FAKTOR – FAKTOR MINAT BELANJA KONSUMEN TERHADAP PRODUK TENUN IKAT DI PASAR TRADISIONAL MAUMERE (PASAR TINGKAT)

Authors

  • Yohanes Jhon Naja Wio
  • Yohanes Woda Seda Universitas Nusa Nipa
  • Avila Grengan Universitas Nusa Nipa
  • Maria Dominika Noang Universitas Nusa Nipa
  • Paulinus Moa Candra Universitas Nusa Nipa

DOI:

https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v10i4.7825

Keywords:

Industri Tenun Ikat, Teknologi Digital

Abstract

Industri tenun ikat di Maumere merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat dan melestarikan warisan budaya. Keaslian motif, teknik pembuatan, dan penggunaan bahan alami menjadi ciri khas yang membedakan produk tenun ikat Maumere dari daerah lain, sehingga memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Meskipun demikian, industri ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap bahan baku berkualitas, minimnya inovasi dalam desain produk, dan persaingan dari produk impor yang lebih murah dan modern. Di era digital saat ini, media sosial dan platform e-commerce mulai digunakan sebagai alat pemasaran, namun penggunaannya masih belum optimal dan membutuhkan peningkatan kapasitas pengrajin dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, terbatasnya pelatihan dan pendampingan terhadap pengrajin juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan produk yang inovatif dan kompetitif. Untuk memastikan keberlanjutan industri tenun ikat di Maumere, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta melalui berbagai upaya seperti pelatihan dan pendampingan pengrajin, pengembangan desain inovatif yang sesuai tren pasar, peningkatan akses terhadap bahan baku berkualitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pemasaran dan distribusi produk. Dengan langkah-langkah tersebut, industri tenun ikat di Maumere diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, dan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal bagi generasi mendatang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditama, M. (2018). Pelestarian Tenun Ikat dalam Perspektif Budaya dan Ekonomi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik Industri Kerajinan di Nusa Tenggara Timur. BPS Indonesia.

Dewi, S. P. (2019). Pengembangan Produk Tenun Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Budaya, 15(2), 123-135.

Kurniawan, A., & Suryanto, H. (2020). Inovasi Desain dan Pemasaran Digital dalam Pengembangan Industri Tenun Tradisional. *Jurnal Teknologi dan Inovasi, 8(1), 45-60.

Ministry of Tourism and Creative Economy of Indonesia. (2021). Strategi Pengembangan Industri Kerajinan Tradisional di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sulastri, R. (2017). Pelestarian Budaya Melalui Tenun Ikat di Flores. *Jurnal Budaya dan Seni*, 10(3), 200-215.

Utami, R., & Setiawan, B. (2019). Tantangan dan Peluang Industri Tenun Ikat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pembangunan dan Pengembangan Wilayah, 12(4), 300-312.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Jhon Naja Wio, Y., Woda Seda, Y., Grengan, A., Dominika Noang, M., & Moa Candra, P. (2025). FAKTOR – FAKTOR MINAT BELANJA KONSUMEN TERHADAP PRODUK TENUN IKAT DI PASAR TRADISIONAL MAUMERE (PASAR TINGKAT). Jurnal Biogenerasi, 10(4), 2350–2353. https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v10i4.7825