ANALISIS KONTAMINASI JAMUR PADA KUNYIT GILING CURAH DI PASAR LUBUK BUAYA KOTA PADANG

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v11i1.8185

Keywords:

Bulk Ground Turmeric, Mold and Yeast Count, Fungal Contamination

Abstract

Keamanan pangan sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya untuk produk pangan yang rentan terhadap kontaminasi mikroba. Kunyit bubuk curah yang dijual di pasar tradisional berisiko terkontaminasi jamur karena praktik penanganan yang tidak higienis, yang dapat mengurangi kualitas produk dan menimbulkan bahaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kontaminasi jamur pada kunyit bubuk curah yang dijual di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, dan untuk mengidentifikasi karakteristik makroskopis jamur yang tumbuh. Penelitian ini dilakukan dari Oktober 2025 hingga Januari 2026 di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang. Desain penelitian deskriptif digunakan dengan metode pengambilan sampel purposif. Sampel kunyit bubuk curah dipilih dan dikumpulkan dari lima pedagang dengan tingkat kebersihan yang berbeda. Kontaminasi jamur dinilai menggunakan metode penghitungan kapang dan ragi (MYC) dengan teknik spread plate pada media Potato Dextrose Agar (PDA), diikuti dengan pengamatan makroskopis morfologi koloni jamur. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel kunyit bubuk curah terkontaminasi jamur, dengan tingkat kontaminasi berkisar antara 2,67 × 10⁵ hingga 2,9 × 10⁶ CFU/g. Semua sampel melebihi batas maksimum yang diizinkan untuk kontaminasi mikroba sebagaimana ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM). Jamur kontaminan yang diidentifikasi meliputi Aspergillus flavus, A. niger, Penicillium sp., dan ragi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kunyit bubuk curah yang dijual di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, tidak memenuhi standar keamanan pangan mikrobiologis.

References

Aini, N., & Rahayu, T. (2015). Media Alternatif untuk Pertumbuhan Jamur Menggunakan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi, 861–866.

Akhsan, N. I. M., Sila, S., Syaifudin, E. A., & Kurniati, I. R. A. (2022). Identifikasi Jamur Rhizosfer di Lahan Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum L .) Bergulma di Desa Bendang Raya Kecamatan Tenggarong. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembap, 4, 99–106.

Anggraeni, W., Wardoyo, E. R. P., & Rahmawati. (2019). Isolasi dan Identifikasi Jamur pada Buah Cabai Rawit ( Capsicum frutescens L .) yang Bergejala Antraknosa dari Lahan Pertanian di Dusun Jeruk. Jurnal Protobiont, 8, 94–100.

Azzahroh, F. N., Gunawan, A. T., & Triyantoro, B. (2021). Hubungan hygiene sanitasi dengan kontaminasi Escherichia coli pada makanan pecel. Buletin Keslingmas, 40(4), 159–165.

Anonim. (2012). Pedoman kriteria cemaran pada pangan siap saji dan pangan industri rumah tangga. In Direktorat Standardisasi Produk Pangan, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya. Direktorat Standardisasi Produk Pangan, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.

Anonim. (2019). Pedoman penerapan peraturan badan POM tentang cemaran Mikroba dalam pangan olahan. In Direktorat Standarisasi Pangan Olahan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM RI (pp. 1–88). Direktorat Standardisasi Pangan Olahan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Ri.

Anonim. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan. In Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Erdiansyah, I., & Zaini, Q. (2023). Identifikasi karakteristik agens hayati Aspergillus niger dan uji daya hambat terhadap perkembangan penyakit bercak daun pada kacang tanah. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 2023, 296–306.

Evizal, R. (2013). Tanaman rempah dan fitofarmaka. Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

Ferreira, F. D., Mossini, S. A. G., Ferreira, F. M. D., Arrotéia, C. C., Da Costa, C. L., Nakamura, C. V., & Machinski Junior, M. (2013). The Inhibitory Effects of Curcuma longa L. Essential Oil and Curcumin on Aspergillus flavus Link Growth and Morphology. The Scientific World Journal, 2013.

Fikri, E., & Prameswari, I. (2024). Tinjauan kondisi sanitasi pasar berdasarkan pendekatan Permenkes No. 17 Tahun 2020 (Studi: Pasar Margahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 111–119.

