Tradisi Ziarah di Banten sebagai Cermin Kearifan Lokal dalam Pendidikan

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7661

Authors

  • Linda Lusiana Cahyawibawa Sultan Ageng Tirtayasa University
  • Hafidh Amanatul Mulki Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dahlia Kusumawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Odien Rosidin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Tradisi ziarah, Banten, nilai pada Pendidikan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tradisi ziarah dalam menanamkan nilai pendidikan karakter, seperti religiusitas, toleransi, penghormatan terhadap leluhur, dan kebersamaan. Berlandaskan teori dari Semi dalam Endraswara (2003:4-5), penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif yang dilakukan dengan maksud membuat deskripsi, sebuah gambaran, atau analisis secara otomatis. Teknik pengumpulan data diambil dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal ini mendakan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara tradisi ziarah dan sistem Pendidikan di Indonesia. Selain mengandung nilai sejarah, ziarah juga syarat akan makna religi bagi peserta didik. Nilai yang terkandung di antaranya adalah (1) Nilai Religius, (2) Nilai Moral dan Etika, (3) Nilai Sosial dan Kebersamaan, (4) Nilai Sejarah dan Budaya Lokal, dan (5) Nilai Edukatif Keteladanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriliani, P. (2025). Menelusuri Sejarah dan Spiritual di Destinasi Wisata Ziarah Banten Lama. Kompasiana.

Ariyono, & Aminuddin Sinegar. (1985). Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Beta, P., dkk. (2020). Etnografi komunikasi tata cara bertutur masyarakat suku Padoe. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 6(1), 527–432. https://www.e-journal.my.id/onoma/article/view/274

Djajasudarma, T. F. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT Rosdakarya.

Durkheim, E. (1915). The Elementary Forms of The Religious Life (J. W. Swain, Trans.). New York: The Free Press.

Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.

Endraswara, S. (2015). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Fadillah, M. A. (2022). Pelestarian Situs Banten Lama: Perspektif arkeolog publik. Artikel Kritis, 64–80.

Furqon. (2015). Etnopaedagogi: Pendekatan pendidikan berbudaya dan membudayakan. Dalam Ethnopedagogy, The Proceeding of International Seminar on Etnopedagogy. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Geertz, C. (1976). The Religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.

Harpriyanti, H., & Wulandari, N. I. (2024). Mamanda sebagai wahana pendidikan budaya (Kajian etnopedagogi). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(1), 43–58.

Keesing, R. M. (1981). Theories of culture. Dalam R. W. Casson (Ed.), Language, Culture, and Cognition. New York: Macmillan Publishing, Inc.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Mansyhuri, & Zainuddin. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Miksic, J. N. (1992). Artifact and site museum in Banten Lama. SPAFA Workshop on Archaeological Conservation, Serang.

Mundardjito, H., Ambary, H., & Djafar. (1986). Laporan penelitian arkeologi Banten 1976. Dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 18, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Qomaruzzaman Anees, B. (2020). Bercermin pada sejarah Banten. Dalam F. Hadiansyah (Ed.), Dua Dasawarsa Pembentukan Provinsi Banten (hlm. 47–56). Serang: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten & Untirta Press.

Ratna, N. K. (2011). Sastra, Teori, dan Pengajarannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soekanto. (1993). Kamus Sosiologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Stiawati, T., & Yulianti, R. (2016). Mengelola wisata religi di Banten Lama. Jurnal Pariwisata, VIII(2), 63–73.

Sulistiyo, B., & Many, G. V. (2012). Revitalisasi kawasan Banten Lama sebagai wisata ziarah. Jakarta: Esa Unggul.

Suyanto, S. (2018). Pendidikan Karakter di Sekolah: Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: UNY Press.

Tilaar, H. A. R. (2011). Kebudayaan dan Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Van Peursen. (1976). Strategi Kebudayaan. Jakarta: Kanisius.

W.J.S. (1985). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Wawancara dengan Abah Suhaemi, Pak Kemed, Ibu Indahyati, dan Wahyu Arya. (Serang–Cilegon, Oktober 2025).

Wibiyanto, D. R. (2023). Tradisi sebagai kekuatan pembangun moderasi beragama di Indonesia. ResearchGate.

Widana, I. N. A., & Dwijayanthi, N. M. A. (2021). Ngaasin sebagai pendidikan karakter: Kajian etnopedagogi. Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali, 2(2), 1–10. http://www.jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/subasita/article/view/1761

Yuningsih, E. (2022). Mengungkap makna simbolik dalam khazanah leksikon etnoarsitektur Hijau Keraton (Kajian etnolinguistik di Keraton Kasepuhan Cirebon). Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(1), 64–75. https://doi.org/10.26499/rnh.v11i1.4495

Published

2026-02-17

How to Cite

Lusiana Cahyawibawa, L., Hafidh Amanatul Mulki, Dahlia Kusumawati, & Odien Rosidin. (2026). Tradisi Ziarah di Banten sebagai Cermin Kearifan Lokal dalam Pendidikan. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 623–634. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7661

Issue

Section

Articles

Categories