Optimalisasi Pelestarian Budaya Lokal menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Inovatif Generasi Muda

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7722

Authors

  • Salma P Nua Universitas Ichsan Gorontalo
  • Muhammad Isla
  • Citra Yustitya Gobel
  • Risti P. Sari Hunowu

Keywords:

Augmented Reality, Pelestarian Budaya Lokal, Generasi Muda, Media Pembelajaran

Abstract

Daerah Gorontalo memiliki kekayaan budaya lokal yang terbentuk dari perpaduan adat istiadat, nilai keislaman, dan warisan leluhur. Budaya ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bahasa, kesenian, pakaian adat, arsitektur rumah tradisional, hingga upacara adat. Urgensi Penelitian ini adalah Pelestarian budaya lokal sedang menghadapi tantangan terutama dikalangan generasi digital yang mulai kehilangan minat dan keterikatan terhadap nilai budaya Lokal karena dipengaruhi oleh Budaya Asing. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan pudarnya identitas budaya daerah yang menjadi bagian penting dari kekayaan bangsa. Tujuan Penelitian adalah melakukan Optimalisasi Pelestarian Budaya Lokal menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Inovatif  untuk Mendorong integrasi teknologi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan edukatif, sesuai dengan karakteristik generasi digital dan Memberikan rekomendasi pengembangan pembelajaran dalam konteks pendidikan formal dan informal.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menggukur pengetahuan generasi muda terhadap respon pemanfaatan tekologi AR untuk pelestarian budaya lokal. Sedangkan Metode kualitatif sebagai pemahaman mendalam untuk mengeksplor pemanfaatan Desain Augmented Reality sebagai media pembelajaran. Hasil perhitungan mnggunakan skala Likert terhadap 121 responden, diperoleh nilai mean sebesar 4,33 termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Interpretasi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap sangat positif terhadap pelestarian budaya lokal menggunakan Augmented Reality. Hasil perancangan Augmented Reality dilakukan pada Rumah Adat Dulohupa, Bantayo Poboide, dan budaya lokal lainnya dengan hasil validasi visualisasi objek budaya dalam bentuk model tiga dimensi (3D) yang dipadukan dengan informasi tambahan berupa teks dan audio mampu meningkatkan pemahaman pengguna terhadap nilai sejarah, filosofi, arsitektur, dan makna budaya yang terkandung di dalam setiap objek. Teknologi AR terbukti mempermudah proses penyampaian informasi budaya yang sebelumnya bersifat statis menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan mudah dipahami oleh generasi muda. Hal ini memvalidasi bahwa pemanfaatan Augmented Reality tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi inovatif yang efektif dalam mendukung upaya pelestarian budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adil, A., Liana, Y., Mayasari, R., Lamonge, A. S., Ristiyana, R., Saputri, F. R.,Wijoyo, E. B. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif: Teori dan praktik. Get Press indonesia.

Aini N, Harahap BS, M. T. I. T. (2025). Teknologi Augmented Reality Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Gen Z. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kearifan Lokal., 13;5(1)(Januari), 185–196.

Amalia NA, A. D. (2022). Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur., 19(1):, 34-40.

Anisah, Nurul, and R. P. (2024). Sistem informasi kuesioner materi pembelajaran SMP swasta generasi bangsa Martubung menggunakan skala Likert. Jurnal Rekayasa Sistem (JUREKSI), 2.2, 604–616.

Azzahra PT, Asbari M, N. D. (2024). Urgensi Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Pendidikan Berkualitas. Journal of Information Systems and Management (JISMA)., 3(1), 90–102.

Daniyati A, Saputri IB, Wijaya R, Septiyani SA, S. U. (2023). Konsep dasar media pembelajaran. Journal of Student Research., 23;1(1)(Januari), 282–294.

Hunowu RP, M. I. (2023). Design Of A Visual Book Of Gorontalo Cultural Heritage As A Form Of Preservation And Education Of Indonesia’s Culture History. Pixel: Jurnal Ilmiah Komputer Grafis., 13;16(2)(December), 81-95.

IR., P. (2023). Implementasi Aplikasi Mobile Augmented Reality Untuk Pengenalan Sejarah Ikon Kota Di Indonesia. The Indonesian Journal of Computer Science., 6;12(5)(November).

Latifah, Umi, D. Ayu, and A. T. Z. (2025). Edukasi budaya daerah berbasis permainan interaktif untuk meningkatkan kesadaran generasi Z. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 6.225, 33-45.

Masri, Masri, Dewi Surani, and A. F. (2023). Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality Assemblr Edu dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMP. Jurnal Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran: JPPP, 4.3, 209-216.

Nurhasanah, Lanny; Siburian, Bintang Panduraja; Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10.2, 31–39.

Qomaruddin, and H. S. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1.2., 77–84.

S.Mohi. (2021). Eksistensi Budaya Lokal Gorontalo Sebagai Identitas Suku Bangsa Dalam Dimensi Globalisasi Dan Modernisme. Transformasi: Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam., 9;5(1)(December), 57–75.

Salma P Nua, Gobel CY, S. S. (2025). Analisis Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Suku Bolango Memanfaatkan Tekologi Kamus Digital Tiga Bahasa. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra., 4;11(1)(Januari), 52–60.

Sari IP, Batubara IH, B. M. (2023). Pengenalan bangun ruang menggunakan augmented reality sebagai media pembelajaran. Hello World Jurnal Ilmu Komputer, 1(4), 209–115.

Published

2026-02-19

How to Cite

Salma P Nua, Muhammad Isla, Citra Yustitya Gobel, & Risti P. Sari Hunowu. (2026). Optimalisasi Pelestarian Budaya Lokal menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Inovatif Generasi Muda. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 635–647. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7722

Issue

Section

Articles

Categories