Representasi Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani: Analisis Perspektif Johan Galtung
https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7780
Keywords:
Kekerasan struktural, kekerasan langsung, kekerasan budaya/kultural, Johan Galtung, Analisis SastraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi kekerasan struktural, kekerasan kultural, dan kekerasan langsung dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani dengan menggunakan perspektif teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Kereta Semar Lembu cetakan kedua terbitan Maret 2023. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan peristiwa dalam novel yang merepresentasikan ketiga bentuk kekerasan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk kekerasan ke dalam kategori kekerasan struktural, kultural, dan langsung berdasarkan konsep segitiga kekerasan Johan Galtung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan struktural dalam novel direpresentasikan melalui ketidakadilan sistemik seperti eksploitasi tenaga kerja, penghapusan identitas pekerja, dan ketimpangan akses terhadap hak-hak dasar. Kekerasan kultural tampak dalam bentuk legitimasi nilai, stereotipe, serta normalisasi penderitaan yang membenarkan ketidakadilan dan penindasan. Sementara itu, kekerasan langsung direpresentasikan melalui tindakan fisik dan verbal seperti pemukulan, penyiksaan, dan ancaman yang dialami tokoh-tokoh dalam novel. Ketiga bentuk kekerasan tersebut saling berkaitan dan membentuk gambaran kekerasan multidimensional yang merefleksikan realitas sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Kereta Semar Lembu tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium kritik sosial terhadap praktik kekerasan dan ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat.
Downloads
References
Abrams, M. H. (2012). A Glossary of Literary Terms. Boston: Wadsworth Cengage Learning.
Buololo, Yanida. 2022. “Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Novel Pada Senja yang Membawamu Pergi Karya Boy Candra” dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Carey, Peter dan Farish A. Noor. 2022. Ras, Kuasa, danKekerasan Kolonial di Hindia Belanda, 1808 – 1830. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Galtung, J. (1969). Violence, Peace, and Peace Research. Journal of Peace Research, 6(3), 167–191.
Galtung, J. (1990). Cultural Violence. Journal of Peace Research, 27(3), 291–305.
Kartono, Kartini. 2011. Patologi Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.
Koto, Indrian. 2012. Tragedi-tragedi Kemanusiaan di Indonesia. Yogyakarta: Laksana.
Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ramadhani, Fitayah Fatimah. 2015. “Kekerasan Verbal pada Novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha dan Kelayakannya” dlaam Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya).
Ratna, N. N. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sari, D. P. (2018). Kekerasan kultural terhadap perempuan dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.
Setiawan, R. (2019). Representasi kekerasan struktural dan kultural dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Jurnal Sastra Indonesia, 8(2), 112–123.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susan, Novri. 2014. Pengantar Sosiologi Konfik. Surabaya: Kharisma Putra Utama.
Suyitno. 2018. Metode Penelitian Kualitatif Konsep, Prinsip dan Operasionalnya. Tulungangung: Akademia Pustaka.
Teeuw, A. (2013). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Utami, Marcellina Ungti Putri. 2018. “Kekerasan Struktural dan Personal dalam Novel Candik Ala 1965 Karya Tinuk R. Yampolsky” dalam Jurnal Ilmiah Kebudayaan SINTESIS, Vol. 12, No. 1.
Wibowo, A. (2017). Kekerasan struktural dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer: Perspektif Johan Galtung. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Yamani, Zaky. 2021. Kereta Semar Lembu. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Afita Dwi Khasanah, Laily Nurlina, Eko Suroso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









