Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat “Sigalegale” dari Tapanuli Utara: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough

DOI: https://doi.org/10.30605/onoma.v10i4.4620

Authors

analisis wacana kritis, cerita rakyat, sigalegale, nilai budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat "Sigalegale" dari Tapanuli Utara menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis wacana kritis Fairclough, yang mengkaji nilai-nilai budaya dalam cerita tersebut. Teknik analisis data mengikuti model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan tercermin melalui ketakwaan, kebiasaan berdoa, dan sikap berserah diri, seperti yang digambarkan oleh tokoh Rahat Raja dan Rahat Bulu. Hubungan manusia dengan alam menekankan pentingnya harmoni, penggunaan sumber daya alam yang bijaksana, dan penghormatan terhadap alam. Hubungan manusia dengan masyarakat terlihat dari nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, musyawarah, dan gotong royong. Nilai-nilai hubungan manusia dengan orang lain mencakup keramahan, kasih sayang, dan kesetiaan. Sementara itu, hubungan manusia dengan diri sendiri mencerminkan harga diri, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Penulis juga menekankan identitasnya sebagai pelestari budaya Batak dan menggambarkan masyarakat Batak sebagai komunitas yang kuat dan tradisional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Published

2024-10-26

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat “Sigalegale” dari Tapanuli Utara: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough. (2024). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(4), 4244-4260. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i4.4620