Teori Relevansi dalam Dakwah Humor Sheikh ‘Assim sebagai Alternatif Dakwah Kontemporer: Kritik terhadap Prinsip Kerjasama
DOI: https://doi.org/10.30605/onoma.v9i2.2686
dakwah humor, sheikh assim al-hakeem, teori relevansi, prinsip kerjasama
Abstract
Diperlukan inovasi dalam dakwah untuk menjawab tantangan zaman. Salah satu bentuk inovasi dakwah yang tengah populer di media sosial saat ini adalah dakwah humor. Dakwah humor muncul sebagai alternatif dakwah kontemporer. Namun, konsep dakwah sendiri berhubungan dengan komunikasi antara pendakwah dan audiens. Dalam konteks komunikasi, terdapat dua teori yang sering digunakan dalam penelitian wacana humor, yaitu teori relevansi dan prinsip kerjasama. Kedua teori ini memiliki pandangan yang berbeda. Prinsip kerjasama berpendapat bahwa banyak tuturan humor melanggar prinsip kerjasama dalam membangun komunikasi yang relevan, sedangkan teori relevansi tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Maka dari itu, adanya tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis penggunaan teori relevansi dalam dakwah humor Sheikh 'Assim sebagai alternatif efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah dalam konteks kontemporer. Penelitian ini juga mencoba untuk memberikan kritik terhadap prinsip kerjasama. Penggunaan metode deskriptif kualitatif dimanfaatkan dalam penelitian ini, dan analisis isi (content analysis) menjadi sebuah desain penelitian kali ini. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, dan teknik purposive sampling dimanfaatkan dalam teknik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam empat video dakwah Sheikh 'Assim di TikTok, terdapat pelanggaran terhadap maksim-maksim prinsip kerjasama, seperti maksim kuantitas, relevansi, dan cara. Namun, teori relevansi mengkritik pelanggaran-pelanggaran tersebut dengan mengatakan bahwa pelanggaran tersebut sebenarnya hanya digunakan untuk menciptakan efek humor dan penegasan terhadap nilai-nilai syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah humor Sheikh 'Assim cenderung menerapkan teori relevansi dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya. Dengan demikian, dakwah humor Sheikh 'Assim dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah dalam konteks kontemporer, sekaligus mengkritik prinsip kerjasama.
Downloads
References
Downloads
Published
License
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Onoma Journal: Education, Languages??, and Literature agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.








