Parodi Masa Lalu dan Masa Kini Novel Pangeran Diponegoro Karya Remy Sylado dalam Perspektif Metafiksi Historiografis

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7812

Authors

  • Ratino Ratino Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Onok Yayang Pamungkas Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Keywords:

edukatif, metafiksi historiografis, parodi, masa kini, masa lalu

Abstract

Penelitian ini menganalisis novel Pangeran Diponegoro karya Remy Sylado melalui perspektif metafiksi historiografis. Konsep metafiksi historiografis yang mekankan adanya kegandaan, ironi, dan dekonstruksi representasi sejarah. Novel tersebut memadukan fakta sejarah dan elemen fiktif untuk menampilkan peristiwa menjelang Perang Jawa pada 1825-1830. Hasil analisis menunjukkan bahwa Remy Sylado menggunakan parodi dalam mengonstruksi ulang masa lalu secara tidak nostalgis, melainkan reflektif terhadap realitas sosial-politik di masa kini. Isu yang diangkat dalam novel ini mengenai mafia tanah, mafia pajak, sentimen anti-Cina, gratifikasi seks, pemimpin boneka, dan pejabat oportunis sebagai bentuk representasi yang masih terjadi di Indonesia pada masa kini. Selain itu, penggunaan tokoh fiktif dalam novel ini berfungsi untuk mengaitkan adat, budaya, politik, dan dinamika sosial masa kolonial dengan narasi utama. Dalam penelitian ini juga ditemukan fungsi edukatif novel dalam menumbuhkan nasionalisme, pemahaman sejarah, hingga penguatan karakter. Novel ini juga menghadirkan Trigatra Bangun Bahasa melalui bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam konteks historisnya. Secara umum, novel ini menjadi bukti penting bahwa karya sastra mampu merefleksikan kontinuitas sejarah sekaligus mengkritisi struktur kekuasaan dalam bingkai metafiksi historiografis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abadi, S. (2021). Pemimpin Boneka. Forum News Network. https://fnn.co.id/post/pemimpin-boneka

Admin, A. (2024). Gratifikasi Seksual: Ketika Gratifikasi Tak Hanya Materi. Alchemist Group. https://alchemistgroup.co/gratifikasi-seksual-ketika-gratifikasi-tak-hanya-materi/

Aji, W. T. (2025). Onani Kekuasaan: Penguasa Adalah Maut. https://www.researchgate.net/profile/Wahyu-Trisno-Aji 2/publication/390057136_Onani_kekuasaan_Penguasa_Adalah_Maut/links/67dd83b4e62c604a0df8d2f7/Onani-kekuasaan-Penguasa-Adalah-Maut.pdf

Ardhianti, M. (2016). Kajian New Historicism novel Hatta: Aku Datang karena Sejarah karya Sergius Sutanto. Buana Bastra: Bahasa, Susastra, Dan Pengajarannya, 3(1). https://jurnal.unipasby.ac.id/bastra/article/view/652?utm

Atok, A. N. dkk. (2022). Wabah Cacar di Jawa Abad-19: Peran Pemerintah Kolonial dalam Menerapkan Vaksinasi. Harmony, 7(2), 98–105. https://doi.org/10.15294/harmony

Azhari, M. R. dkk. (2024). Kilas Balik Kerusuhan Mei 1998, Kerusuhan Berbau Rasial di Jakarta dan Solo. Tempo. https://www.tempo.co/politik/kilas-balik-kerusuhan-mei-1998-kerusuhan-berbau-rasial-di-jakarta-dan-solo-59631

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book255675%0A%0A

Fithri, W. (2014). Kekhasan Hermenutika Paul Ricouer. Tajdid, 17(2), 187–211.

Gallagher, C., & Greenblatt, S. (2001). Practicing New Historicism. University of Chicago Press.

Gunawan, H. A. (2025, November). Sejarah Pangeran Diponegoro, Sang Pahlawan Nasional Melawan Penjajahan Belanda. Kumparan News. https://kumparan.com/hendro-ari-gunawan/sejarah-pangeran-diponegoro-sang-pahlawan-nasional-melawan-penjajahan-belanda-26B15rbe07N/full

Hadi, F. (2023). Mahfud MD Ungkap 11 Modus Mafia Tanah: Rumit, Polisi dan Kejaksaan Pusing! Kumparan News. https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-ungkap-11-modus-mafia-tanah-rumit-polisi-dan-kejaksaan-pusing-1zfUaZPtwTx/4

Hutcheon, L. (2004). Politik Posmodernisme. Jendela.

