Masa Depan Guru Indonesia, Dampak Penghapusan Prodi Pendidikan Keguruan
Keywords:
Pendidikan keguruan, rasionalisasi prodi, regenerasi guru, kesenjangan pendidikan, revitalisasi kurikulumAbstract
Wacana penghapusan program studi pendidikan keguruan di perguruan tinggi Indonesia yang dilatarbelakangi oleh kebijakan rasionalisasi prodi menimbulkan polemik terkait dampaknya terhadap masa depan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi kebijakan tersebut terhadap regenerasi tenaga pendidik, kesenjangan akses pendidikan, dan pemenuhan hak dasar pendidikan, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kebijakan dan analisis literatur, penelitian ini mengkaji dokumen resmi, publikasi akademik, dan laporan lembaga pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa penghapusan prodi keguruan berpotensi memperparah krisis guru, menurunkan mutu pembelajaran, menghambat profesionalisasi calon pendidik, serta memperlebar kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan terpencil. Kebijakan ini dinilai mengabaikan peran strategis guru sebagai agen perubahan sosial yang tidak dapat diukur semata dengan logika industri. Sebagai alternatif, penelitian merekomendasikan revitalisasi prodi keguruan melalui pembaruan kurikulum berbasis teknologi dan kompetensi abad ke-21, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan sistem sertifikasi berkelanjutan, serta kolaborasi strategis dengan industri. Penguatan ekosistem pendidikan guru merupakan langkah krusial untuk menjamin pendidikan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Patobun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

