ANALISIS KEBUTUHAN AWAL PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATTOANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KREATIVITAS SAINS PESERTA DIDIK

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/wmxawn11

Keywords:

analisis kebutuhan, kreativitas sains, kearifan lokal Mattoana, kemampuan komunikasi, pembelajaran berdiferensiasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan awal pengembangan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas sains peserta didik. Studi pendahuluan ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran abad ke-21, kebutuhan implementasi pembelajaran yang responsif terhadap keragaman peserta didik, serta pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Dalam artikel ini, Mattoana dipahami sebagai praktik budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan dalam menyambut dan menjamu tamu di rumah, baik tamu yang datang karena suatu kepentingan maupun tamu yang diundang secara khusus. Nilai-nilai Mattoana meliputi kebersamaan, penghormatan, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, dan penghargaan kepada tamu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebagai analisis kebutuhan awal. Subjek penelitian adalah 100 peserta didik kelas XI SMA Negeri 11 Pangkep pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang terdiri atas soal kemampuan komunikasi dan soal kreativitas sains. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase berdasarkan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi peserta didik dominan berada pada kategori kurang sebesar 37%, disusul kategori cukup sebesar 35%, sangat kurang sebesar 25%, dan baik sebesar 3%, tanpa peserta didik pada kategori sangat baik. Kreativitas sains peserta didik juga dominan berada pada kategori kurang sebesar 45%, disusul cukup sebesar 30% dan sangat kurang sebesar 25%, tanpa peserta didik pada kategori baik dan sangat baik. Temuan ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana yang mampu mengakomodasi perbedaan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik, sekaligus mendorong komunikasi ilmiah dan kreativitas sains melalui konteks budaya menyambut dan menjamu tamu yang dekat dengan kehidupan sosial peserta didik.

References

Battelle for Kids. (2019). Framework for 21st Century Learning. Partnership for 21st Century Learning.

Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer.

BSKAP Kemdikdasmen. (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Budiono, H., & Abdurrohim, M. (2020). Peran guru dalam mengembangkan keterampilan komunikasi (communication) siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Teratai. Jurnal IKA: Ikatan Alumni PGSD UNARS, 8(1).

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dhema, M., & Jufriansah, A. (2021). Aktivitas dan pemecahan masalah matematika menggunakan model Problem Based Learning di SMK. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 4(1), 39-44. https://doi.org/10.22460/jpmi.v4i1.39-44

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (8th ed.). McGraw-Hill.

Gardner, H. (1999). The Disciplined Mind: What All Students Should Understand. Simon & Schuster.

Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81-112. https://doi.org/10.3102/003465430298487

Hu, W., & Adey, P. (2002). A scientific creativity test for secondary school students. International Journal of Science Education, 24(4), 389-403. https://doi.org/10.1080/09500690110098912

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Lawrence-Brown, D. (2004). Differentiated instruction: Inclusive strategies for standards-based learning that benefit the whole class. American Secondary Education, 32(3), 34-62.

McKenney, S., & Reeves, T. C. (2019). Conducting Educational Design Research (2nd ed.). Routledge.

OECD. (2024a). PISA 2022 Results (Volume III): Creative Minds, Creative Schools. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/765ee8c2-en

OECD. (2024b). PISA 2022 Results (Volume III) - Factsheets: Indonesia. OECD Publishing.

Pamungkas, A., Subali, B., & Linuwih, S. (2017). Implementation of science learning model based on local wisdom to improve students’ creativity and learning outcomes. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3(2), 118-127. https://doi.org/10.21831/jipi.v3i2.14562

Richey, R. C., & Klein, J. D. (2007). Design and Development Research: Methods, Strategies, and Issues. Lawrence Erlbaum Associates.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D, dan Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Thornhill-Miller, B., Camarda, A., Mercier, M., Burkhardt, J. M., Morisseau, T., Bourgeois-Bougrine, S., Vinchon, F., El Hayek, S., Augereau-Landais, M., Mourey, F., Feybesse, C., Sundquist, D., & Lubart, T. (2023). Creativity, critical thinking, communication, and collaboration: Assessment, certification, and promotion of 21st century skills for the future of work and education. Journal of Intelligence, 11(3), 54. https://doi.org/10.3390/jintelligence11030054

Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms (3rd ed.). ASCD.

Tomlinson, C. A., & Imbeau, M. B. (2010). Leading and Managing a Differentiated Classroom. ASCD.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. Jossey-Bass.

UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. UNESCO.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Wilhalminah, A., Rahman, U., & Muchlisah. (2017). Pengaruh keterampilan komunikasi terhadap perkembangan moral siswa pada mata pelajaran Biologi kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Limbung. Jurnal Biotek, 5(2), 37-52

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

ANALISIS KEBUTUHAN AWAL PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATTOANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KREATIVITAS SAINS PESERTA DIDIK. (2026). Jurnal Biogenerasi, 11(2), 948-956. https://doi.org/10.30605/wmxawn11