FAKTOR – FAKTOR MINAT BELANJA KONSUMEN TERHADAP PRODUK TENUN IKAT DI PASAR TRADISIONAL MAUMERE (PASAR TINGKAT)
DOI:
https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v10i4.7825Keywords:
Industri Tenun Ikat, Teknologi DigitalAbstract
Industri tenun ikat di Maumere merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat dan melestarikan warisan budaya. Keaslian motif, teknik pembuatan, dan penggunaan bahan alami menjadi ciri khas yang membedakan produk tenun ikat Maumere dari daerah lain, sehingga memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Meskipun demikian, industri ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap bahan baku berkualitas, minimnya inovasi dalam desain produk, dan persaingan dari produk impor yang lebih murah dan modern. Di era digital saat ini, media sosial dan platform e-commerce mulai digunakan sebagai alat pemasaran, namun penggunaannya masih belum optimal dan membutuhkan peningkatan kapasitas pengrajin dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, terbatasnya pelatihan dan pendampingan terhadap pengrajin juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan produk yang inovatif dan kompetitif. Untuk memastikan keberlanjutan industri tenun ikat di Maumere, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta melalui berbagai upaya seperti pelatihan dan pendampingan pengrajin, pengembangan desain inovatif yang sesuai tren pasar, peningkatan akses terhadap bahan baku berkualitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pemasaran dan distribusi produk. Dengan langkah-langkah tersebut, industri tenun ikat di Maumere diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, dan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal bagi generasi mendatang.
Downloads
References
Aditama, M. (2018). Pelestarian Tenun Ikat dalam Perspektif Budaya dan Ekonomi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik Industri Kerajinan di Nusa Tenggara Timur. BPS Indonesia.
Dewi, S. P. (2019). Pengembangan Produk Tenun Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Budaya, 15(2), 123-135.
Kurniawan, A., & Suryanto, H. (2020). Inovasi Desain dan Pemasaran Digital dalam Pengembangan Industri Tenun Tradisional. *Jurnal Teknologi dan Inovasi, 8(1), 45-60.
Ministry of Tourism and Creative Economy of Indonesia. (2021). Strategi Pengembangan Industri Kerajinan Tradisional di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sulastri, R. (2017). Pelestarian Budaya Melalui Tenun Ikat di Flores. *Jurnal Budaya dan Seni*, 10(3), 200-215.
Utami, R., & Setiawan, B. (2019). Tantangan dan Peluang Industri Tenun Ikat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pembangunan dan Pengembangan Wilayah, 12(4), 300-312.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yohanes Jhon Naja Wio, Yohanes Woda Seda, Avila Grengan, Maria Dominika Noang, Paulinus Moa Candra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
.png)
