Nilai Solidaritas dalam Puisi Kekasih Palestina Karya Mahmoud Darwish dan Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu? Karya Taufiq Ismail: Sebuah Kajian Sastra Bandingan

DOI: https://doi.org/10.30605/ghwge083

Authors

solidaritas, sastra bandingan, Emile Durkheim, Mahmoud Darwish, Taufiq Ismail

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan representasi solidaritas sosial dalam puisi “Kekasih Palestina” karya Mahmoud Darwish dan “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?” karya Taufiq Ismail, serta menjelaskan pengaruh latar historis dan kultural terhadap konstruksi solidaritas dalam kedua teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka sosiologi sastra dengan landasan teori solidaritas Émile Durkheim, khususnya konsep solidaritas mekanis dan organik. Data dianalisis melalui teknik close reading dengan mengidentifikasi unsur-unsur puitik seperti diksi, imaji, dan simbolisme yang kemudian dikategorikan berdasarkan bentuk solidaritas yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Mahmoud Darwish merepresentasikan solidaritas mekanis yang berakar pada kesamaan identitas kolektif, memori historis, serta pengalaman eksil bangsa Palestina. Solidaritas ini dibangun melalui penggunaan metafora tubuh, citraan lanskap tanah air, serta simbol-simbol nasional yang berfungsi memperkuat kesadaran komunal dan semangat perlawanan. Sebaliknya, puisi Taufiq Ismail merepresentasikan solidaritas organik-spiritual yang terbentuk melalui empati lintas budaya dan kesadaran moral-religius universal. Solidaritas tersebut dimediasi oleh penggunaan imaji religius, simbol spiritual, serta analogi pengalaman lokal Indonesia yang memungkinkan pembaca merasakan keterhubungan emosional dengan realitas Palestina. Temuan ini menegaskan bahwa perangkat puitik tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai mekanisme representasi kohesi sosial dalam konteks konflik global. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan latar sosial, historis, dan kultural penyair berpengaruh signifikan terhadap cara solidaritas dikonstruksikan dalam teks. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas penerapan teori solidaritas Durkheim dalam kajian sastra bandingan lintas budaya serta menegaskan peran puisi sebagai medium artikulasi solidaritas moral, resistensi simbolik, dan empati global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi. (2023). Puisi Haru Taufiq Ismail, “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?”. Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/2023/11/puisi-haru-taufiq-ismail-palestina-bagaimana-bisa-aku-melupakanmu/

Al-Sakkaf, A. A. A., & Tayeb, Y. A. (2022). Consistency of resistance and nature in Mahmoud Darwish’s poetry in exile: Critical reading in selected poems. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities, 7(11). https://doi.org/10.47405/mjssh.v7i11.1879

Alwaqaa, M. A. (2021). Sociology and literature: An interdisciplinary approach. Journal of Liberal Arts and Humanities.

https://www.researchgate.net/publication/353434692_Sociology_and_Literature_An_Interdisciplinary_Approach

Amelia, R. (2025). Nilai humanisme dalam puisi bertema Palestina karya Taufiq Ismail dan Helvy Tiana Rosa. Jurnal Sastra Humaniora, 12(1), 45–60.

Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is qualitative in qualitative research. Qualitative Sociology, 42(2), 139–160. https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7

Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.

https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/thematic-analysis/book248481

Chotimah, D. N. (2025). Identity and Resistance in Mahmoud Darwish’s Poem " Bitaqah Hawiyyah ": A Roland Barthes Semiotic Analysis. 4(2), 2476–2500. https://doi.org/10.36312/5rajx453

Council on Foreign Relations (CFR). (2024). Global conflict tracker: Israeli-Palestinian conflict. https://www.cfr.org/global-conflict-tracker/conflict/israeli-palestinian-conflict

Courpasson, D., Dany, F., & Clegg, S. (2021). Resilience and resistance in organizations: A sociological perspective. Organization Studies, 42(4), 537–559.

https://doi.org/10.1177/01708406221077780

Damrosch, D. (2020). Comparing the literatures: Literary studies in a global age.

