Sikap Tempo.co terhadap Jokowi Pasca Reshuffle Kabinet Merah Putih: Analisis Wacana Kritis

DOI: https://doi.org/10.30605/2w1ccz60

Authors

Analisis Wacana Kritis, struktur teks, kognisi sosial, konteks sosial, kekuasaan

Abstract

Penelitian ini menganalisis wacana media daring Tempo.co dalam membingkai Joko Widodo (Jokowi) pasca-jabatannya sebagai presiden melalui Analisis Wacana Kritis (AWK) dengan teori Teun A. van Dijk (1988). Fokus penelitian ini adalah membongkar bagaimana struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial digunakan untuk mereproduksi ideologi kritis terhadap politik dinasti dan upaya Jokowi dalam mempertahankan kekuasaannya pasca pemecatannya dari PDIP dan reshuffle Kabinet Merah Putih. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data tiga dimensi Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara makrostruktur, ditemukan tema sentral "Pergeseran Kekuasaan dari Solo ke Hambalang" yang mengonstruksi transisi kekuasaan sebagai proses eliminasi pengaruh aktor lama. Pada tingkat mikrostruktur, penggunaan diksi delegitimasi seperti “terlempar”, tak dianggap”, dan “orang titipan”, serta metafora secara efektif membentuk citra Jokowi sebagai figur yang mengalami pelemahan kekuasaan. Analisis kognisi sosial mengungkap bahwa media memanfaatkan pengetahuan bersama (shared knowledge) masyarakat mengenai politik keluarga Jokowi. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa manuver politik subjek adalah tindakan yang tidak memiliki legitimasi moral. Secara kontekstual, Tempo.co memposisikan diri sebagai agen kontrol sosial yang kritis terhadap upaya pelanggengan kekuasaan non-institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tempo.co menjalankan peran sebagai agen kontrol sosial yang menggunakan kekuasaan diskursif untuk memastikan bahwa personalisasi kekuasaan tidak melampaui batas demokrasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisisnya pada fase pasca-kekuasaan, yang membuktikan bahwa reproduksi ideologi dan delegitimasi aktor politik tetap bekerja secara intensif meskipun otoritas formal telah berakhir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

https://www.Tempo.co/politik/prabowo-gibran-dua-periode-2073086

Anggana, A., Al Aslah, A., & Reza Ramadhan, R. (2024). Analisis Framing dan Sentimen Media Daring terhadap Isu Dinasti Politik Keluarga Jokowi. DOI: https://doi.org/10.34010/jipsi.v14i2.14065

Darma, Y. A. (2009). Analisis Wacana Kritis. Yrama Widya.

Entman, R. M. (1993). Framing: Towards clarification of a fractured paradigm. McQuail's reader in mass communication theory, 390, 397. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Eriyanto. (2001). Analisis Framing. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. London: Edward Arnold.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017). Theories of Human Communication. Waveland Press, Inc.

Machiavelli, N., Griffith, Tom., & Detmold, C. E. (2013). The Prince. Hertfordshire: Wordsworth Editions Ltd.

Mahsun, M. S. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Granfindo Persada.

Nurfebriansyah, A. R., Rahmatunnisa, M., Immanuel, G. K., Suramahardini, K. M., & Yamani, M. L. T. (2025). Challenges of Indonesian Democracy Post-2024 Election. Jurnal Trias Politika, 9(1), 138-152. https://doi.org/10.33373/jtp.v9i1.7531 DOI: https://doi.org/10.33373/jtp.v9i1.7531

Pirmansyah, P., Lukman, F., & Darmayanti, N. (2025). Analisis Aktor Dan Peristiwa Dalam Pemberitaan Media Daring Tempo Terkait Politik Dinasti. Jurnal Perspektif, 9(2), 337. https://doi.org/10.15575/jp.v9i2.367 DOI: https://doi.org/10.15575/jp.v9i2.367

Putri, T. K. W., & Wicaksono, Y. P. (2021). Analisis wacana kritis model van Djik dalam pemberitaan reshuffle kabinet pada harian Tempo.co. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajarannya, 8(1), 1–17. https://doi.org/10.30738/ca.v8i1.11465 DOI: https://doi.org/10.30738/ca.v8i1.11465

Rafli Iftikar, & Haris Shofiyyuddin. (2024). Wacana pada Berita Online Jokowi Soal Gibran Politik Dinasti.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tabroni, R. (2014). Etika Komunikasi Politik dalam Ruang Media Massa.

Van Dijk, T. A. (1993). Principles of Critical Discourse Analysis. Discourse & Society, 4(2), 249–283. https://doi.org/10.1177/0957926593004002006 DOI: https://doi.org/10.1177/0957926593004002006

Van Dijk, T. A. (1988). News as Discourse. L. Erlbaum Associates.

Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and Power. Palgrave Macmillan. DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-137-07299-3

Yaqin, M. S. A. (2023). Analisis Framing Media Indonesia.com dan Detik.com Dalam Isu Endorse Jokowi Pada Prabowo Subianto. Medio Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 141–156. DOI: https://doi.org/10.56013/mji.v1i2.2480

Published

2026-03-03

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Sikap Tempo.co terhadap Jokowi Pasca Reshuffle Kabinet Merah Putih: Analisis Wacana Kritis. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(2), 944-956. https://doi.org/10.30605/2w1ccz60