Imayah, I., & Amrullah, I. (2024). Perjuangan tokoh nasional pra kemerdekaan dalam novel biografi Indonesia (kajian New Historicism). Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(1), 135–141. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.21479

Kristanto, H. and Y. O. (n.d.). Fenomena Gratifikasi Seksual di Indonesia sebagai Bentuk Kejahatan Korupsi. Deviance Jurnal Kriminologi, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.36080/djk.1794

Langgo. (2025). Ketika Pejabat Menjadi Naungan Penjilat. Radar Kendari. https://radarkendari.id/ketiak-pejabat-jadi-naungan-penjilat/

Li, X., & Segarra, et al. (2025). A bibliometric review and trend analysis of Shakespeare studies from 2000 to 2023: Interdisciplinary directions including New Historicism. Humanities and Social Sciences Communications, 12, 306. https://doi.org/https://doi.org/10.1057/s41599-025-04664-8

Maryanto. (2023). Membaca Trigatra Bangun Bahasa. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/3955/membaca-trigatra-bangun-bahasa

Newton, K. M. (1997). Professing the Renaissance: The poetics and politics of culture. In New Literary History (pp. 15–36). Palgrave. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-1-349-25934-2_47

Permadi, I. (2023). Perlindungan Hukum terhadap Pemilik Tanah Akibat Kejahatan Mafia Tanah. Jurnal Ius Constituendum, 8(2), 308–323. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jic.v8i2.6951

Purnama, I. D. (2025). Mafia Tanah Tetap Ada Sampai Kiamat Kalau Pegawai BPN Mau Diajak Kongkalikong. Okezone.Com. https://economy.okezone.com/read/2025/11/17/320/3184029/mafia-tanah-tetap-ada-sampai-kiamat-kalau-pegawai-bpn-mau-diajak-kongkalikong

Putri, D. A. and F. U. N. (2021). Reformasi Perpajakan di Indonesia. Jurnal Hukum Positum, 6(2), 168–179. https://doi.org/https://doi.org/10.35706/positum.v6i2.5825

Remy Sylado. (2008). Pangeran Diponegero: Menuju Sosok Khalifah (1st ed.). Tiga Serangkai.

Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the Human Sciences. Cambridge University Press.

Ricoeur, P. (1991). From Text to Action: Essays in Hermeneutics II. Northwestern University Press.

Sahliyah, C. (2025). Kajian New Historicism novel Kubah karya Ahmad Tohari. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(1). https://doi.org/https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i1.6962

Soetjipto. (2024). Pecinan Semarang: Berawal dari Pemberontakan Tionghoa di Batavia. Republik Merdeka Online Jateng. https://www.rmoljawatengah.id/pecinan-semarang-berawal-dari-pemberontakan-tionghoa-di-batavia

Sugiarti, S. (2013). Analisis kritis New Historicism terhadap novel Indonesia modern dalam kerangka sejarah sastra. Litera, 8(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21831/ltr.v8i2.1210

Veeser, H. A. (Ed. . (1989). The New Historicism. Routledge.

Wahyudi, F. (2019). Pejabat dan Gratifikasi Seks. Mahkamah Agung. https://badilag.mahkamahagung.go.id/suara-pembaca-badilag/suara-pembaca/pejabat-dan-gratifikasi-seks-oleh-firman-wahyudi-18-11

Wahyuni, S., & Burhan, F. (2023). Fakta sejarah dalam novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral: Kajian New Historicism. Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, Dan Budaya Indonesia, 6(2), 195–214. https://doi.org/https://doi.org/10.33772/cakrawalalistra.v6i2.2832

Widyatama, E. (2025). Ini 11 Kasus Pajak Terbesar di RI, 2 Mantan Bos Sedang Diperiksa. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20251126095808-128-688579/ini-11-kasus-pajak-terbesar-di-ri-2-mantan-bos-sedang-diperiksa

Wigarani, L. dkk. (2019). Kerusuhan Anti Tionghoa di Semarang Tahun 1980. Journal of Indonesian History, 8(2), 113–120. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jih%0D

Published

2026-01-09

How to Cite

Ratino, R., & Onok Yayang Pamungkas. (2026). Parodi Masa Lalu dan Masa Kini Novel Pangeran Diponegoro Karya Remy Sylado dalam Perspektif Metafiksi Historiografis. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 187–205. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7812

Issue

Section

Articles

Categories