ETNOBOTANI TANAMAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DESA SUKARAMAI KABUPATEN PAKPAK BARAT

Authors

  • Laila Tinendung Universitas Samudera , INDONESIA

DOI:

https://doi.org/10.30605/aqa91e46

Keywords:

Etnobotani, Tanaman Obat, Masyarakat

Abstract

Etonobotani adalah salah satu ilmu yang mempelajar hubungan antara manusia, lingkungan, dan tumbuhan. Oleh karena itu, menganalisis pemahaman masyarakat tentang penggunaan tanaman dalam berbagai aspek kehidupan komunal, termasuk kebutuhan kesehatan, adalah salah satu tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman obat yang digunakan oleh penduduk Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, serta untuk memahami bagaimana mereka menggunakan tanaman tersebut. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Wawancara adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Sepuluh penduduk Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, menjadi responden. Keluarga Zingiberaceae, yang mencakup tanaman jahe dan kunyit, adalah keluarga yang paling banyak digunakan oleh penduduk Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, menurut grafik temuan penelitian. Batuk dan pilek menyumbang 37% dari gangguan yang diobati dengan tanaman obat di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, menurut wawancara responden. Gambir, kemenyan, tembakau, pinang, daun sirih, jerango, jeruk purut, kunyit, jahe, dan labu termasuk tanaman obat yang dapat ditemukan di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Jenis penyakit berdasarkan data hasil penelitian diketahui masyarakat mengetahui tentang pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan apa saja yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit yang mereka derita. Contohnya jenis penyakit yang di derita masyarakat, yaitu batuk dan pilek, radang gigi dan gusi, gangguan pencernaan, asam lambung.

References

Bancin, N. K. (2021). PEMANFAATAN GAMBIR (Uncaria Gambir) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL ETNIS PAKPAK DI KABUPATEN PAKPAK BARAT, SUMATERA UTARA. Skripsi, 1-52.

Daeli, D. Y. (2023). Studi Etnobotani Tanaman Obat Tradisional Pada Masyarakat Di Desa Orahili Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat. Tunas: Jurnal Pendidikan Biologi, 1-16.

Hermanto, L. O., & DKK. (2023). Review Artikel: Pemanfaatan Tanaman Sirih (Piper Betle L) Sebagai Obat Tradisional. Phrase (Pharmaceutical Science) Journal, 33-42.

Lpsepakpakbharat. (2022, 3 2). Kembangkan Produk Herbal Dan Tanaman Obat Pemkab Pakpak Bharat Kerja Sama Dengan PT. INDOFARMA. Retrieved From Web.Pakpakbharatkab.Go.Id: Https://Web.Pakpakbharatkab.Go.Id/Berita/2022-03-02/Kembangkan-Produk-Herbal-Dan-Tanaman-Obat-Pemkab-Pakpak-Bharat-Kerja-Sama-Dengan-Pt-Indofarma

Matono, N. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi Dan Data Sekunder. Jakarta: Rajawali Press.

Padang, E., & Ekomilia, S. (2024). Pemanfaatan Tanaman Sebagai Obat Pada Etnis Pakpak Di Desa Kuta Babo Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat. Jurnal Sains AGRO, 1-10.

Sari, R. (2022). Analisis Biaya Operasional Pada Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu Kabupaten Enrekang. Jurnal Ekonomix, 19-30.

Silalahi, M. (2020). Pemanfaatan Citrus Hystrix Dc Oleh Pedagang Tumbuhan Obat Di Pasar Tradisional Kabanjahe Kabupaten Karo. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 317-326.

Zufahmi, & DKK. (2015). Karakteristik Tanaman Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Berdasarkan Penanda Morfologi Dan Pola Pita Isozim Peroksidase. Prosiding Seminar Nasional Biotik

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

ETNOBOTANI TANAMAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DESA SUKARAMAI KABUPATEN PAKPAK BARAT . (2026). Jurnal Biogenerasi, 11(2), 914-922. https://doi.org/10.30605/aqa91e46