu Kalinyamat sebagai Rainha de Japara atau penguasa Jepara dan Rainha de Kalinyamat atau penguasa Kalinyamat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anshor, M. H., Yuwana, S., & Rengganis, R. (2023). Repertoire dalam Karya-Karya Novel Andrea Hirata Analisis Respons Estetik Wolfgang Iser. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2), 590–597. https://doi.org/10.31943/bi.v8i2.456

Azid, T., & Altwijry, O. (2022). The Socio-Economic and Administrative Empowerment of Women in Selected Muslim Countries. Islamic Studies, 61(4), 425–444. https://doi.org/10.2307/27236450

de Graaf, H. J. (1954). Djapara’s Rol. In De Regering van Panembahan Sénapati Ingalaga, (Vol. 13), 32–38. https://doi.org/10.1163/j.ctvbqs6q0.7

Faruk. (2024). Metode Penelitian Sastra Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Goldman, R. P. (1984). The Ramayana of Valmiki An Epic Of Ancient India Volume I Balakanda. Princeton: Princeton University Press.

Haryono, T. (2006). The Ramayana in Archeological and Historical Perspective: From Akhyana to Natya. In Archaeology: Indonesian Perspective: RP Soejono’s Festschrift (pp. 361–372).

Hayati, C., Yulianti, D., & Sugiyarto, S. (2000). Peranan Ratu Kalinyamat di Jepara pada Abad XVI. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Iser, W. (1978). The Act of Reading. London: Johns Hopkins University Press.

Ismail, M., & Mu’adi, S. (2021). Da’wa, Keris and Community Elites in Java. In Proceedings of International Conference on Da'wa and Communication, Vol. 3, No. 1, 199-214. https://doi.org/10.15642/icondac.v3i1.468

Juynboll, H. H. (1902). Indonesische en achterindische tooneel-voorstellingen uit het Ramayana. Bijdragen Tot de Taal-, Land-En Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 501–565.

Kern, H. (1873). Zang Xv Van ’T Bharata-Yuddha In Kawi, Met Vertaling En Aanteekeningen. Bijdragen Tot de Taal-, Land-En Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1873, 158–187.

Lefeber, R. (1994). The Ramayana of Valmiki An Epic Of Ancient India Volume IV Kiskindhakanda. Princeton: Princeton University Press.

Marzuqi, A. M. (2025, January 19). Perempuan Penguasa Samudra Asal Jepara. https://mediaindonesia.com/humaniora/735562/perempuan-penguasa-samudra-asal-jepara

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.

Olthof, W. L. (2024). Babad Tanah Jawi. Yogyakarta: Narasi.

Pigeaud, T. G., & de Graaf, H. J. (1976). The First Islamic States of Java 15th and 16th Centuries. In Islamic States in Java 1500-1700, 1–23. https://doi.org/10.1163/j.ctt1w8h12p.4

Quinn, G. (2011). Washing Your Hair in Java. Cleanliness and Culture: Indonesian Histories, 147–157. https://doi.org/10.1163/j.ctvbnm4n9.9

Ras, J. J. (1987). The Genesis of the Babad Tanah Jawi: Origin and Function of the Javanese Court Chronicle. Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde, (2/3de Afl), 343-356. https://www.jstor.org/stable/27863843

Remmelink, W. (2022). Babad Tanah Jawi, The Chronicle of Java: The Revised Prose Version of CF Winter Sr (p. 1086). Leiden: Leiden University Press.

Santoso, S. (1980). Indonesian Ramayana Volume 1, 2, 3. Singapura & New Delhi: Institute of Southeast Asian Studies & International Academy of Indian Culture.

Setyami, I., Faruk, & Manshur, F. M. (2022). Epic of Ramayana in Kuntowijoyo’s Novels. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-91-6_41

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Valmiki. (1957). The Ramayana of Valmiki Translated by Hari Prasad Shastri Vol. II. London: Shanti Sadan.

Van Der Tuuk, H. N. (1881). Art. II. Notes on the Kawi Language and Literature. Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain & Ireland, 13(1), 42–58. https://doi.org/10.1017/S0035869X0001772X

Vlekke, B. H. M. (2008). Nusantara: Sejarah Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Wardoyo, S. (2024). Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis. Jakarta: Grasindo.

West, A. J. (2021). Why Did People in Medieval Java Use So Many Different Script Variants? The Social and Cultural Contexts of Historic Writing Practices, 185–207.

Zoetmulder, P. J. (1983). Kalangwan: Sastra Jawa Kuno, Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan.

Published

2026-04-04

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Babad dan Epos dalam Novel Ratu Kalinyamat: Laksamana yang Disegani Portugis Karya Setyo Wardoyo: Analisis Respons Estetik Wolfgang Iser. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(2), 957-972. https://doi.org/10.30605/e40y6r34