Dekonstruksi Budaya Jawa melalui Kegiatan Selapanan Quran Ahad Wage di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Semarang: Kajian Etnografi Komunikasi
DOI: https://doi.org/10.30605/b3e00r18
dekonstruksi, pola komunikasi, etnografi komunikasi, selapanan
Abstract
Selapanan Quran Ahad Wage menjadi salah satu bagian kegiatan formal pondok pesantren Kyai Galang Sewu Semarang yang masih tetap eksis hingga kini sejak pesantren tersebut berdiri. Selapanan Ahad Wage berkaitan erat dengan salah satu filsafat Jawa yang menggambarkan perilaku masyarakat yaitu nerimo ing pandhum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang ada dalam kegiatan rutinan Selapanan Quran Ahad Wage serta model dekontruksi budaya Jawa yang tercermin melalui kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi partisipan, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan jenis komunikasi dalam Selapanan Quranan Ahad Wage yang terdiri jenis komunikasi verbal dan non verbal. Pola komunikasi yang digunakan dalam Selapanan ini adalah pola komunikasi satu arah yang melibatkan Kiai sebagai speaker dan santri sebagai audience. Model dekonstruksi budaya Jawa yang tercermin dari kegiatan Selapanan Quran Ahad Wage adalah kegiatan yang bersifat paksaan minimal, dengan tujuan agar hasil yang dimaksud dapat berjalan maksimal
Downloads
References
Affan, U. (2021). Pengaruh Selapanan Bani Midjo Terhadap Pendidikan Karakter Keluarga. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 1(4), 330–336. https://doi.org/10.51878/cendekia.v1i4.602 DOI: https://doi.org/10.51878/cendekia.v1i4.602
Ahmadi, M., & Gunarti, T. T. (2023). Tradisi Wagenan: Sholawatan Manifestasi Nilai Sosial-Keagamaan. Madinah: Jurnal Studi Islam, 10(1), 110–119. https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1518 DOI: https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1518
Badrudin, B., Purwanto, Y., & Siregar, C. N. (2018). Pesantren dalam Kebijakan Pendidikan Indonesia. Jurnal Lektur Keagamaan, 15(1), 233. https://doi.org/10.31291/jlk.v15i1.522 DOI: https://doi.org/10.31291/jlk.v15i1.522
Dermawan, Y. A., & Nursikin, M. (2024). Pendidikan Nilai di Pesantren: Menanamkan Kebaikan dan Moralitas Santri. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/15478
Djamil, H. Abdul. (2000). Islam & kebudayaan Jawa. Gama Media.
Farah, I. (1997). Ethnography of Communication. Research Methods in Language and Education, 8, 125–133. DOI: https://doi.org/10.1007/978-94-011-4535-0_12
Fathrurrozi. (2020). Jejak Juang Kiai Sam’ani.
Fusvita, E. (2019). Interaksi Simbolik Tradisi Selapanan Masyarakat Jawa Muslim pada Kehidupan Sosial di desa Kuripan kecamatan Penengahan Lampung Selatan.
Handayani, S. (2009). Unggah-Ungguh dalam Etika Jawa.
Hartika, W., Syah, I., & Wakidi. (2016). Makna Tradisi Selapanan pada Masyarakat Jawa di Desa Gedung Agung. Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah (PESAGI), 4(2).
Hymes, D. (2009). Models of the Interaction of Language and Social Life. In The New Sociolinguistics Reader (pp. 583–597). Macmillan Education UK. https://doi.org/10.1007/978-1-349-92299-4_39 DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-349-92299-4_39
Khusna, L., Siregar, Y. D., & Nasution, K. M. (2023). Sejarah Tradisi Selapanan pada Masyarakat Jawa di Desa Pulau Tagor Kecamatan Serbajadi Kabupaten Serdang Bedagai. Asian Journal of Islamic Studies and Da’wah, 1(1), 167–177. https://doi.org/10.58578/ajisd.v1i1.1834 DOI: https://doi.org/10.58578/ajisd.v1i1.1834
Lestari, N. W., & Macaryus, S. (2018). Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Jawa dalam Pengajian Selapanan Dusun Gedangan Desa Ngargosoka. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajarannya, 5(1), 139–153. https://doi.org/10.30738/caraka.v5i1.4010 DOI: https://doi.org/10.30738/caraka.v5i1.4010
Maruf, A., Yusuf, M., & Hakim, A. (2025). Teknik Pengumpulan Data Pada Penelitian Kualitatif. JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), 7(2). https://doi.org/10.62870/jsc.v7i2.34905 DOI: https://doi.org/10.62870/jsc.v7i2.34905
Moleong, L. J. . (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Oktaviantina, A. D. (2014). Dekonstruksi Budaya dalam Cerpen Kartini Karya Putu WijayaAdek Dwi Oktaviantina. http://id.wikipedia.org/wiki/Putu_Wijaya
Setiawan, A. (2020). Tradisi Selapanan Kitab Shahih Bukhari (Studi Kasus Alumni Santri Langitan Tuban di Kabupaten Jepara).
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Veny Elisa, Agus Subiyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.








