ETIKA PELEPASLIARAN SATWA HASIL REHABILITASI OLEH LEMBAGA KONSERVASI OIC: ANTARA KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KEBERLANJUTAN POPULASI

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/bssdbt55

Keywords:

bioethics, conservation, orangutan, rehabilitation, reintroduction

Abstract

Konflik antara manusia dan orangutan menjadi tantangan dalam upaya konservasi, sehingga diperlukan proses rehabilitasi dan pelepasliaran satwa ke habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek bioetika dalam pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi, khususnya dalam menyeimbangkan kesejahteraan individu dan keberlanjutan populasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif melalui kajian literatur dan analisis proses rehabilitasi serta pelepasliaran oleh lembaga konservasi. Hasil menunjukkan bahwa pelepasliaran meliputi beberapa tahapan penting, yaitu pemeriksaan kondisi satwa, transportasi, dan pelepasan ke habitat alami. Keberhasilan pelepasliaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan perilaku satwa, serta kondisi habitat rilis. Secara bioetika, keputusan pelepasliaran perlu mempertimbangkan kesejahteraan individu tanpa mengabaikan stabilitas populasi liar. Dengan demikian, pelepasliaran satwa harus dilakukan secara terencana dan berbasis pertimbangan ilmiah agar mendukung keberlanjutan ekosistem.

References

Kuswanda, W. (2017). Kriteria penilaian cepat kesesuaian habitat untuk lokasi pelepasliaran orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson): Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Jurnal Policy Brief, 11(5), 4–14.

Lavenia, C., Priyono, D. S., Yudha, D. S., & Arisuryanti, T. (2024). Species identification of rehabilitated critically endangered orangutans through DNA forensic: Implication for conservation. Tropical Life Sciences Research, 35(1), 123–137. https://doi.org/10.21315/tlsr2024.35.1.7

Lubis, F. D. W., Afifuddin, Y., & Patana, P. (2014). Mitigasi konflik orangutan Sumatera (Pongo abelii) dengan masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Peronema Forestry Science Journal, 3(2), 1–10.

Santosa, Y., Siregar, J. P., Rinaldi, D., & Rahman, D. A. (2012). Faktor-faktor penentu keberhasilan pelepasliaran orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 17(3), 186–191.

Sherman, J., Unwin, S., Travis, D. A., et al. (2021). Disease risk and conservation implications of orangutan translocations. Frontiers in Veterinary Science, 8, 749547.

https://doi.org/10.3389/fvets.2021.749547

Siregar, J. P., Mardiastuti, A., & Siregar, R. S. E. (2018). Pola aktivitas orangutan Sumatera ex-captive pasca dilepasliarkan di pusat reintroduksi orangutan Sumatera Jambi. Media Konservasi, 23(1), 99–106.

Yohanna, Masy’ud, B., & Mardiastuti, A. (2014). Tingkat kesejahteraan dan status kesiapan owa Jawa di pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa untuk dilepasliarkan. Media Konservasi, 19(3), 183–197.

Downloads

Published

2026-04-19

How to Cite

ETIKA PELEPASLIARAN SATWA HASIL REHABILITASI OLEH LEMBAGA KONSERVASI OIC: ANTARA KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KEBERLANJUTAN POPULASI. (2026). Jurnal Biogenerasi, 11(2), 489-494. https://doi.org/10.30605/bssdbt55