Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Surat Panggilan Penyidik terhadap Saksi Anak; Kajian Semantik Pragmatik

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7712

Authors

  • Made Dewi Candraningsih Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dadang Sudana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Mahardhika Zifana Universitas Pendidikan Indonesia

Keywords:

anak; linguistik forensik; pragmatik; semantik; surat panggilan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa dalam surat panggilan penyidik kepada anak sebagai saksi/korban untuk mengungkap fungsi performatifnya dalam membangun kewajiban hukum dan relasi kuasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka linguistik forensik dengan menganalisis secara semantik (leksikal, gramatikal, proposisional) dan pragmatik (tindak tutur, implikatur, presuposisi). Hasil penelitian menunjukkan secara semantik surat panggilan membangun medan makna kewajiban–pelanggaran–sanksi melalui pilihan leksikal deontik, struktur gramatikal direktif yang bersifat impersonal, serta proposisi normatif yang mengaitkan ketidakpatuhan dengan konsekuensi pidana. Secara pragmatik, dokumen tersebut merealisasikan tindak tutur direktif–deklaratif, menghasilkan implikatur koersif berupa ancaman sanksi, dan memuat presuposisi bahwa penerima memiliki kompetensi hukum setara dengan orang dewasa. Temuan ini mengungkap adanya ketidaksesuian antara konstruksi bahasa dalam surat panggilan dengan prinsip child-friendly justice yang menekankan kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan dari tekanan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan linguistik forensik sekaligus memberikan dasar normatif bagi perancangan bahasa dokumen hukum yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmed, H. R. (2021). The role of forensic linguistics in crime investigation: Uses in legal proceedings. ANGLISTICUM. Journal of the Association-Institute for English Language and American Studies, 10(2), 23–31.

Austin, J. L. (1962). Speech acts. Oxford.

Bhatia, S. (2017). Associative judgment and vector space semantics. Psychological Review, 124(1), 1.

Coulthard, M., & Johnson, A. (2010). The Routledge handbook of forensic linguistics. Routledge London.

Cruse, A. (2004). Meaning in language: An introduction to semantics and pragmatics.

Crystal, D. (2008). Dictionary of Phonetics and Phonology. Cambridge university press, London.

Economic, U. N., & Council, S. (2025). Guidelines on justice in matters involving child victims and witnesses of crime.

Fairclough, N. (2013). Language and power. Routledge.

Fauziyah, N. (2016). Kerentanan mengalami kekerasan pada anak yang berkonflik dengan hukum selama menjalani proses hukum. Psikoislamika: Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 13(2), 5–12.

Gibbons, J., & Turell, M. T. (2008). Dimensions of forensic linguistics. John Benjamins Publishing Company.

Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In Speech acts (pp. 41–58). Brill.

Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2014). Halliday’s introduction to functional grammar. (No Title).

HANH, B. U. I. T. H. I. (2024). EVALUATING THE EFFECTIVENESS OF VIETNAM’S CHILD-FRIENDLY JUDICIAL SYSTEM: LEGAL REFORMS AND THEIR IMPACT ON JUVENILE JUSTICE. Brazilian Journal of Law & International Relations/Relações Internacionais No Mundo, 4(46).

Huang, Y. (2017). The Oxford handbook of pragmatics. Oxford University Press.

Hurford, J. R., Heasley, B., & Smith, M. B. (2007). Semantics: a coursebook. Cambridge university press.

Klemfuss, J. Z., & Olaguez, A. P. (2020). Individual differences in children’s suggestibility: An updated review. Journal of Child Sexual Abuse, 29(2), 158–182.

Lansdown, G. (2019). Children’s Participation: A Journey Still Unfolding. Chowanna, 53 (2), 111–134.

Leech, G. N. (2014). The pragmatics of politeness. Oxford University Press.

Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge university press.

Levinson, S. C. (2000). Presumptive meanings: The theory of generalized conversational implicature. MIT press.

Mutoni Uwase, N. (n.d.). The Relationship between Language, Power, and Law.

Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge university press.

Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.

Soesilo, R. (2022). Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Dengan Penjelasan Resmi Dan Komentar.

UNICEF. (2005). United Nations guidelines on justice in matters involving child victims and witnesses of crime. Child Friendly Version: UNICEF and UNODC with the Support of the Innocent Research Centre and IBCR.

Ververidou, F. (n.d.). On the road towards a child-friendly justice system.

Yule, G. (2010). The study of language 4th edition. Cambridge: Cambri Carlisle, JF (2010). Effects of Instruction in Morphological Awareness on Literacy Achievement: An Integrative Review. Reading Research Quarterly, 45(4), 464–487.

Perundang-undangan :

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHAP)

Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)

Undang-undang Nomo 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Published

2026-01-28

How to Cite

Made Dewi Candraningsih, Dadang Sudana, & Mahardhika Zifana. (2026). Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Surat Panggilan Penyidik terhadap Saksi Anak; Kajian Semantik Pragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 441–452. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7712