Resiliensi Calabai di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.8057

Authors

  • Nurul Fajri Universitas Negeri Makassar
  • Ahmadin Ahmadin Universitas Negeri Makassar
  • M. Ridwan Said Ahmad Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Calabai, Resiliensi, Adaptasi Sosial, Gender Bugis, Minoritas Gender

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengungkapan bentuk resiliensi dan strategi adaptasi sosial kelompok calabai dalam kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Kajian ini diarahkan untuk memahami bagaimana calabai membangun keberlanjutan hidup sosialnya serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mereka mempertahankan eksistensi di tengah masyarakat dengan struktur sosial dan nilai budaya yang dominan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, sehingga pengalaman hidup subjek dipahami berdasarkan makna yang mereka bangun sendiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan calabai, tokoh masyarakat, serta aparat setempat sebagai informan. Data dianalisis secara bertahap melalui proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi calabai terbentuk melalui pembedaan identitas sosial antara calabai dan bissu, keterlibatan dalam aktivitas ekonomi yang memiliki fungsi sosial jelas seperti bekerja sebagai karyawan salon, indo’ botting, dan asisten bissu, serta kemampuan mengelola relasi sosial sesuai norma lokal. Strategi tersebut menghasilkan bentuk penerimaan sosial yang bersifat kontekstual dan fungsional, meskipun tidak disertai perlindungan atau pengakuan formal dari negara. Temuan ini memperlihatkan bahwa resiliensi tidak hanya berakar pada ketahanan individu, tetapi juga pada kemampuan membaca ruang sosial dan menegosiasikan posisi dalam struktur masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi kajian sosiologi tentang minoritas gender, resiliensi sosial, dan dinamika adaptasi dalam konteks budaya lokal Bugis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, Hendriati. (2006). Psikologi Perkembangan: Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Bandung: PT. Refika Aditama.

Ali, M. & Asrori, M. (2006). Psikologi Remaja, Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara. 173-175.

Bambang, Prasetyo. (2005). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. h. 18.

Bennet, J.W. (1976). The ecological transition: cultural anthro pology and human action. New York: Pergamon Press Inc.

Connell, R. W. (2009). Gender: In world perspective (2nd ed.). Cambridge: Polity Press.

Dudi, Hartono. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak: PSIKOLOGI. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan, 2, hal. 45.

Faruk. (2016). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Friedman, Howard. G, dan Schushtack, Miriam. W. (2006). Kepribadian Teori Klasik dan Riset Modern (edisi Ketiga). Jakarta: Penerbit Erlangga.

García-León, M. Á., Pérez-Mármol, J. M., Gonzalez-Pérez, R., GarcíaRíos, M. del C., & PeraltaRamírez, M. I. (2019). Relationship between resilience and stress: Perceived stress, stressful life events, HPA axis response during a stressful task and hair cortisol. Physiology & Behavior, 202, 87–93.

Goble, Frank. G. (1992). Psikologi Humanistik Abraham Moslow. Cetakan Ke-3. Yogyakarta: Kanisius.

Hafid, A. (2016). Hubungan sosial masyarakat multietnik di kabupaten luwu sulawesi selatan. Al-Qalam, 22(2).

Hendriani, Wiwin. (2018). Resiliensi Psikologi Sebuah Pengantar. Jakarta Timur: Prenadamedia Group

Hendriani Agustini. (2006). Psikologi Perkembangan: Pendekatan Akologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung: PT Reflika Aditama. hal. 146.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Data kependudukan menurut agama Provinsi Sulawesi Selatan. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Klohnen, E.C. (1996). Conseptual Analysis and Measurement of The Construct of Ego Resilience. Journal of Personality and Social Psychology, 70 (5), 1067-1079. doi: 10.1037/0022- 3514.70.5.1067.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Media Kita. h.39

Masten. (2001). Ordinary Magic: Resilience Processes in Development. America Psichologist, 56 (3), 227-238. doi: 10.1037/0003-066X.56.3.227.

Neuman, W. L. (2003). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Boston: Allyn and Bacon.

Oakley, A. (1972). Sex, gender and society. London: Maurice Temple Smith.

Pahleviannur, M. R., De Grave, A., Saputra, D. N., Mardianto, D., Hafrida, L., Bano, V. O., ... & Sinthania, D. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Pradina Pustaka.

Prasetia, Indra. (2022). Metodologi Penelitian Pendekatan Teori dan Praktik. Medan: Umsu Press.

Purwaningsih, P. (2017). Transgender Dalam Novel Calabai Karya Pepi Al Bayqunie: Kajian Identitas. Aksara, 29(2), 185.

Rahim, R. (2012). Signifikansi pendidikan multikultural terhadap kelompok minoritas. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 12(1), 161-182.

Ramli, U., & Basri, L. (2021). Peran Gender Pada Masyarakat Bugis. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial , 7 (1), 78-89.

Rohmah, N. (2021). Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi Covid-19: Studi Pendekatan Ushul Fiqih dan Psikologi. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 1(2), 78-90.

Romdona, S., Junista & Gunawan, A. (2025). Teknik Pengumpulan Data: Observasi, Wawancara dan Kuesioner. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 39-47.

Rokhmansyah, A., Hanum, I. S., & Dahlan, D. (2018). Calabai Dan Bissu Suku Bugis: Representasi Gender Dalam Novel Calabai Karya Pepi Al-Bayqunie. CaLLS (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 4(2), 93.

Saadah, M., Prasetiyo, Y. C., & Rahmayati, G. T. (2022). Strategi dalam menjaga keabsahan data pada penelitian kualitatif. Al-‘Adad: Jurnal Tadris Matematika, 1(2), 54-64.

Saryono. (2007). Penelitian Kualitatif ilmu ekonomi dari metodologi ke metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada, h. 29.

Sudaryono. (2018). Metodologi Penelitian. Depok: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suliyati, T. (2018). Bissu: Keistimewaan gender dalam tradisi Bugis. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi , 2 (1), 52-61.

Suhardi, and Sunarti, Sri. (2009). Sosiologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Susanto, A. (2017). Strategi Peningkatan Resiliensi Masyarakat Pesisir terhadap Tekanan Sosio-Ekologis (Studi Kasus Pesisir Kota Semarang). Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi, 18(1), 11-27.

Thabroni, G. (2021). Instrumen Penelitian: Pengertian, Kriteria & Jenis (Penjelasan Lengkap). Retrieved from Serupa. Id: https://serupa. Id/instrumen-penelitian.

Umam, R. N. U. (2021). Pendekatan Konseling Lintas Budaya Dalam Mengatasi Stigma Negatif Terhadap Kelompok Minoritas Gender Calabai. Egalita Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 16(2), 17-30.

Utami, L. S. S. (2015). Teori-teori adaptasi antar budaya. Jurnal komunikasi, 7(2), 180-197.

Wagnild, G. M., & Young, H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of the Resilience Scale. Journal of Nursing Measurement, 1(2), 165–178.

Wahyono, A., Antariksa, I.G.P., Masyhuri, I., & Indrawasih, R.S. (2001). Pemberdayaan Masyarakat Nelayan. Yogyakarta: Media Pressindo.

Published

2026-02-13

How to Cite

Fajri, N., Ahmadin, A., & Ahmad, M. R. S. (2026). Resiliensi Calabai di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 550–565. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.8057

Issue

Section

Articles

Categories