Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Kota Tarakan

Authors

  • Suang Andi Palimbong Indonesia Open University image/svg+xml
  • Raflen Aril Gerungan Indonesia Open University image/svg+xml
  • Subekti Nurmawati Indonesia Open University image/svg+xml
  • Elizabeth Novi Kusumaningrum Indonesia Open University image/svg+xml
  • Mustaking Universitas Puangrimaggalatung Sengkang

DOI:

https://doi.org/10.30605/b1qaq858

Keywords:

Mangrove, Keanekaragaman, Kawasan Konservasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove yang tumbuh di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Kota Tarakan. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan cara menarik garis transek mengarah tegak lurus dari garis Pantai ke arah darat dan pertimbangan kerapatan vegetasi dengan pengampilan sampel dilakukan pada 3 stasiun.  Hasil penelitian tentang keanekaragaman jenis mangrove yang tumbuh di Kawasan Konservasi Kota Tarakan menunjukkan bahwa jenis mangrove yang ditemukan sebanyak 7 jenis dan yang paling dominan adalah jenis mangrove Rhizophora Appiculata. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa indeks keanekaragaman Jenis Mangrove di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove dan Bekantan Di Kota Tarakan sebesar 1<H’≤1.8276 yang berarti tergolong kedalam kriteria sedang.

References

Anugra, F., Umar, H., & Toknok, B. 2014. Tingkat kerusakan Hutan Mangrove Pantai Di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Warta Rimba, Vol.2(1):54-61.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (2010). Laporan Penelitian KKMB Kota Tarakan. Tarakan: Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

BPK, RI. Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara. [Online] 2021 [Diakses pada 07 Juni 2021]. URL:https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9djAg6JUS6wJ:https://kaltara.bpk.go.id/pemerintah-daerah/kabupaten-serang 2/+&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id

Donato, D.C., dkk. 2012. Whole-Island Carbon Stocks In the Tropical Pacific: Implications For mangrove Conservation and Upland Restoration, Journal Of Environmental Management, Vol. 9(7):89-96.

Jamili, Setiadi, D., Qayim, I., & Guhardja, E. (2009). Struktur dan komposisi mangrove di P. Kaledupa, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tengah. Ilmu Kelautan 14(4), 36-45.

Noor, YR., M. Khazali, & INN. Suryadiputra. 2006. Panduan pengenalan mangrove di Indonesia. Bogor. Wetland Internasional Indonesia Programme dan Ditjen PHKA.

Kawaroe M. 2001. Kontribusi Ekosistem Mangrove terhadap struktur komunitas ikan di Pantai utara kabupaten subang, Jawa Barat. Jurnal pesisir Pantai, Vol. 3(3):13-26.

Rachmawani D. (2007). Kajian Pengelolaan Ekosistem Mangrove secara berkelanjutan Kota Tarakan Kalimantan Timur (Studi Kasus Desa Binalatung Kecamatan Tarakan Timur). Institut Pertanian Bogor

Rahayu, S. M., Syuhriatin, & Wiryanto. 2018. Keanekaragaman Mangrove Di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jurnal Enviroscienteae. Vol. 14(1). Halaman 62-69.

Siahaya, M.E., Salampessy, M.L., Febr n Dominasi Mangrove Di Pesisir Pantai Desa Sehati Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&G. Bandung: PT Alfabeta.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Kota Tarakan. (2026). Jurnal Biogenerasi, 11(2), 824-830. https://doi.org/10.30605/b1qaq858