Kustyawati, M. E. (2009). Kajian Peran Yeast dalam Pembuatan Tempe. Agritech, 29(2).

Leviana, W., & Paramita, V. (2017). Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air Dan Aktivitas Air Dalam Bahan Pada Kunyit ( Curcuma Longa L.) Dengan Alat Pengering Electrical Oven. Jurnal Metana, 13(2), 37–44.

Mirawati, M., Djajaningrat, H., & Purwanti, A. (2013). Kualitas bakteriologis cabai yang dijual di pasar tradisional wilayah Pondok Gede. Jurnal Ilmu & Teknologi Ilmu Kesehatan, 1(1), 47–53.

Mustofa, S., & Adilla, P. (2024). Metode molekuler untuk mendeteksi mikroba penyebab penyakit patogen. Medula, 14(2), 351–354.

Nurhidayah, A., Dhanti, K. R., & Supriyadi. (2021). Identifikasi Jamur Patogen Penyebab Dermatofitosis pada Jari Kaki Petani di Desa Bojongsari, Banyumas. Jurnal Labora Medika, 5, 8–17.

Nurtjahja, K., Zuhra, C. F., Sembiring, H., Bungsu, A., Simanullang, J., Silalahi, J. E., Gultom, B. N. L., & Sartini, S. (2019). Fungal contamination spices from Indonesia with emphasis on Aspergillus flavus. Czech Journal of Food Sciences, 37(5), 338–344.

Okereke, V. C., Godwin-Egein, M. I., & Department. (2018). Mycotoxigenic Aspergillus flavus from ginger and turmeric consumed in the Niger Delta Region of Nigeria. Journal of Spices and Aromatic Crops, 27(2), 116–122.

Pahira, D. S. J., Inderiati, D., Hamtini, Savira, M., Ronny, Imasari, T., Yuwono, E., Amatullah, A., Pribadi, F. W., & Bedah, S. (2023). Mikologi Medis Jamur Patogen pada Manusia. PT Mafy Media Literasi Indonesi.

Pribadi, M. F. I., Nurlaela, R. S., Imami, I., Muhammad, & Syaban, H. (2024). Pengawasan mutu pangan: Pencemaran dan pemalsuan yang sering terjadi pada produk pangan. Karimah Tauhid, 3(6), 7147–7156.

Rampa, E. (2022). Identifikasi Jamur Aspergillus Sp. pada Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L) yang Dijual di Pasar Youtefa Kota Jayapura Papua. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1).

Rosyunita, R., Hasbi, N., Rahim, A. R., & Pawestri, S. (2023). Aflatoksin : Aspek kesehatan , metode reduksi dan deteksinya. Sasambo Journal of Pharmacy, 4(2).

Saputri, S. K., P.M, A. O., Ekasari, Y., & Yasa, I. W. S. (2025). Analisis kesadaran keamanan pangan pada masyarakat Desa Sesaot: Studi kasus melalui sosialisasi interaktif. Jurnal Wicara Desa, 3(3), 428–434.

Sardjono. (1998). Pencemaran pangan oleh jamur: Potensi bahaya dan pencegahannya. Warta Tani, 23–27.

Winandari, O. P., Widiani, N., & Fatimah, E. (2022). Potensi kontaminasi bumbu giling cabai merah dan kunyit oleh jamur di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. Organisms: Journal of Biosciences, 1(1), 29–34.

World Health Organization. (2024). Food safety. World Health Organization.

Yuniastri, R., Ismawati, & Putri, R. D. (2018). Mikroorganisme dalam Pangan. Cemara, 15.

Zaenab, Z., & Azizah, N. (2025). Personal Hygiene dan Sanitasi Tempat Pengolahan Terhadap Kualitas Bakteriologis Makanan Jajanan di Pasar Cidu Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(2), 209–216.

Downloads

Published

2026-02-24

How to Cite

ANALISIS KONTAMINASI JAMUR PADA KUNYIT GILING CURAH DI PASAR LUBUK BUAYA KOTA PADANG. (2026). Jurnal Biogenerasi, 11(1), 290-296. https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v11i1.8185

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>