Kajian Linguistik Forensik Tindak Tutur Perbuatan Penistaan Agama dalam Konten Video Tiktok Aulia Rachman

https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7631

Authors

  • Nina Chairani Nasution Universitas Nasional
  • Rurani Adinda Universitas Nasional
  • Fairuz Fairuz Universitas Nasional

Keywords:

Linguistik Forensik, Penistaan Agama, Tindak Tutur

Abstract

Penistaan agama merupakan isu sosial dan hukum yang kompleks, mencerminkan ketegangan antara hak asasi manusia atas kebebasan berekspresi dan kewajiban negara untuk melindungi ketertiban umum serta keyakinan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengungkap tindak pidana penistaan atau penghinaan terhadap lambang agama dalam tuturan yang tersebar di media sosial TikTok. video Aulia (Penutur) Rahman “kampanye Desak Anis Baswedan”. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa tuturan dalam video TikTok yang secara implisit maupun eksplisit mengandung muatan yang dianggap melanggar norma agama dan merendahkan lambang agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak, catat, dan dokumentasi (rekaman video, tangkapan layar, teks transkripsi). Analisis data dilakukan secara bertahap, meliputi identifikasi tuturan relevan, klasifikasi jenis tindak tutur (misalnya pelecehan, penghinaan, ejekan, sindiran), serta analisis semantik-pragmatik untuk menafsirkan maksud dan konteks tuturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penghasutan di media sosial TikTok yang mengandung konten penistaan agama dan pencemaran terhadap lambang agama. Hasil dari analisis ini peneliti menemukan Assertif, Ekspresif dan memperkuat unsur kesengajaan atau niat jahat (mens rea) dan memenuhi unsur antara UU ITE dan Penodaan Agama KUHP.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, I. (2014). Ketaksaan tindak tutur dalam wacana humor pada acara Sentilan Sentilun di Metro TV. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 13(1), 11–19.

Chaer, A. (2010). Leonie.(2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Gibbons, J. (2003). Forensic Linguistics: An Introduction to Language in the Justice System. Wiley. https://books.google.co.id/books?id=hVPsw4DWjGAC

Jamshed, S. (2014). Qualitative research method-interviewing and observation. Journal of Basic and Clinical Pharmacy, 5(4), 87.

Krista Pratama dan Asep Purwo Yudi Utomo, R. (2020). Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Wacana Stand Up Comedy Indonesia Sesi 3 Babe Cabita di Kompas Tv. In CARAKA (Vol. 6, Issue 2).

Martinet, Y., Rom, W. N., Grotendorst, G. R., Martin, G. R., & Crystal, R. G. (1987). Exaggerated spontaneous release of platelet-derived growth factor by alveolar macrophages from patients with idiopathic pulmonary fibrosis. New England Journal of Medicine, 317(4), 202–209.

McMenamin, G. R. . (1993). Forensic stylistics. Elsevier.

Mukhtar, P. D., & Pd, M. (2013). Metode praktis penelitian deskriptif kualitatif. Jakarta: GP Press Group, 137.

Olsson, J. (2004). Forensic Linguistics: An Introduction to Language, Crime and the Law. Bloomsbury Academic. https://books.google.co.id/books?id=-ZtfQgAACAAJ

Olsson, J. (2008). Forensic Linguistics: Second Edition: An Introduction To Language, Crime and the Law. Bloomsbury Academic. https://books.google.co.id/books?id=1YnUAwAAQBAJ

Papana, R. (2016). Stand up comedy Indonesia. Elex Media Komputindo.

Rahardi, K. (2003). Berkenalan dengan ilmu bahasa pragmatik. Malang: Dioma.

Santoso, I. (2013). Mengenal linguistik forensik: Linguis sebagai saksi ahli. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sudaryanto. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis (Vol. 64). Duta Wacana University Press.

Urmson, J. O. (1965). JL Austin. The Journal of Philosophy, 62(19), 499–508.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Andi Offset.

Published

2026-01-07

How to Cite

Nasution, N. C., Rurani Adinda, & Fairuz, F. (2026). Kajian Linguistik Forensik Tindak Tutur Perbuatan Penistaan Agama dalam Konten Video Tiktok Aulia Rachman. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 12(1), 117–135. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7631