Darwish,M. (2013). ʿĀshiq min Filasṭīn [A Lover from Palestine]. Al-Ahlia Publishing, Amman.

Fernando,R. (2025). Puisi dan Hal Ihwal Kebangsaan. https://bbaceh.kemendikdasmen.go.id/2025/11/10/puisi-dan-hal-ihwal-kebangsaan/

Gofman, A. (2014). Durkheim’s theory of social solidarity and social rules. In The Palgrave handbook of altruism, morality, and social solidarity: Formulating a field of study (pp. 45-69). New York: Palgrave Macmillan US. https://link.springer.com/chapter/10.1057/9781137391865_3

Hafidzulloh, M., & Salam, A. (2021). Potensialitas puisi Bithaqah Hawiyyah (Mahmoud Darwish): Menilik politik kedaulatan negara Palestina. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 21(1), 152–165. https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/36658

Javed Ashiq, Dr. Profesor Iesar Ahmad, & M. I. (2024). RESISTENSI DAN IDENTITAS DALAM PUISI MAHMOUD DARWISH: PERSPEKTIF TEORITIS STUDI TRAUMA. Jurnal Internasional Isu-Isu Kontemporer Dalam Ilmu Sosial, 3(3), 2573–2579. https://ijciss.org/index.php/ijciss/article/view/1438

Khairulyadi, K., Ikramatoun, S., & Nisa, K. (2022). Durkheim’s Social Solidarity and the Division of labour: An Overview. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 3(2), 82–95. https://doi.org/10.22373/jsai.v3i2.1792.

Masyitoh, S., Haniefa, R., & Bahtiar, I. R. (2025). Nationalism in Bithaqah Hawiyyah’s poetry by Mahmud Darwisy: Riffattere semiotic study. Hijai: Journal on Arabic Language and Literature, 8(1). https://doi.org/10.15575/hijai.v8i1.44277

Mishra, C., & Rath, N. (2020). Social solidarity during a pandemic: Through and beyond Durkheimian Lens. Social Sciences and Humanities Open, 2(1), 100079. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2020.100079

Nur, M., et al. (2025). Puisi sebagai refleksi realitas sosial dalam konflik Palestina. Jurnal Ilmu Sastra dan Budaya, 3(6), 1778–1787. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/17339

Nuzula, F., & Tasnimah, T. M. (2025). Ideologi Perlawanan Dalam Puisi “Wathan Khain” dan Puisi “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” (Kajian Sastra Banding). Nady Al-Adab: Jurnal Bahasa Arab, 22(1), 56. https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/43033

Plys, K. (2020). Puisi Perlawanan: Puisi sebagai Solidaritas dalam Gerakan Anti-Otoritarian Pascakolonial di Asia Selatan yang Beraliran Islam. Teori, Budaya & Masyarakat , 37 (7-8), 295-313. https://doi.org/10.1177/02632764198827

Saussy, H. (2006). Comparative literature in an age of globalization. Baltimore: Johns Hopkins University Press

Talukder, M. J., & Ali, M. M. (2025). Ecological Metaphors of Resistance: Mahmoud Darwish’s Poetic Response to Palestinian Occupation. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 8(1), 27–35. https://doi.org/10.34050/els-jish.v8i1.42301.

United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA). (2024). Humanitarian situation in Palestine. https://www.unocha.org/publications/report/occupied-palestinian-territory/gaza-humanitarian.

Published

2026-04-19

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Nilai Solidaritas dalam Puisi Kekasih Palestina Karya Mahmoud Darwish dan Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu? Karya Taufiq Ismail: Sebuah Kajian Sastra Bandingan. (2026). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(2), 1143-1158. https://doi.org/10.30605/ghwge083